
Beberapa saat kemudian Andreas keluar dari kamar operasi.
Melihat saudaranya untuk pertama kali setelah dua puluh tahun terpisah, membuat Andre terharu. Tak terasa bulir bening menetes di pipinya.
Melihat wajah Andreas, ia seperti bercermin pada dirinya.
"Akhirnya aku menemukan mu," ucapnya sambil mengusap wajah Andreas yang pucat.
Andre ikut mengantar Andreas ke kamar perawatannya. Tetap dengan pengawalan ketat.
***
Setelah mempersiapkan pakaian untuk ia dan suaminya untuk beberapa hari, Mayang segera menuju mobil yang sudah di persiapan untuknya.
Sepanjang perjalanan, Andre meminta Mayang untuk tak memutus sambung telpon nya.
Mobil Mayang di kawal beberapa mobil bodyguardnya. Tak hanya di rumah, di dalam rumah saja Bodyguard selalu stanby menjaga Mayang.
Sesampainya di rumah sakit, Mayang sudah di tunggu di lobby oleh Andre.
Andre lagsung membuka pintu mobil Mayang dan membantu nya untuk keluar dari mobil.
"Bagaimana keadaan adik kamu Mas? " tanya Mayang ketika melihat wajah Andre yang terlihat sembab.
"Syukurlah ia sudah melewati masa kritisnya. " Andre.
Mayang tersenyum.
"Aku turut bahagia Mas, kini kau bisa tenang. Karena Satu-satunya keluarga yang kau miliki ada di samping mu. "
"Ngak Satu-satunya Sayang. Bukannya ada kamu dan anak-anak kita yang sebentar lagi lahir," ucap Andre dengan pancaran kebahagiaan di wajahnya.
__ADS_1
Mayang memeluk lengan suaminya. Ia ikut bahagia melihat sang suami yang bahagia.
Andre merangkul pundak sang istri, mereka berjalan bergandengan mesra melewati koridor rumah sakit hingga mereka sampai di kamar Andreas.
Di depan kamar Andre menugaskan empat orang untuk menjaga Andreas.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut.
Mayang mendekat ke arah Andreas yang terbaring dengan perban yang membalut pada bagian dada dan punggungnya.
"Kenapa dia Mas? " tanya Mayang lirih.
"Andreas di tembak tepat di depan kantor ku. "
"Oh... tapi kenapa? " tanya Mayang dengan nada lirih.
"Entahlah. Tapi siapa pun orang yang telah melakukan ini terhadap adikku, tak akan ku biar dia hidup," ucap Andre dengan tubuh yang gemetar menahan dendamnya.
Mayang memeluk suaminya, berharap Andre tak lagi melakukan aksi balas dendam.
Andre tergaman mendengar permintaan sang istri yang terasa berat baginya. Balas dendam adalah tradisi bagi mereka yang mengeluti dunia hitam. Karena mereka punya aturan sendiri, dan hukuman dari penegak hukum di rasa tak memuaskan.
"Mas kali ini saja aku minta pada mu untuk berhenti melakukan kekerasan, aksi balas dendam, kau tenang saja kita punya Tuhan yang maha adil, seorang pendosa akan mendapatkan balasan setimpal dengan apa yang telah di perbuatnya.lagi pula kau dan saudara mu sudah bersama, mari kita ciptakan ketenangan di keluga kita Mas. "
Andre masih memaku terdiam seribu bahasa. Sementara Mayang semakin erat memeluknya.
"Aku mencintaimu Mas, aku ingin hidup bahagia bersama mu, bukan hidup mewah bergelimang harta. Namun, tak ada ketenangan dalam rumah kita. Saat ini saja aku merasa risih, mau pergi ke Mall saja harus di kawal dengan begitu ketat. "
Andre menarik napas panjang. "Akan ku pikiran sayang. Saat ini aku belum bisa memberi keputusan," ucap Andre sambil mengusap kepala Mayang.
"Iya Mas. Setidaknya kau pikiran masa depan untuk Anak-anak kita nanti. " Mayang.
__ADS_1
Mayang mengurangi pelukannya kemudian mencium bibir Andre. Ia berharap suaminya mau mengabulkan permintaannya tersebut.
Andre hanya membalas dengan senyuman manis kearah Mayang.
Tak lama berselang, mereka melihat jari-jari Andreas Bergerak-gerak, begitupun kelopak matanya yang ikut Bergerak-gerak.
Mayang dan Andre terus mengamati hal tersebut dan dalam hitungan detik kemudian, Andreas perlahan membuka matanya.
Mayang dan Andre saling melemparkan senyum bahagia.
"Kau sudah sadar? " tanya Andre pada Andreas ketika ia melihat Andreas menatap nya.
Andreas kaget setelah membuka mata, ia justru melihat seorang laki-laki yang mirip dengan wajahnya.
Kedua saudara itu saling beradu pandang, bola mata Andre berpendar menatap manik mata Andreas dengan tatapan berembun.
"Kau? " ucap Andreas lirih.
"Kau ingat siapa aku? " tanya Andre dengan bola mata yang semakin memerah.
"Kau Andre kan ? " tanya Andreas sedikit ragu.
Andre menggangguk, keduanya kemudian saling melemparkan senyum simpul, bulir bening perlahan menetes di pipi masing -masing mengungkapkan rasa haru atas pertemuan mereka saat itu.
"Iya aku Andre saudara mu, hiks. "
Tanpa bisa menahan rasanya, Andre pun langsung menghambur memeluk Andreas. Kedua lelaki hebat tersebut menangis haru di liputi perasaan bahagia. Tubuh Andre bahkan terguncang ketika ia mencium saudara kembarnya untuk pertama kali setelah sekian lama.
Mayang ikut berurai air mata menyaksikan peristiwa tersebut.
Bersambung dulu reader. maaf up telat 🙏😅
__ADS_1