Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Ziarah


__ADS_3

Sean kembali ke titik kumpul yang mereka sepakati. Saat kembali ketempat tersebut, tiga orang rekannya sudah berhasil menangkap Banest dan Louis kemudian mereka mengambil koper yang di kubur oleh John.


Sean menghubungi markas Red Eyes. Mereka pun di jemput dengan menggunakan helikopter menuju markas Red Eyes di misisipi.


Selama beberapa hari kedepan, Sean akan menghabiskan waktunya di markas Red Eyes untuk memberikan keterangan tentang pasukan Blue Eyes.


Banest dan Louis pun di penjara di markas Red Eyes.


Steven sang pemimpin Red Eyes datang menghampiri Sean.


"Bagus Sean. Atas kerja keras mu aku memberimu pin ini sebagai penghargaan dedikasi dan kesetiaan dirimu dalam menjalankan dan melindungi misi Red Eyes. " Steven menyempatkan pin yang terbuat dari emas murni tersebut ke kemeja bagian dada Sean.


"Terima kasih Steven! ada satu hal yang ingin ku katakan padamu. " Sean.


"Aku ingin menetap di Indonesia.Aku ingin hidup di kampung halaman ku. " Sean.


Steven tersenyum." Apa ada seorang yang menunggu mu di sana? " tanya Steven.


"Iya Saudaraku. Aku ingin menghabiskan waktu bersama keluarga ku. Jadi aku memutuskan untuk pindah markas. "


"Ha ha, terserah kau saja


Sean. Kau salah satu anggota terbaik yang Red eyes miliki. Kau bisa menap dimana saja. Hanya saja jika Red eyes membutuhkan mu, ku harap kau siap untuk menyelesaikan misi. " Steven


"Tentu saja. Aku akan tetap loyal pada Red Eyes. " Sean.


Sean dan Steven pun saling berpelukan. Karena urusan Sean telah beres. Sean di antar pulang ke tanah air dengan menggunakan helikopter milik Red Eyes.


Sean tersenyum kearah rekan-rekan nya kemudian melambaikan tangan. Ia senang karena telah menangkap komplotan Blue Eyes yang menginginkan perpecahan antara Red Eyes dan Black Eyes.


Sean juga mengemban misi perdamaian untuk Red Eyes dan Black Eyes. Meski Red Eyes dan Black Eyes merupakan mafia perdangangan gelap. Namun, mereka lebih memilih perdamaian dari pada konflik yang akan merugikan banyak pihak.


Sean naik ke atas helikopter yang akan membawanya menuju tanah air.


***


Setibanya di tanah air, Sean di sambut bahagia oleh Andre. Helikopter yang membawa Sean tiba di markas Red Eyes setelah mengkonfirmasi kedatangannya kepada anggota yang lainya. Ia segera pulang bersama Andre.


Di dalam mobil Sean bercerita tentang pengalamannya memburu John dan ia juga menceritakan bagaimana John menemui kematiannya kepada Andre dan Mayang.


"Syukurlah kau selamat Sean. John Hendrik juga sudah mendapatkan hukuman yang setimpal. Semoga dengan kematian John, kita bisa hidup dengan tenang." Andre.


Sean hanya membalas dengan tersenyum.

__ADS_1


"Oh Ya Sean, apakah sudah menikah atau punya pacar? " tanya Andre.


Sean kembali tersenyum. "Aktifitas ku yang begitu padat membuatku tak pernah terlibat hubungan asmara dengan wanita mana pun. "


"Ha ha, apa anggota Red Eyes semuanya Laki-laki?! " tanya Andre dengan tawa renyahnya.


"Ada yang perempuan. Tapi sesama anggota Red Eyes di larangan saling menjalin cinta. Seorang wanita yang memutuskan untuk mengikuti anggota Red Eyes, mereka harus siap untuk tak menikah. " Sean.


"Ha ha. Tapi kau boleh menikahkan Sean? " tanya Andre.


"Tentu Boleh. Hanya saja ngak ada wanita yang mau dengan pria seperti ku. " Sean.


"Hah kenapa? yang seperti suami ku aja banyak yang mau! " Sahut Mayang mengejek Andre.


"Ihs maksud kamu apa? mau bandingkan aku dengan kembaran ku? "tanya Andre sambil menarik hidung Mayang.


"Habisnya di bilang ngak ada yang mau. Yang seperti kamu aja banyak yang mau," sahut Mayang


Sean tersenyum.


"Emangnya ada yang salah dengan Andre?" tanya Sean.


"Ngak salah sih. Tapi emang bener. Sudah tahu Andre itu bejad, banyak loh perempuan yang mau nikah sama dia! meski hanya di jadikan istri siri. " Mayang.


