Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Keluarga Kecil


__ADS_3

Setelah keadaan Ferdi membaik, Resti memutuskan untuk merawat suaminya sendiri.Agar tak terjadi perselisihan antara mertua dan menantu,


mereka berdua juga memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah kontrakan sebelum keberangkatan mereka ke luar negeri.


Ferdi sengaja menunda keberangkatannya sampai kondisi nya membaik. Selain itu Rencananya Resti juga akan mengikuti ujian kejar paket C agar mereka bisa melanjutkan sekolah bersama.


Keputusan tersebut di dukung oleh Adiaksa dan pak Bondan.


Untuk biaya sehari-hari Ferdi menggunakan hasil dari investasi dari beberapa saham atas namanya.Dengan uang tersebut jugalah ia gunakan untuk membeli beberapa perabotan rumah tangga. Karena mereka ingin mencoba hidup mandiri.


Meski tak selengkap yang ada di rumah mereka sebelunya. Namun, itu sudah cukup untuk kebutuhan mereka sehari-hari.


***


Adelia mengantar Ferdi dan Resti di rumah baru mereka. Mobil berhenti di sebuah rumah komplek dengan type 45.


Melihat sang putri yang terbiasa hidup mewah dan bergelimang harta, Adelia jadi miris melihat rumah yang akan di tempati oleh keduanya.


"Resti, kamu yakin akan tinggal di sini? rumah sempit gini? " tanya Adelia dengan sinis.


"Ngak apalah Mi, Inikan tempat tinggal kami untuk sementara waktu. Lagi pula, Kami cuma tinggal berdua saja. Kalau rumahnya terlalu besar aku juga yang repot membersihkan nya. Kalau seperti inikan pas untuk kami berdua. " Resti.


Hm Adelia membuang wajahnya.


Ferdi dan Resti turun dari mobil. Saat itu Ferdi harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Karena ada bagian tulang kakinya yang harus di pen.


Resti membantu Ferdi berjalan menuju rumah mereka.


Semua perabotan rumah sudah tertata rapi di rumah tersebut ketika mereka tiba, karena ada orang yang membereskan sebelumnya. Resti langsung membawa suaminya ke dalam kamar, agar Ferdi segera beristirahat.


"Kamu istirahat di kamar saja ya Ferdi. Biar aku beres-beres dulu. " Resti.


"Iya, Sayang. Tapi jangan lama-lama Ya, nanti aku kangen, ucap Ferdi sambil mengedipkan matanya.


"Tenang saja, Setelah selesai aku balik lagi ke kamar kok. " Resti.


Resti keluar dari kamar menemui mertua dan ibunya.


Baru saja keluar dari kamar, ia sudah dapat sambutan sinis.


"Resti, kamu jaga si Ferdi itu baik-baik, jangan sampai terlambat memberi obat! " Mona.


"Enak saja kamu, kamu pikir anak aku itu pembantu apa?! Restinya saja yang bodoh, masih mau saja dengan Ferdi yang sudah mengkhianatinya. Sudah gitu harus ngurusin si Ferdi lagi. " sahur Adelia yang tak Terima anaknya di perintah.


"Eh emang gitu kok tugas seorang istri! " cetus Mona lagi sambil membuang wajahnya dari Adelia.


"Alah, anak kamu saja ngak becus jadi suami! " Adelia.


Melihat kedua Mami yang bersitegang, Resti buru-buru menengahi mereka.


"Aduh Mami jangan bertengkar dong! Aku kan ngak enak sama tetangga di sini. " Resti.


"Ya sudah! kalau gitu Mami pulang saja, Ngak betah berlama-lama di sini! sempit " Adelia.

__ADS_1


"Aku juga mau pulang, Di suruh tinggal di rumah yang mewah, ngak mau! malah milih tinggal di sini! " Dengus Mona.


"Ayo Pi kita pulang! " Mona.


"Iya Mi.Resti, Papi pulang dulu. Papi titip Ferdi. " Pak Bondan.


"Iya Pi, tenang saja! " Resti.


Setelah semua tamu pulang, Resti menutup pintu kamarnya. Ia pun melanjutkan membereskannya rumah. Kemudian ia kembali ke kamar menemui Ferdi.


Resti duduk di atas tempat tidur mereka, tepat di samping Ferdi.


"Kamu lelah ya? " tanya Ferdi ketika melihat Resti yang bersandar pada headbord.


"Ngak Kok. Sepertinya aku harus membiasakan diri saja. Semua pekerjaan rumah harus di lakukan sendiri. " Resti.


"Kamu tenang saja, Aku akan bantu kamu kok. Sekarang kita istirahat dulu, karena aku sudah rindu sama kamu," ucap Ferdi sambil menarik Resti dalam pelukannya.


Resti tersenyum bahagia dalam dekapan Ferdi. Maklum selama dua minggu ini mereka tinggal berpisah. Karena baik Adelia maupun Mona, tak mengijinkan putra ataupun putri mereka tinggal di rumah mertuanya.


Akhirnya setelah beberapa kali bermusyawarah. Ferdi dan Resti memutuskan untuk tinggal di kontrakan ini. Meski kedua orang tua mereka punya apartemen mewah. Namun, mereka putuskan untuk tinggal di rumah kontrakan yang bersifat netral. Bukan aset salah satu orang tua mereka.


