Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Kabar


__ADS_3

Setelah kejadian tersebut Andre terus terpikir omongan tukang bakso tersebut.


Ia pun segera pulang kerumahnya, membereskan beberapa pakaiannya dan di masukan ke dalam koper.


Setelah itu Andre melakukan perjalanan menuju luar kota.


***


Kedua kembar rese' tersebut berhasil mendapatkan buku nikah Mayang.


"Ha ha dengan ini, kita bikin malu Mayang di depan Anak-anak kost, semoga Andre bisa memberi pelajaran untuk Mayang songong itu, masih kecil saja lagunya sudah selangit."


"Udah Yuk, cabut. Rapikan lagi barangnya "


Setelah merapikan barang-barangnya Mereka pun keluar dari kamar tersebut.


Mayang dan Mirna telah selesai berkebun, mereka kembali ke kamarnya Masing-masing.


***


Setelah beres beres mereka pun pergi dengan menggunakan dua ojek online, dan turun di sebuah pusat perbelanjaan.


"Yang, kita kemana dulu, cari baju atau atau beli kebutuhan dapur? " tanya Mirna.


"Beli kebutuhan dapur saja mbak, setelah itu kita lihat-liha pakaian di lantai atas. Aku sudah ngak sabar ingin lihat pakaian bayi. "


"Ayuk. "


Setelah berbelanja keperluan dapur Mayang dan Mirna menuju lantai dua di mana berbagai pakaian tersedia disana.


Mayang lansung menuju Rak yang menyediakan pakaian bayi.


Melihat pakaian bayi yang lucu-lucu Mayang semakin antusias. Ia langsung stan pakaian bayi baru lahir.


"Ih lihat mbak pakaian bayi ini lucu-lucu sekali, aku mau beli ah. "


"Mayang, Kata orang itu pamali kalau belum tujuh bulan kandungan sudah beli pakaian bayi. "


"Ehm. masa' sih mbak? tapi aku mau nyicil dari sekarang pakaian untuk anak Mayang mbak."


" Ehm, Di tabung saja duluan uangnya Mayang. Setelah tujuh bulan baru kamu beli baju untuk anak kamu. "


"Ehm gitu ya Mbak. "


"Iya. "


"Sudah yuk, mbak mau cari baju tidur, nanti mbak beli satu untuk kamu Mayang. "


"Oke Mbak, makasih. "


Setelah puas berbelanja dan cuci mata. Keduanya langsung menuju klinik bersalin. Setelah mendaftar, Mayang harus menunggu beberapa saat.


Sekitar dua puluh menit kemudian, kini tiba giliran Mayang. Mayang pun di panggil untuk di periksa.


Mereka pun masuk ke kamar periksa.


Mayang dan Mirna duduk di hadapan dokter.


"Namanya siapa bu? "

__ADS_1


"Mayang Adista. "


"Suami? "


"Andre Mahesa. "


Dokter yang awalnya serius menulis, kembali menatap Mayang.


"Andre Mahesa pemilik Antariksa corp? " tanya dokter seraya menyeritkan dahi.


Hm, Mayang menggangguk.


Dokter menatap Mayang dengan aneh.


Dari penampilan Mayang,ia tak seperti istri seorang CEO yang terkenal kaya tersebut.


"Silakan berbaring. "


Mayang pun menuju tempat tidur dan berbaring.


Dokter menggerak gerakan tranducer pada permukaan perut Mayang sembari melihat layar monitor.


"Pertumbuhannya cukup bagus. Anda mengandung anak kembar. Lihat saja apa janin satunya juga bisa tumbuh sempurna. "


"Kembar dok? " tanya Mayang ragu.


"Iya. Bulan depan Anda periksa kembali, apakah salah satu janin Anda tersebut bisa berkembang. Banyak istirahat dan banyak makan makanan bergizi."


Mayang sedikit kaget. Jika anaknya kembar tentu saja biaya yang akan ia keluarkan juga harus doble. Bisa jadi ia harus di cesar.


Mayang turun dari tempat tidur periksa.


"Wah selamat Mayang kamu dapat anak kembar. "


Mayang hanya tersenyum simpul.


"Saya resep kan vitamin E dan penambah darah untuk anda. "


"Terima kasih Dokter. "


Setelah mendapat resep, Mayang dan Mirna keluar dari rumah praktek dokter, mereka menuju apotik, kemudian menebus vitamin yang di resepkan dokter.


Sepulang dari praktek dokter.


Mereka memesan taxi online. Sepanjang perjalanan Mayang tampak binggung, di dalam mobil ia hanya berdiam diri.


"Mayang kamu kenapa kok sepertinya ngak bahagia ? "


"Bukan ngak bahagia Mbak, atau ngak bersyukur. Mayang hanya binggung, punya anak kembar,otomatis kebutuhan juga harus serba doublekan? sedangkan kerjaan Mayang seperti ini, Mayang juga sudah irit seiritnya itu. "


"Mayang kalau Tuhan itu menitipkan dua anak untuk kamu sekaligus, itu bearti kamu mampu untuk mengurusnya. Yakin saja kamu pasti bisa. "


Mayang menggangguk Ada benarnya apa yang dikatakan oleh Mirna. Tuhan tak akan memberi cobaan di luar kemampuan umatnya. Mayang pun kembali tersenyum seraya mengusap perutnya yang sudah membuncit. Mereka pun langsung pulang menuju kost-an.


