Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Musuh Baru


__ADS_3

Andre mulai melepas satu persatu penutup tubuh istrinya yang kala itu mengenakan dress ketat berwarna hitam,  satu jarinya mulai menggerayangi setiap lekuk tubuh mulus sang istri


Mulai dari melepas dress ketat tersebut, hingga melepaskan pengait pada kacamata berenda yang membungkus indah dua bukit kembar yang padat berisi tersebut. 


Dengan lembut, ia meremas salah satu dari benda kenyal itu , hingga membuat Mayang menggelinjang. 


Sementara kedua bibir mereka masih saja bertaut dengan ciuman yang semakin panas dan menggila. 


Mayang menarik dan meremas rambut Andre pelan, seraya mendesah. 


sementara tangan Andre terus bergerak menarik semua penutup tubuh dari istrinya tersebut. 


Satu kali tarikan saja, Andre berhasil menarik gaun itu hingga  tubuh Mayang terekspos dengan sempurna. 


Andre menelan salivanya berkali-kali, ketika melihat tubuh sexyy tersebut, hingga membuatnya semakin menggila 


Dengan cepat ia menyambar salah satu puncak bukit untuk mencicipi pepaya manis yang menggantung dengan indah di tubuh polos sang istri. 


Mayang kembali mengenjang  ketika lidah Andre menari sambil menyesap pada salah satu dari dua pucak bukit secara bergantian. 


Akh! Tubuh mayang berguncang hebat, sambil menggelepar ia 


 menarik tubuh Andre agar kembali sejajar dengannya, kemudian ia kembali menyambar bibir sang suami dan ********** dengan ganas. 


Tatapannya sayu menatap Andre, Andre mengerti jika istrinya sudah tak dapat menahan gairahnya. 


Dengan lembut Andre mendorong senjatanya memasuki gua sempit yang sudah licin tersebut. 


Mayang tersentak ketika benda berbentuk rudal tersebut tersendat pada bagian bawah tubuhnya. 


Ia coba menarik nafas panjang merasakan sensasi hangat dan berdenyut  yang menerobos masuk pada celah-celah sempit tersebut, baru beberapa helaan nafas, Andre sudah melakukan penyerangan secara bertubi-tubi. 


"Akh! Daddy pelan-pelan! " seru Mayang terputus-putus karena tubuhnya terguncang ketika Andre menyerang dengan menghentak-hentakan senjatanya. 


"Akh! Daddy pelan-pelan! " seru Mayang  lagi seraya meremas rambut Andre. 


"Akh! Emh Ahh, " ******* Mayang di sela-sela rintihan kenikmatannya. 


"Berteriak saja Mommy! Kali ini tak ada yang mengganggu kita, " ucap Andre sambil terus menyerang dengan brutal. 


Tubuh Mayang berguncang -guncang karena serangan  Andre yang semakin membabi buta tersebut. 


" Oh No daddy! Slow down,give me a...."


Mayang tak sempat melanjutkan kata-katanya. Karena terus saja terdesak akibat serangan buas Andre. 

__ADS_1


Andre benar-benar menggila saat itu, sudah lama ia tak melakukan gaya sebebas ini. Biasanya mereka harus melakukan pertarungan secara diam-diam, agar si kembar tak tersadar. 


Satu jam berlalu, tubuh keduanya sudah basah bersimbah peluh. Satu serangan terakhir Andre membuat keduanya melenguh dengan panjang. 


Akh !!! 


Tubuh Andre tumbang di atas tubuh istrinya. 


Andre kembali memeluk Mayang guna merasakan hangat dan empuknya tubuh sang istri, sambil mengatur nafasnya. 


Setelah beberapa saat, Andre kembali mendaratkan kecupan pada kening Mayang, kemudian  merebahkan tubuhnya ke samping sang istri. 


Keduanya mengatur nafas sebentar. 


Andre memiringkan  tubuhnya untuk kembali memeluk sang istri. 


Senyum kepuasan terbit dari bibir keduanya. Ketika kedua netra indah tersebut beradu. 


Dengan lembut ia menghapus peluh yang masih saja keluar dari tubuh Mayang karena pertempuran kali ini benar-benar panas dan sengit. 


Mayang meraba wajah suaminya seraya mengatur nafasnya yang masih memburu. 