Andre menutup mulut Mayang."Sudah sayang, masa lalu ngak usah di ungkit ya. "


"Oh banyak.Ada kali dua puluh wanita yang pernah jadi istrinya. "cetus Mayang.


Sean tak kaget karena mengira Mayang bercanda


"Ih kamu kok benar sih," ucap Andre sambil tersenyum nyengir.


"Wah pantesan saja. Istrimu sensi. "Sean.


"Bearti kakak ipar dapat bekas-bekas dong. " timpalnya lagi.


"Bukan bekas, tapi ampas! seng ada rasa " Mayang kemudian tertawa cekikikan.


"Apa kamu bilang? Ampas? mana ada ampas semanis aku. " Andre menggigit pelan daun telinga Mayang. Ia pun memeluk dan mencium Mayang.


"Ah sakit Mas! kamu kalau gemes suka gitu.Sakit tau " keluh Mayang.


"Habisnya gemes. " Andre.

__ADS_1


. "Udah aku nggak mau bercanda lagi. Kamu kasar! " Mayang mendorong Andre sampai jatuh. kemudian ia tertawa.


"Tuhkan ketahuan siapa yang kasar. " Dengus Andre sambil merapikan pakaiannya.


"Tapi tak apa, yang penting hatinya lembut," ucap Andre sambil memeluk Mayang kembali. Mayang pun kembali mengelayut manja di pelukan sang suami.


Sean tersenyum melihat kebahagiaan Andre yang terlihat bahagia bersama pasangannya. Sean berharap suatu saat ia juga bisa memilih kehidupan yang normal, memiliki istri dan anak-anak. Sayang,butuh waktu bagi Sean untuk mendapatkan semua itu karena ia masih terikat kontrak bersama Red Eyes.


***


Sebelum pulang ke rumah mereka menyempatkan diri berziarah ke makam kedua orang tua mereka.


Andre membuka payung hitam untuk menutupi tubuh Mayang. Mayang memperbanyak doa-doa untuk melindungi dirinya ketika melewati kuburan,karena saat itu dirinya tengah hamil.


Mereka pun tiba di pusara kedua orang tua mereka.


Sean menghampiri pusara tersebut kemudian menangis pilu. Ia memang belum mengingat semua kenangan tentang dirinya. Tapi sejak dulu Sean selalu mendambakan memiliki keluarga yang utuh.Karena itu, ia ingin mencari orang tuanya, Sayangnya semua ke inginan Sean tak mungkin pernah terwujud. Karena kedua orang tua mereka telah tiada.


Sean menangis dengan tubuh yang berguncang menahan rasa sedih dan kecewa.


Begitupun Andre. Ia duduk berjongkok di depan pusara kedua orang tuanya.


"Daddy, Mommy. Andreas sudah bersama ku. Semoga kalian tenang berada di sana. Dan aku janji akan menjaga adikku dengan baik", tutur Andre sambil menepuk pundak Sean.


Sean menangis di atas pusara tersebut. "Maafkan aku Daddy. Selama ini aku juga, mencari keberadaan kalian. Tapi aku memang tak mampu mengingat kenangan masa lalu ku. Saat aku kembali , kalian justru telah tiada, hikss hiks hiks. "


Sean begitu sedih dan rindu, ia pun memeluk batu nisan sang ayah kemudian menangis sambil memeluk pusara tersebut.


Andre menarik tubuh Sean kemudian memeluknya.


"Sudah Sean. Daddy dan mommy pasti sudah tenang di alamnya. Masih ada seseorang yang juga menanti kembalinya diri mu. " Andre.


Sejenak Sean menangis di pelukan Andre. Akhirnya ia memiliki tubuh untuknya bisa bersandar. Sean yang kuat dan hebat ternyata rapuh ketika menghadapi kenyataan jika orang tua yang begitu ingin ia temui, telah pergi untuk selamanya. Untung saja ia masih memiliki saudara kembar, hingga hidupnya tak terasa sepi.


Kedua saudara itupun saling memeluk dan menguatkan. Karena pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki kelemahan, begitu Andre dan Sean. Setelah keadaan keduanya cukup tenang


Keduanya pun kembali bangkit agar tak terlalu larut dalam keterpurukan. Mayang ikut haru melihat hal tersebut ia pun ikut sedih.


Mereka berdua berjalan beriiringan saling bergandengan.


"Inilah keluarga kita Sean. Dan sebagai keluarga kita harus saling melindungi, " ucap Andre.


"Iya kau benar, setidaknya. Aku masih memiliki kalian. " Sean.

__ADS_1


Bersambung reader.


Terimakasih banyak karena masih setia menanti kisah ini. Looe u All


__ADS_2