
Ferdi datang menghampiri Mona.
"Dari mana saja kamu Ferdi? "tanya Mona.
"Dari menjalankan rencana mommy. " Ferdi.
"Ehm, awas saja kau yang menjebak lalu dirimu yang justru terjebak. "Mona.
"Tenang saja Mami, sebagai permulaan kita ikuti saja apa mau mereka. Setelah itu Mami lihat sendiri."
"Bagus Mami harap semua berjalan dengan lancar. "
***
Adelia baru tiba di kantor polisi setelah Mayang dan Andre hendak meninggalkan tempat tersebut.
Melihat Andre, ia langsung menghindar dengan bersembunyi dan masuk kedalam bilik sebuah ruangan.
"lalu kita sekarang mau kemana Mas? "tanya Mayang.
"Aku suruh orang ku dulu mencari dimana Bondan sekarang. Karena sebentar lagi jam makan siang, Ayo kita makan dulu kemudian kamu bisa beristirahat di kantor sambil menunggu kabar dari orang suruhan ku. "Andre.
"Baiklah. " Mayang.
Mereka pun keluar dari kantor polisi.
***
setelah memastikan Andre dan Mayang pulang, Adelia kemudian menghampiri Adiaksa.
"Papi ngapain si Andre dan Mayang itu datang kemari Papi. papi tahu ketika kami menemui Mayang dan meminta tolong agar Papi di bebaskan, Mayang dan si Andre itu mengusir kami dari rumah mereka! " Adelia coba menfitnah.
Adiaksa membuang wajahnya, "Jelas saja mereka mengusir mu. kau sudah berbuat lancang. kau meminta Andre untuk menikahi Resti kan? Kau sengaja ingin menghancurkan kebahagiaan putriku untuk menyelamatkan putrimu. "
Adelia mengerucutkan bibinya" Hm kau pikir si Andre itu serius terhadap Mayang. "dengus Adelia.
"Serius atau tidaknya, tetap saja kau tak boleh berpikiran ingin merampas suami Mayang untuk Resti. Ibu seperti apa kau ini?! Kau sendiri yang mendidik ku putri mu untuk jadi pelakor dalam rumah tangga kakaknya sendiri. Kau harusnya malu kepada Andre. Untung saja Andre itu masih menganggap kota keluarganya, jika tidak ! Dia pasti menghancurkan kita kembali. "Adiaksa makin emosi.
"Aku sudah tak butuh Andre. Tadi pagi Ferdi datang ke rumah katanya ia ingin bertanggung jawab terhadap Resti. "
"Lalu apa kau menyetujuinya? " tanya Adiaksa.
"Aku mengajukan syarat untuk menikahi Resti adalah dengan membebaskan mu, tapi katanya ia tak punya kemampuan untuk membebaskan mu. Lagi pula ia bilang jika orang tuanya tak merestui hubungan mereka. "
"lalu apa kau setuju? "
"Aku masih menunggu keputusan mu , Sebetulnya aku kurang setuju jika Ferdi menikahi Resti. Melihat kelakuan orang tuanya, aku takut sifat mereka akan menurun ke Ferdi.Tapi aku punya rencana yang lainya. Aku akan memanfaatkan Ferdi untuk melawan orang tuanya. " Adelia.
"Apalagi ini Mami. Rencana jahat apalagi yang akan kau lakukan. "
"Sudahlah Papi kau ikut saja ngak usah banyak cerita!Lagi pula sudah tak ada cara lain selain menikahkan Ferdi dan Resti.Pikirkan saja, bagaimana caranya agar kau bisa secepatnya keluar dari jeruji besi ini. "
Adelia.
Adiaksa brrdecak kesal dengan istrinya tersebut.
***
__ADS_1
Mayang dan Andre menikmati makan siang mereka di sebuah restoran.
Seperti yang di inginkan sang istri, siang itu Andre mencari restoran dengan menu sop buntut.
Mereka pun duduk di salah satu meja di sudut restoran.
Andre terlihat sibuk mengkutakatik laptopnya.
"Sayang maaf ya aku sedikit sibuk, hingga tak bisa menemani mu ngobrol." Andre
"Tak apa Mas, justru aku ngak enak, karena aku selalu merepotkan mu. Mayang.
"Aku lebih tak senang jika kau merepotkan orang lain. " Andre.
Andre memeriksa beberapa laporan kdrja dari beberapa asisten di berbagai perusahaan berbeda.Maklum saja sudah berapa hari ia tak pernah memeriksa laporan perusahaannya.
Beberapa saat kemudian ia di telpon oleh salah satu orang suruhan Andre.
