
"Plak..., kurang ajar banget sih main peluk-peluk saja. " Ucapan seorang wanita yang ada di hadapan Andre.
Andre meraba pipinya, tamparan tersebut tak terasa sakit di pipinya tapi langsung menusuk ke hatinya. Andre makin naik spaning, tangannya mengepal hendak memukuk wanita yang menamparnya tersebut. Namun, seperti ada yang menahannya. Melihat wanita hamil itu seketika Andre teringat dengan Mayang.
Sudah berapa banyak wanita yang ia sakiti selama ini, tapi dirinya sendiri tak ingin sang istri di sakit siapapun. Takut akan karma menimpa Mayang, ia pun menghentikan gerakannya.
"Maaf Mbak, saya kira anda istri saya, " ucap Andre dengan nada yang sedikit merendah.
"Ih masa' istrinya sendiri ngak kenal" wanita itu pun bersungut-sungut.
Setelah di perhatian, tak ada sedikitpun dari wanita yang berusia sekitar tiga puluh tahun tersebut mirip dengan istrinya, atau mungkin itu hanya khayalan Andre karena terus memikirkan Mayang.
Andre tak memperdulikan ocehan wanita tersebut.
Ia kembali ke mobilnya.
Sepanjang perjalanan menuju pulang Andre terus berpikir bagaimana caranya agar ia bisa menemukan keberadaan Mayang.
Sudah sebulan tapi tak ada titik terang sedikit pun, tentang keberadaan sang istri.
Andre benar-benar, stress. Ia tak pernah separno ini. Ia takut Mayang di culik oleh musuh-musuhnya kemudian di habisi.Dan Mayatnya di buang ketempat yang jauh, Hingga Mayang tak bisa di temui.
"Mayang kemana lagi aku harus mencari kamu? " gumannya.
Andre menatap ke arah depan, tapi pikirannya kemana-mana.
Shutt..
Bruk... Prank.
Andre tersentak kaget, ia pun baru tersadar dari lamunannya.
"Astaga! "
Andre keluar dari mobil, karena ia menabrak gerobak bakso yang terparkir di tepi jalan.
Tiba-tiba seorang laki-laki berlari kecil menghampirinya.
"Aduh gerobak ku hancur! hikss hikss hiks "
Penjual bakso tersebut menangis tergugu melihat gerobaknya hancur berantakan karena di tabrak mobil mewah Andre.
__ADS_1
Andre menghampiri tukang bakso tersebut. "Pak jangan Nangis! gerobaknya saya ganti! " dengus Andre kesal.
"Bagaimana mana ngak nangis Tuan. Ini gerobak Satu-satunya mata pencarian saya, kalau gerobaknya hancur, bagaimana bisa mendapatkan uang untuk makan keluarga saya, mana istri lagi hamil besar, sebentar lagi mau melahirkan, "tutur nya dengan tersedu-sedu.
"Hamil? Mayang," guman Andre seketika ia teringat kembali dengan Mayang.
"Iya Pak saya ganti saja.Berapa harga gerobak dan Isinya? " tanya Andre.
Hiks, tukang bakso sedikit tenang mendengar Andre yang mau bertanggung jawab.
"Gerobaknya lima juta Tuan, di tambah dengan dagangan saya yang nilainya mencapai tiga juta. jadi totalnya delapan juta hiks," pria berusia empat puluh tahun tersebut pun berhenti menangis.
Andre langsung menuju mobil, untung saja ia bawa uang cash senilai dua puluh juta.
Andre menyerahkan uang tersebut kepada Tukang bakso.
"Nih Pak, saya ganti dua puluh juta, sekalian untuk ongkos istri bapak melahirkan. " Andre.
Pria itu syok dan tergaman.
Dengan tangan gemetar dan mata yang berkaca-kaca tukang bakso tersebut menerima segepok uang merah-merah dari Andre.
"Ya Allah, terima kasih Tuan. Semoga Tuan dan keluarga mendapatkan rejeki yang melimpah, bahagia di dunia dan akhirat, hiks hiks hiks. " orang tersebut mencium tangan Andre.
Setelah mencium tangan Andre, bapak tersebut sedikit menepi, ia pun bersujud seraya menangis. Andre semakin binggung melihat pria itu.
"Ya Tuhan, terima kasih karena telah mengirimkan seseorang yang baik hati untuk ku, Hamba hampir putus asa kemana lagi hamba bisa cari uang untuk biaya persalinan istri hamba," tutur pria itu dengan tubuh berguncang dengan linangan air mata.
