
Nasi goreng berwarna merah menyala dengan toping telur dadar dan orak arik tempe.
"Hah makanan seperti ini yang di bekalkan Hesti untuk kita? " Andre mendengus kesal.
"Kenapa? " tanya Sean sambil menyantap makanannya.
"Aku tak bisa makan, makanan seperti ini. "
" Coba saja, enak kok. Istriku yang masak pasti enak. " Sean memakannya dengan lahap.
Andre menelan salivanya,melihat Sean yang begitu menikmati makanan tersebut.
Andre mencoba makan nasi goreng dingin tersebut. Baru dua suap ia langsung berhenti.
Andre langsung berlari ke kamar mandi. setelah itu.
***
Sore harinya Mayang menyiapkan kebutuhan untuk mandi sore putra putrinya.
Mayang tersenyum ketika melirik ke arah putra putrinya yang tengah asyik bermain bersama.
" Raya! Rayyan! " Panggilnya.
Kedua pun menoleh secara bersamaan.
" Duh pintarnya anak-anak mommy!"
Ah! Ah! Raya mengulurkan tangannya ke arah Mayang.
"Gak boleh minta gendong terus ya, Kalian main berdua, mommy siapkan air hangat! Sepertinya daddy bakalan pulang terlambat. "
Mayang beranjak dari tempat tidur nya,sesekali ia kembali melirik ke arah Raya yang semakin lucu, pipinya yang chubby dengan rambut ikalnya yang membuatnya semakin menggemaskan.
Begitupun dengan Rayyan, si tampan yang cueknya kebangetan. Wajah tampannya sudah terlihat sejak kecil dengan hidung bangir dan bibir minimalis.
Kedua kembali bermain bola warna warni dengan posisltiarap.
A a ! Suara keduanya yang saling berinteraksi.
Setelah menyiapkan pakaian ganti untuk buah hatinya, barulah ia memandikan satu persatu anak mereka.
Waktu menunjukkan pukul lima sore, tapi Andre belum juga pulang. Bahkan ketika ia sudah selesai memandikan dan memberi makan anak-anak mereka.
Di liriknya jam dinding kembali.
"Mas Andre kemana sih, gak biasanya pulang terlambat. "
Mayang kembali menyisir rambut kriwel Raya dan memakaikannya jepit rambut, hingga bayi enam bulan tersebut semakin lucu, apalagi kulitnya yang putih bersih dan bulu mata lentik, yang memang didapat dari keturunan Adiaksya. " Ih anak mommy bikin gemes saja," ucapnya sambil mencium-cium Raya.
" Daddy pulang! "Seru Andre seraya membuka pintu kamarnya.
" Loh Daddy, kok baru pulang? " tanya Mayang heran karena melihat penampilan suaminya.
"Kok sepertinya daddy terlihat lemas sih? Daddy sakit? " tanya Mayang seraya meraba kening suaminya.
"Ngak sakit, Daddy hanya dehidrasi akut, jadinya lemas. "
Andre berjalan menuju tempat tidur kemudian langsung mendaratkan bokong ke tempat tidur.
Andre menghela nafas panjang seraya melepaskan simpulan dasinya.
"Kok bisa sih Daddy? Pasti salah makan ya? " terka Mayang.
" Iya, gara-gara bekal bawaan Hesti! " tukasnya sambil melemparkan dasinya ke lantai.
"Emang apa yang Hesti bekalkan untuk kalian? " tanya Mayang
" Nasi goreng, tapi pedasnya minta ampun! Komentar netizen saja kalah pedas.Ini saja daddy sudah puluhan kali ke toilet, " dengus Andre.
__ADS_1
"Ha ha,kalau gak tahan pedas, kenapa dimakan sih, kayak gak punya uang untuk beli makan siang di luar saja. "
Ah ah Raya menegur Andre.
" Kenapa sayang?! Sini peluk Daddy. "
Andre coba meraih Raya dari tangan Mayang.
Anehnya Raya tak menangis saat itu.
" Cayang inces Daddy. Kamu dan Rayyan yang bikin daddy selalu ingin cepat pulang. Sebenarnya daddy disarankan untuk opname oleh suster. "Andre
"Loh memangnya daddy tadi sampai di bawa rumah sakit? "
" Gak, Daddy lemas, puluhan kali bolak-balik ke toilet. Karena benar-benar gak tahan. Daddy panggil perawat untuk memberikan infus untuk daddy. "
"Ehm, separah itu. "
Iya, dengan wajah yang lesu Andre melihat ke arah Raya.
Raya merentangkan tangannya mengusap wajah tampan daddy-nya dengan mata yang cekung.
" Ehm, Cayang daddy. peluk-peluk daddy Nak. Senang rasanya dipeluk Raya, jadi seger lagi daddy. Sini abang gak mau peluk Daddy. "
Andre dan Raya saling memeluk,tangannya yang mungil mengusap punggung Andre.
" Duh pinternya Raya. "Andre mengusap punggung Raya, meski masih kecil, seperti Raya mengerti jika Daddy sedang sakit.
Mayang begitu haru, Raya yang biasanya tak mau disentuh Andre, kini terlihat peduli dengan daddy-nya.
