
Mayang menyingkap tabir yang menutupi kamar mereka agar sinar mentari masuk menghangatkan kamar mereka. Kemudian ia mendekati meja rias untuk bersiap, meski dengan riasan sederhana, Mayang ingin terlihat lebih cantik di depan suaminya.
Andre tiba dengan membawa sebuah kotak perhiasan di tangannya.
"Dari mana Mas? "tanya Mayang ketika melihat baju yang Andre kenakan sedikit berdebu.
"Aku mengambil ini. "Andre membuka kotak perhiasan kemudian mengenakan sebuah kalung berlian biru yang biasa dikenal sebagai Oppenheimer Blue, Salah satu berlian yang paling mahal per karatnya di dunia.
Bola mata Mayang membelalak bulat dengan sempurna ketika melihat kalung tersebut melingkar indah di lehernya.
"Mas, kalung siapa ini? "tanya Mayang.
"Ini kalung mendiang ibuku. Siapa lagi yang akan memakainya kecuali dirimu."
Tangan Mayang gemetar ketika menyentuh blue diamond dengan harga ratusan miliar tersebut.
Kemudian Andre kembali memakaikannya sebuah gelang dengan batu giok sebagai permata nya.
"Mas aku tak biasa menggunakan perhiasan seperti ini. " tolak Mayang secara halus.
Tangannya terasa berat ketika gelang emas 22 karat melingkar di pergelangan tangan yang mungil.
"Kalau begitu kau harus membiasakan dirimu dari sekarang. "Andre.
Mayang menatap wajahnya di depan cermin, ia kembali takjub melihat warna biru yang memamcarkan kilauan dari berlian tersebut.
"Menggunakan perhiasan seperti ini aku seperti ratu Fir'aun saja ya Mas. " Mayang.
"Maksud mu, suami mu ini kejam seperti Fir'aun? " tanya Andre sambil membuka kaos yang ia kenakan.
"Ih, gitu saja tersinggung. Aku yang hamil kenapa kamu yang baperan sih? " Mayang
"Maksudnya, aku cantik seperti ratu Fir'aun. Bukan kamunya yang seperti Fir'aun. "
"Oh Aku pikir kamu mau bilang aku kejam seperti Fir'aun. " dengus Andre.
"Tapi emang ia sih, malahan kamu lebih kejam dari firaun Mas he he. "
"Terserah lah sayang, kamu mau bilang apa. Yang penting kamu bahagia saja. " Andre.
"Aku mandi dulu setelah itu kita sarapan. " Andre langsung menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Oke, aku siapkan baju untuk kamu Mas. "Mayang
"Emang sudah seharusnya seperti itukan. " Andre.
***
Sementara itu Adelia dan Resti bersiap menemui Andre. Adelia terlalu yakin jika Andre mau menikahi Resti, maklum saja menurut rumor yang beredar, Andre menyukai gadis-gadis belasan tahun yang biasanya di jadikan istri siri nya.
"Resti, kamu harus akting sebaik-baiknya di depan Andre dan Mayang, buatlah jika diri kamu itu adalah korban perkosaan dari seorang pria yang tak bertanggung jawab. "
"Ok Mami, soal akting-aktingan Resti paling jago!"
"Bagus! ingat kamu juga harus baik-baiki Mayang agar Mayang semakin simpati dengan keadaan kamu saat ini. " Adelia.
"Beres Mami. Tenang saja. " Resti.
"Sebentar lagi kita sampai, buat air mata buaya kamu dulu. Menangislah dari sekarang, agar ketika sampai di sana, mata kamu sudah terlihat sembab. Dan mereka akan percaya jika kamu memang terlihat sedih."
Resti dan Adelia memang paling jago soal akting.Resti mencubit pahanya agar air matanya keluar.
Air mata buaya itupun menetes. Persis seperti apa yang di butuhkan Resti, Resti menangis tanpa sebab selama perjalanan menuju rumah Andre. Ketika mereka sampai di rumah Andre sandiwara pun di mulai.
***
"Mas aku bosan kalau di rumah terus, ngak ngapa-ngapain. Aku boleh keluar ngak? " tanya Mayang sambil membantu Andre mengenakan kemejanya.
"Mau kemana sih? "
"Aku mau main ke panti saja. Nanti sore aku pulang. "
"Ngak boleh, Kamu ngak boleh pergi sendirian dulu. "
"Kenapa? " tanya Mayang sambil mengancing kemeja Andre.
"Nanti tunggu aku ngak sibuk, aku bawa kamu jalan. Kita main ke pondok pesantren kakek ku. Akan ku perkenalkan kau pada beliau." Andre.
"Hm. iyalah kalau begitu. "
"Kau tak akan bosan sayang di rumah ini, kau bisa memanfaatkan kebun bunga kita, untuk belajar merangkai bunga. " Andre.
"Hm benarkah? apakah boleh aku memetik bunga-bunga di kebun mu itu Mas? "
__ADS_1
"Hm, petik saja sesuka hatimu, semua yang ada di sini sudah jadi milikmu. " Andre.
Mayang tersenyum kemudian mengecup bibir Andre," Sudah selesai," ucapnya sambil tersenyum.
"Terima kasih, Ternyata punya istri lebih menyenangkan, pakai baju saja di bantuin. Ayo temani aku sarapan. " Andre.
"Ayo aku juga sudah lapar Mas. Tadi aku minta bubur ayam pada bi Inah, karena kalau makan roti saat sarapan perut ku terasa pedih. "
Andre merangkul Mayang kemudian mengusap kepalanya.
"Kalau kamu mau makan apa saja tinggal bilang saja sama bi Inah. " Andre.
"Beneran Mas? aku pengen makan sop buntut, sudah lama ngak makan sop buntut" .Mayang.
"Kamu mau buntut apa? sapi kerbau atau apa, aku suruh seseorang mencarinya untuk mu, Asal jangan buntut aku saja ya Sayang. " Andre tersenyum nakal.
"Ih mas pagi-pagi sudah ngomong begituan, malas ah. " dengus Mayang.
"Habis kamu pagi-pagi sudah ngomong soal buntut, ya aku koneknya kearah sana lah. " Andre.
Mereka pun menuju meja makan untuk sarapan.
Selesai Sarapan Mayang mengantar Andre sampai di depan rumah. Sesampainya di depan rumah, Mayang melihat mobil yang ia kenali sebagai mobil ayahnya.
Mobil tersebut berhenti tepat di depan pagar rumah mereka.
"Mas sepertinya itu mobil ayah Mas, "tunjuk Mayang.
Andre pun langsung menatap mobil yang tertahan di diluar, karena memang tak sembarangan orang bisa masuk ke dalam rumah mereka, harus melalui pemeriksaan di pos satpam.
"Ada perlu apa ayah kemari pagi-pagi ya? " Mayang.
Andre menelpon satpam penjaga agar membiarkan mobil tersebut masuk.
Beberapa saat mobil tersebut pun masuk hingga parkir di depan teras.
Wajah Mayang berubah ketika melihat siapa yang ada di dalam mobil tersebut.
'Mereka. untuk apa mereka datang kemari?'batin Mayang.
Bersambung dulu. Masih ada part selanjutnya.
__ADS_1