Tak terasa setitik bulir bening menetes di pipi Andre ketika melihat pria tersebut bersujud. Sudah belasan tahun ia tak pernah mengeluarkan barang setetes air mata pun.
Hatinya yang membantu perlahan melunak. Kebaikan kecil yang di lakukan olehnya ,ternyata bermanfaat besar bagi orang lain.
Ada perasaan bahagia di hati Andre karena telah melonggarkan kesempitan orang lain. Ternyata melihat orang lain bahagia lebih menyenangkan, dari pada melihat orang lain menderita karena perbuatannya.
Apalagi istri pria tersebut tengah hamil, begitupun istrinya.
Bapak tersebut bangkit dari sujudnya, sementara Andre masih memaku mengawasi gerakannya.
"Tuan Terima kasih sekali. Tadinya saya hampir putus asa. Sebulan ini dagangan saya sepi, sedangkan dalam beberapa hari lagi, istri saya akan melahirkan.Untung saja Tuhan telah mengirimkan orang baik seperti Tuan, hingga saya bisa terlepas dari kesulitan ini, Alhamdulillah doa saya terkabulkan hiks hiks hiks. "
Sekali lagi Andre tergaman.
__ADS_1
Iya heran kenapa orang harus berdoa, sedangkan dirinya tak pernah berdoa tapi selalu mendapatkan apa yang ia inginkan.
Harta, tahta kekuasaan, dan wanita-wanuta yang ia inginkan, semua bisa ia dapat dengan mudah. Tapi semua itu masih belum bisa membuatnya puas. Dan ia tak akan pernah merasa puas.
Hatinya kosong, semua kesenangan dan kepuasan yang ia rasakan hanya sesaat.Tak ada yang benar-benar membuatnya merasa bahagia dan puas, Andre pun mulai bertanya dalam dirinya. Apakah ada salah di dalam dirinya. Karena ia selalu mengganggap dirinya benar. Menganggap dirinya bisa berbuat apa saja.
Andre mulai menatap lekat bola mata pria yang ada di hadapannya.
"Pak apa jika kita berdoa, harapan dan doa kita bisa di kabulkan? " Andre.
"Iya Tuan, pada dasarnya manusia itu mahluk lemah , semua yang dimiliki hanyalah titipan. Dan untuk mendapatkan sesuatu, manusia harus berdoa dan berusaha. Dengan berdoa, akan membuat kita sadar sepenuhnya jika kita hanya hambanya, segala pertolongan datang dari Tuhan melalui berbagai perantara. Setiap malam saya berdoa kepada Tuhan agar di beri rejeki lebih untuk biaya persalinan istri saya, dan saat ini Tuhan telah mengabulkan doa saya melalui pelantara anda. Terima kasih Tuan, anda sangat baik," tutur laki-laki tersebut dengan tulus.
Deg,
'Orang baik? ' batin Andre.
Selama ini tak ada yang pernah menganggapnya orang baik.
"Jadi menurut anda meski saya yang telah memberikan uang ini, tetap saja itu rejeki datangnya dari Tuhan, bukan dari saya? " Andre.
"Iya Tuan, anda juga mendapatkan rejeki dari Tuhan, melalui berbagai seperti dari keuntungan perusahaan anda dan lain-lain. "
Pria tersebut sedikit bingung dengan pertanyaan Andre, kenapa orang kaya dan terlihat terpelajar seperti Andre bisa menanyakan hal yang bahkan anak kecil saja bisa menjawabnya.
"Apa Tuhan akan mengabulkan doa saya pak? " tanya Andre lirih.
"Tentu saja, bukannya anda juga mahluk Tuhan, anda juga hambanya. Dan Tuhan akan mengabulkan siapa saja yang berdoa dengannya secara tulus. "
Andre diam beberapa saat, ia kembali melihat manik mata pria itu yang begitu menyakinkan.
Andre menepuk pundak pria tersebut.
"Jika begitu, tolong doakan saya agar bisa bertemu dengan istri saya Pak. "
Orang tua tersebut tersenyum seraya menadahkan tangannya." Ya Tuhan semoga orang baik ini segera bertemu dengan istrinya, "ucap pria itu dengan doa yang sungguh-sunguh.
"Aamiin," ucap Andre.
Bersambung, kalau gitu author juga mau berdoa "Semoga kita semua di murahkan rezeki , selalu di berikan kesehatan dan kebahagiaan, Aamiin. "
jangan lupa mampir di novel author yang lainya, semoga suka ❤
__ADS_1