***


Andre melakukan perjalanan sendiri ke luar kota.


Sambil menyetir ia menghubungi Reza.

__ADS_1


"Hallo Tuan. " Reza.


"Hallo Za, aku sedang di perjalanan menuju luar kota, batalkan semua meeting sampai aku kembali. Jangan lupa teruslah mencari keberadaan istriku. "


"Baik Tuan. Kapan anda akan pulang? "


"Tidak tahu pasti. "


Andre menutup telponnya. Tiga jam perjalanan akhirnya dia sampai juga.


Andre memasuki kawasan pondok pesantren.


Mobilnya terus masuk kedalam kawasan pondok dengan luas 10ha.


Dahulu Andre pernah mondok atau tepat nya di titipkan di tempat ini.


Mobil Andre berhenti di sebuah rumah di antara deretan gedung lainya.


Andre baru turun dari mobil, seorang pria berbaju dan berjanggut putih serta bersorban memang sudah menunggunya di sana.


Sebelum Andre sudah menelpon pria itu sebelum sampai, tak heran kehadiran Andre langsung di sambut oleh pria berusia sekitar tujuh puluh tahun tersebut.


"Assalamu'alaikum Kek. " Andre.


"Wa'alaikum sallam. "


Andre duduk dan langsung menyalami sang Kakek.


Setelah itu keduanya masuk kedalam rumah sederhana.


Mereka berdua duduk di atas sofa usang namun tetap bersih.


"Ada apa Andre, sepertinya ada hal yang penting hingga kamu datang menemui kakekmu ini. "


"Aku ingin menenangkan diri Kek. Beberapa hari ini aku merasa stress." Andre.


"Syukurlah, pilihan mu tepat jika melarikan diri ke tempat ini, bukan dengan minum-minuman keras, atau obat-obat terlarang. "


"Aku sudah mencoba lari dengan mengkonsumsi minuman obat-obatan tersebut, bukannya makin tenang aku justru makin tersiksa. " Andre.


Kakek tersebut kemudian memandangi Andre.


"Apa kau merasa telah berbuat dosa pada seseorang Andre? Biasanya ketika kita merasa melakukan kesalahan hati kita tak akan tenang. Selama ini , kau berbuat semau mu, tapi kau tak pernah merasa bersalah sedikitpun kan? " terka sang Kakek.


"Iya Kek, aku telah memperkosa seorang gadis saat ia tak sadar, kemudian aku mengusirnya dari rumah ku dengan mencaci maki nya. Aku juga menghina dan merendahkannya. Ketika dia hamil dan meminta pertanggung jawaban dari ku aku malah menuduhnya, dan kembali menghinanya. Aku juga menikahinya secara kontrak, tak memberikan ia tempat yang layak seperti seorang istri. aku memintanya untuk pergi dan tak mengganggu hidupku lagi setelah kami menikah, Tapi aku menyesal,aku ingin memperbaiki diriku, membina rumah tangga bersama anak dan istriku,tapi sampai saat ini dia menghilang. Dia benar-benar pergi jauh dari ku dan tak meninggalkan jejak sedikit pun. aku sudah kerahkan segala cara untuk mencarinya, tapi masih saja tak bisa menemuinya. Aku sampai stress Kek. Aku takut musuhku terlebih dahulu mendapati istriku, kemudian dia menyakitinya hiks, hiks. "


Bulir bening menetes di pipi Andre saat itu.


"Aku sudah bilang padamu Andre untuk tak mengikuti jejak ayahmu. Harusnya apa yang terjadi pada ayahmu bisa kau ambil pelajaran. Bukan malah mengikuti jejaknya."


"Tapi ini salah ku juga, aku tak bisa mendidik anak ku dengan baik. Aku seorang kiyai tapi aku tak menyadari jika anak dan cucuku jadi anggota Mafia. Kemana ilmu yang ku berikan padanya sejak masih kecil? aku ajari mengaji, aku ajari dia untuk berbuat kebaikan agar selamat di dunia dan akhirat. Tapi apa putraku justru tergiur dengan harta, dan ia meninggal dalam keadaan yang terburuk, yakni setelah membunuh istri dan selingkuhannya, dia pun bunuh diri. hiks hiks, semoga saja Tuhan mengampuni dosa ku dan dosa anak ku. hiks hiks hiks" sang Kiyai menangis.


Andre menatap sang kakek yang terlihat begitu sedih dan kecewa tersebut.


Bersambung gens, terima kasih karena sudah membaca dan mendukung author.


Sambil nunggu author up, mampir yuk ke novel author yang lain, di jamin seru kok 🙈🙉😅 klik profil author aja biar lebih gampang atau cari di pencarian.


__ADS_1


__ADS_2