
Ambulan yang membawa Hesti sampai di rumah sakit, mobil tersebut di kawal empat mobil lainnya.Sesampainya di rumah sakit, Hesti langsung di bawa ke ruang IGD setelah pemeriksaan awal,ia pun di bawa ke ruang ICU.
Ketika berada di ruang ICU, Hesti mulai menggerak-gerakan tangannya. Dan hal tersebut di lihat oleh Sean.
"Sayang kamu sudah sadar ? " tanya Sean sedikit lega.
Hesti mengangguk lirih.
Beberapa perawat mendorong tempat tidur Hesti menuju ruang ICU. Setibanya di ruang ICU Hesti kembali di periksa.
Keadaannya masih sangat lemah saat itu , setiap di tanya oleh Sean ia hanya mengganguk atau menggeleng dengan lirih.
Para medis memeriksa tekanan darah dan suhu tubuh dari Hesti.
Tekanan darahnya mulai turun Tuan. Hanya saja ia masih demam. Suhu tubuhnya mencapai 39° c.
"Tinggi sekali. " Sean.
"Beib! " Hesti memanggil lirih sang suami.
"Iya Sayang. Kenapa? " tanya Sean sambil menggenggam erat tangan istrinya.
"Mana anak kita Beib. "
"Kamu nggak usah khawatir sayang,anak kita berada di tempat yang aman. Kamu jangan banyak berpikir Beib. Kasihan anak kita jika kamu terlalu lama berada di rumah sakit. "
"Iya Beib.Aku mau pulang, mau melihat anak ku. " Hesti.
"Iya sekarang kamu beristirahat saja, jangan pikiran hal yang macam-macam. " Sean.
"Iya Beib. "
Hesti kembali tertidur setelah berbincang-bincang dengan Sean beberapa saat. Sean pun menjadi lega, karena Hesti sudah sadar.
Sean pun menghubungi Andre.
"Halo Ndre, bagaimana keadaan bayi ku? " tanya Sean pada sambungan teleponnya .
__ADS_1
"Tenang saja Sean, putramu sudah tidur. Mayang sudah memberikan Asi untuk nya. "
"Syukur lah, sampaikan terima kasih ku kepada kaka ipar. " Sean.
"Iya Sean, kau jaga saja Hesti, jangan jauh-jauh darinya, Jangan pergi sendiri Sean. Kau harus selalu dalam pengawasan ku. " Andre.
"Memangnya kenapa Ndre. Kau tak usah khawatir!. Aku salah satu pasukan elit intelijen dari Red eyes. "
"Sebaiknya kau dengar saja perintah ku Sean. Tak ada salahnya kita berwaspada. " Andre.
"Baiklah. " Sean.
Sean menutup telpon tersebut.
Sementara Andre, kini tugasnya bertambah lagi. Kali ini ia harus membantu Mayang bergadang mengurusi ketiga bayi tersebut.
***
Waktu terus berganti, sudah tiga hari Hesti menjalani rawat inap. Pendarahannya pun sudah berhenti. Kini hanya tinggal masa pemulihan.
"Beib, aku ingin pulang hari ini juga Beib. Aku ingin bertemu dengan putra kita," ucap Hesti dengan bola mata yang berkaca-kacameng mengisyaratkan kerinduan pada sang putra tercinta.
Seorang suster datang menghampiri kamar Hesti.
"Selamat pagi Nyonya. "
"Selamat pagi, "Hesti.
"Bagaimana keadaannya Nyonya? "
"Sudah membaik Suster, rencananya kami mau pulang hari ini juga. " Hesti.
"Oh kebetulan, Saya datang kemari untuk menyampaikan jika dokter ingin berbicara pada Tuan tentang keadaan Nyonya. "
Hesti dan Sean, kaget.
"Apa ada masalah serius suster? " tanya Hesti yang khawatir.
__ADS_1
"Ah tidak apa-apa Nyonya, tak perlu khawatir."
Hesti dan Sean saling memandang.
Hesti mengangguk, memberi ijin pada suaminya. Lagi pula mereka tak perlu khawatir, beberapa penjaga berada di depan kamar Hesti.
"Ayo Tuan, Saya antar ke ruangan dokter. "
"Aku pergi sebentar Beib. "Sean .
Sean pun mengikuti suster cantik tersebut.
***
Hesti terlihat gelisah, karena hampir setengah jam Sean belum juga kembali.
Hesti coba menekan tombol emergency pada dinding di atas tempat tidurnya, setelah berkali-kali. Tak ada seorang suster pun yang datang kepadanya.
Ia merasa begitu khawatir. Tak berapa lama, seorang suster dan seorang dokter datang menghampiri Hesti yang terlihat binggung.
"Selamat siang ibu. permisi ya, dokter periksa terlebih dahulu. "
"Loh suster suami saya mana? " tanya Hesti.
"Suami Nyonya? " suster binggung atas pertanyaan Hesti tersebut.
"Iya bukannya tadi suami saya, di panggil oleh dokter. " Hesti.
"Dokter mana Bu, saya saja baru datang. " Dokter.
"Lalu suami saya kemana Suster? " tanya Hesti setengah menangis. Ia begitu khawatir terhadap Sean.
Dokter dan Suster hanya saling memandang.
Tubuh Hesti seketika menjadi lemas, ketika membayangkan hal yang tidak-tidak pada suaminya.
"Nyonya! Sadar Nyonya! " seru Suster tersebut.
__ADS_1
Bersambung dulu reader, jangan lupa votenya ya, biar author semakin semangat up nya. Makasih 🙏