" Masih mau menantang? " tanya Andre. 


" Ampun daddy! " hua hua nafas Mayang terengah-engah. 


Dirabanya lagi wajah Mayang yang terlihat lelah dan mengantuk. 


" Aku siapkan air hangat, setelah mandi silahkan saja kau tidur, aku tak akan mengganggumu lagi. " 


" Ehm, Terima kasih sayang. "


Mayang mendaratkan kecupan di bibir merah Andre yang sedikit membengkak akibat digigit dan dilumat olehnya. 


Andre beranjak dari tempat tidurnya  dan langsung menuju kamar mand.i Beberapa saat kemudian, ia kembali ke kamar, saat itu Mayang sudah setengah tertidur. 


" Sayang, bangun mandi dulu. " Andre menepuk-nepuk pipi Mayang. 


Mayang menggeliatkan tubuhnya kemudian ia melingkarkan lengan pada leher Andre. 


" Aku lelah Mas, sekali-kali gendong ya. "


No debat, Andre langsung mengangkat tubuh Mayang menuju kamar mandi. 


Setelah meletakkan istrinya di dalam bathtub ia kembali lagi ke kamar untuk membereskan tempat tidur yang sudah acak-acakan tersebut. 

__ADS_1


***


Perjalanan Andre ke Las Vegas bukan hanya sekedar berbulan madu, tapi juga perjalanan bisnis. 


Setelah lima tahun menikah, barulah kali ini Mayang mau ketika diajak oleh suami pergi keluar negeri. 


***


Mayang merapikan riasannya di depan cermin rias, dengan mengenakan dress berlengan panjang selutut dengan bagian dada yang  sedikit tertutup saat itu. . 


" Sayang, sudah belum berhiasnya? " tanya Andre bernada cemburu. 


" Belum Mas sebentar lagi, " 


" Gak usah cantik-cantik, aku gak suka istriku jadi pusat perhatian, " cetus Andre bernada ketus. 


Mayang tersenyum sambil melirik suaminya lewat pantulan cermin, kemudian meletakkan lipstiknya di meja riasnya. 


"Iya Sayang. Aku sudah siap, ayo kita berangkat! "


" Ayo. " keduanya pun melangkah dengan beriringan. 


***


Rencananya, Andre akan membawa istrinya pada pertemuan para Penguasa otomotif. Dalam pertemuan tersebut akan dibahas planing kerja antara perusahaan otomotif miliknya dan perusahaan tuan Franklin. 


Di Pertemuan itu, tak hanya Andre.Ada juga beberapa CEO dari beberapa perusahaan otomotif dunia lainnya. 


Andre dan Mayang yang baru tiba, langsung menghampiri tuan Franklin, pemilik perusahaan terbesar di bidang otomotif di seluruh dunia. 


"Mr Franklin! " Andre langsung menyodorkan tangannya begitu berada di depan tuan Franklin. 


"Mr Andre, terimakasih sudah memenuhi undangan saya. " tuan Franklin menyambut baik Andre dan istrinya. 


Setelah beberapa saat berbincang-bincang, tuan Franklin pun membawa Andre untuk berkenalan dengan rekan bisnis tuan Franklin lainya. 


Dengan bangga, tuan Franklin memperkenalkan Andre sebagai Mitra usahanya kepada Mitra usahanya yang lain. 


 Tuan Franklin sengaja memilih perusahaan Andre sebagai Mitra mereka, karena melihat perkembangan perusahaan otomotif milik Andre selama lima tahun terakhir. 


Para penguasa tersebut terlibat obrolan hangat, begitupun Andre dan Mayang yang ikut dalam kumpulan orang sukses tersebut. 


Di sudut ruangan,seorang laki-laki menatap sinis ke arah Andre yang tengah asik mengobrol dengan beberapa tamu undangan tuan Franklin. 


"Jadi dia yang telah merebut tambang emas ku! harusnya perusahaan tuan Franklin bekerja sama dengan perusahaan ku. Lihat saja, akan ku hancurkan orang itu. " Pria berpostur tubuh tinggi dengan kulit yang begitu gelap tersebut mengepal tangannya Dengan kesal ia keluar meninggal ruang pertemuan tersebut. 

__ADS_1


Bersambung dulu reader, besok lagi ya. insya Allah. 


__ADS_2