"Iya hallo. "
"Bos, kami sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan pak Bondan. Saat beliau sedang di rawat di sebuah rumah sakit swasta. "
"Baiklah kirim saja alamatnya. " Andre pun menutup telponnya.
"Sayang, setelah makan siang kita langsung menemui pak Bondan. Aku ingin masalah ini cepat selesai, jadi kau tak kepikiran lagi. "
"Iya Sayang Terima kasih. "
Mereka pun menyantap menu makan siang.
Sementara Andre terus mengamati istrinya makan. Ia pun tersenyum.
Andre meraih tissu kemudian membersihkan mulut Mayang.
"Pelan-pelan sayang makannya. " Andre.
Mayang pun tersipu malu.
"Kamu tahu ngak mas, terakhir kali aku makan sop buntut itu enam tahun yang lalu. Waktu awal-awal ngidam aku sudah ingin sekali lagi memakannya. Tapi karena aku ngak punya uang jadi aku urungkan dan baru sekarang kesampean. "
"Tenang saja Sayang, mulai sekarang kau bisa dapatkan apa yang kau inginkan, " ucap Andre seraya mengusap kepala Mayang.
***
Selesai makan mereka pun menemui Pak Bondan di rumah sakit.
Andre dan Mayang mengetuk pintu sebuah ruangan VIP.
Saat itu Ferdi yang membuka kan pintu.
"Anda cari siapa? " tanya Ferdi.
"Saya ingin bertemu pak Bondan katakan saja Andre Mahesa ingin bertemu dengannya. "
"Baik sebentar saya tanya Papi Dulu. " Ferdi pun menutup pintu.
Ferdi masuk kedalam kamar ayahnya.
__ADS_1
"Pi, ada seorang yang mengaku bernama Andre Mahesa ingin menemui Papi. "
"Hah Tuan Andre Mahesa? " Tanya pak Bondan sedikit kaget.
"Iya Pi."
"Kalau gitu suruh saja dia masuk Ferdi, aduh kenapa kau biarkan dia menunggu di luar. "
"Emangnya kenapa sih Pi? Seperti orang penting saja. "
"Andre Mahesa itu memang orang penganting Ferdi. Dia itu pemilik beberapa saham di berbagai perusahaan besar termasuk perusahaan kita. Ayo cepat jangan biarkan dia menunggu terlalu lama."
"Iya Pi. " Ferdi langsung berlari kecil menghampiri pintu
Kemudian ia membukakan pintu.
"Silakan masuk Tuan, maaf membuat Anda menunggu. " Ferdi.
Pak Bondan merapikan tempat duduknya, ia pun menyambut Andre dengan sambutan yang ramah.
"Selamat siang Tuan Andre. "
Pak Bondan menyodorkan tangannya.
"Selamat siang Pak. " Andre.
"Silakan duduk Tuan dan... " Pak Bondan ragu karena setahunya Andre itu masih lajang.
"Nyonya Andre Mahesa Pak. " Andre.
"Iya silakan duduk Nyonya. "Pak Bondan menaruh hormat terhadap Mayang meski usinya tak berbeda jauh dari putranya Ferdi.
"Terima kasih Pak. " Andre seraya duduk di kursi yang menghadap Pak Bondan.
Pak Bondan sedikit was-was. Tak biasanya orang seperti Andre mau menyempatkan diri menjenguk orang sakit.
"Kedatangan saya kemari ingin meminta kepada Anda secara pribadi untuk mencabut tuntutan Anda kepada mertua saya. "
"Mertua? siapa mertua Anda? " tanya pak Bondan.
"Pak Adiaksa adalah mertua saya. Saya berharap Anda bisa membebaskan beliau dari segala tuntutan. Tentu saja dengan ganti rugi yang bisa kita bicarakan Pak Bondan." Andre.
"Ah tak usah ganti rugi Tuan. Saya dan mendiang Ayah Anda sudah berteman sejak dulu. Jadi anggap saja ini balas budi dari kebaikan ayah Anda. " Pak Bondan.
Ferdi dan Mona kaget!
"Baiklah Pak, saya harap secepatnya Anda bisa mencabut tuntutan tersebut. Saya tunggu kabar secepatnya. " Andre.
"Iya Tuan, saat ini juga saya akan telpon pengacara saya untuk mencabut tuntutan atas Adiaksa. "
"Terima kasih sebelumnya pak! Saya tak akan pernah melupakan kebaikan Anda hari ini, jika Anda butuh sesuatu datang saja pada saya. Dengan senang hati saya akan membantu. " Andre.
"Sama-sama Tuan. " pak Bondan.
Bersambung, author up satu episode lagi.
-
__ADS_1