Ferdi membelai rambut Resti. "Kamu kangen ngak sama aku? " tanya Ferdi.


"Kangen dong.Tapi kita masih belum bisa berhubungan suami istri Fer, " Resti.


"Ha ha, melepaskan rindukan ngak mesti melakukan hubungan suami istrikan? "


"Ha ha, iya juga sih " Resti.


"Aku senang banget kita sudah bisa tinggal satu rumah kembali. Meski pun rumah ini jauh perbandingan dari rumah orang tua kita ,Aku harap kita bisa hidup dengan tenang di rumah ini! anggap saja kita mulai dari awal lagi" Ferdi


"Iya Fer, ku harap kita bisa bahagia dengan keluarga kecil kita ini, meski hidup jauh dari kemewahan. " Resti.


"Aku juga berharap kamu bisa hamil lagi Res, dan kali ini aku janji, Akan menjaga kamu dan anak kita dengan sungguh-sungguh. "


"Benar ya Fer, aku pegang janji kamu. " Resti.


"Iya Sayang, " ucap Ferdi seraya mengecup pucuk kepala Ferdi.


Kemudian keduanya saling melemparkan senyum bahagia.


***


Dua bulan sudah berlalu. Ferdi sudah bisa berjalan normal. Selama ini keduanya sudah terbiasa saling membantu dalam urusan rumah tangga.


Pagi-pagi sekali Resti memasak, sementara sang suami mencuci piring. Kemana saja mereka selalu bersama. Dari pagi hingga malam dan itu semakin menumbuhkan rasa cinta antara keduanya.


Makan malam kali ini, Ferdi yang memasak khusus untuk Resti. Karena atas permintaan Resti sendiri. Maklum saja, tadi pagi mereka baru mendapatkan berita bahagia tentang kehamilan Resti kembali.


Satu porsi nasi goreng tersaji di atas piring. Setelah siap, Ferdi membawanya ke dalam kamar.


Karena tak ingin terjadi sesuatu lagi pada kandungan Resti, Ferdi tak membiarkan Resti melakukan pekerjaan berat.

__ADS_1


"Nasi goreng sudah siap Sayang, ayo bangun! " Seru Ferdi sambil meletakkan piring di atas pangkuannya.


Resti yang berbaring segera bangkit.


Resti menghirup aroma nasi goreng tersebut.


"Wah sepertinya enak. "


"Enak dong! Aku masak spesial untuk kamu dan anak kita," ucapnya sambil menyendok ke mulut Resti.


"Gimana enak ngak? " tanyanya lagi.


"Enak dong, masakan Papa Ferdi. " Resti.


"Ehm, syukurlah. Mulai sekarang kamu mau makan apa saja biar aku yang masak, asal kamu mau makan saja. " Ferdi.


"Ehm, makasih Papa! Anak mu pasti senang," ucap Resti sambil mengusap perutnya yang masih datar.


Ferdi mengusap perut Resti dan menciumnya.


"Tentu saja, Papa akan lakukan apa saja untuk calon buah hati kita. " Ferdi.


"Ehm, senangnya. "


Resti langsung memeluk suaminya.


Dan langsung di balas oleh Ferdi.


Kedua pasangan tersebut semakin bahagia menjalani biduk rumah tangga mereka,apalagi tak lama lagi, anggota keluarga yang baru akan hadir di tengah-tengah keluarga kecil mereka yang akan menambah kebahagiaan kedua pasangan tersebut.


Bersambung dulu ya. Maaf otor telat upnya, habisnya fikiran otor ngak fokus, karena anak dan suami yang sedang kurang sehat. Author mau selesaikan kisah Ferdi dan Resti dulu ya, mungkin besok baru balik ke cerita Mayang dan keluarganya.


Satulagi ada rekomendasi novel keren untuk para reader, mungkin sambil nunggu author up. Dengan judul :Suami sementara. By author :Septi.


Berikut cover dan sinopsisnya



"Ceraikan Rey, dan kembalilah padaku!"


"Aku tidak bisa." Ujar Amora dengan wajah datar.


Farhan menatap Amora dengan bingung.


"Kenapa? Bukankah kita sudah sepakat menjadikan Rey sebagai suami sementara agar kita bisa menikah kembali?"


"Aku mencintainya."


"Apa?"


"Kami saling mencintai dan sampai kapanpun kami tidak akan pernah bercerai. Terimakasih karena memilihkan Reyhan untuk menjadi suami sementara untukku. Tapi sekarang semuanya berbeda. Aku ingin dia menjadi suamiku selamanya. Dan maaf, aku tidak bisa kembali padamu."


Awalnya, Farhan memilih sepupunya yang bernama Reyhan untuk menjadi suami sementara bagi Amora sang mantan istri agar keduanya bisa rujuk kembali. Ia sudah menjatuhkan talak tiga, dan jika ingin kembali pada Amora maka Amora harus menikah dengan pria lain terlebih dahulu. Tapi siapa sangka, cinta tumbuh antara Amora dan Reyhan hingga mereka tak ingin berpisah. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

__ADS_1


__ADS_2