Andre berbaring dengan membawa Raya. Diletakkan Raya di atas dadanya.
Diangkatnya Raya dengan kedua tanganya, Raya pun tertawa renyah membuat Andre kembali bersemangat.
Mayang membawa Rayyan ke atas tempat tidur, keluarga kecil itu tertawa riang bersama, menghabisi sore dengan bahagia.
***
Resti dan Ferdi saat itu baru saja selesai menikmati makan malam.
Resti membersihkan piring-piring sisa mereka makan. " Sudah Yank kamu istirahat saja, biar aku yang bereskan.Kamu istirahat saja. "
"Gak Lah, katanya biar persalinan lancar harus banyak gerak. "
"Iya tapi ini sudah malam. Kamu istirahat saja, kita ini jauh dari orang tua, aku takut terjadi sesuatu pada kamu. "
"Yah udah kalau gitu, kamu saja yang beresin, aku mau rebahan dulu. " Resti memang merasa ada yang berbeda pada dirinya.
"Aduh perutku kenapa terasa sakit begini. " Resti meringis ketika merasakan sakit.
" Kamu kenapa Yank?" tanya Ferdi seraya menghampiri Resti.
"Aduh perutku sakit Fer, " keluh Resti sambil mengusap perutnya yang sudah membuncit.
"Sepertinya kamu akan melahirkan, sebentar aku telpon ambulan. " Ferdi meraih handphone nya .
Telpon mami dan Papi juga Fer, mereka harus diberi tahu," ucap Resti.
"Iya Sayang. "
Beberapa saat kemudian Resti dan Ferdi sampai di rumah sakit. "
Resti di periksa oleh dokter kandungan saat itu. " Persalinan-nya sebentar lagi. Saya akan bersiap dulu. "
" Baik Dokter. "
Ferdi menggenggam erat tangan Resti, saat itu ia begitu cemas dan begitu gugup.
Begitupun Resti, ia sempat ketakutan.
__ADS_1
"Ferdi, kalau aku meninggal ketika melahirkan, kamu jaga anak kita ya Fer, jangan kamu sia-siakan hiks, " tubuh Resti berguncang menahan rasa sakit dan rasa takutnya.
"Tentu saja Sayang, tapi aku yakin kamu pasti kuat, " ucap Ferdi sambil mengusap kening Resti yang basah.
Resti menggelepar, karena merasakan rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya menggelinjang dengan tangan yang gemetar.
Ferdi menangkap dan menggenggam erat salah satu telapak tangannya.
"Aduh Ferdi perutku sakit sekali," keluh Resti dengan tubuh yang terangkat menahan sakit.
"Iya Sayang sabar ya. Ingat sebentar lagi kita akan punya anak, semoga saja kamu melahirkan anak perempuan." Ferdi memberi semangat kepada Resti yang terlihat menderita tersebut.
"Akh! Sakit! Keluh Resti beberapa kali. "
Setelah satu jam menahan rasa sakit yang luar biasa, persiapan persalinan pun dimulai.
Resti mengumpulkan seluruh tenaga yang ia miliki, kemudian mengatur nafasnya.
" Siap ya Nyonya, ikuti aba-aba dari saya . " dokter menginstruksikan.
Tarik nafas panjang, kemudian hembuskan dengan perlahan.
Satu dua tiga…
Hesti menarik napas panjang kemudian mendorongnya dengan kuat.
Hua Hua. Dorongan pertama nafasnya belum sampai.
"Lagi Nyonya, sekali lagi. "
"Tarik Nafas panjang, kemudian dorang dengan kuat! "
Resti mengikuti instruksi dari dokter. Ia kembali menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya sambil mendorong.
Sementara Ferdi terus saja memberinya semangat.
"Ayo sayang! Sedikit lagi! "
Resti mendorong dengan kuat, hingga wajahnya memerah. Dengan sisa tenaganya.
Uhhh! Hua Hua Hua!!!
Oek oek terdengar suaranya tangis bayi yang begitu kencang.
Ha ha, Resti mengatur nafasnya seraya merebahkan tubuhnya. Ia seperti kehabisan tenaga.
"Selamat ya, bayi anda perempuan. " Dokter tersebut menunjukkan bayi yang tengah menangis itu.
Mendengar hal itu, Resti dan Ferdi saling memandang.
" Sayang anak kita perempuan. "Ferdi langsung memeluk Resti.
Resti pun menangis hari di pelukan Ferdi
" Iya Fer, akhirnya kita punya bayi perempuan, hiks. "
***
Setelah di bersihkan, bayi tersebut di serahkan kembali pada Resti dan Ferdi.
Dengan perasaan yang teramat bahagia mereka menyambut kehadiran anggota baru keluarga kecil mereka.
"lihatlah Fer, dia begitu cantik. " Resti tak dapat membendung air matanya. Kerinduan untuk memiliki seorang putri kini terwujud sudah.
Berkali-kali, ia mencium dan memeluk bayinya itu, sebagai ungkapan cinta yang tak terhingga dari seorang ibu.
Bersambung dulu ya reader,tetap jaga kesehatan, karena sehat itu mahal, apalagi sakit yang pasti akan lebih mahal.
Rencananya author mau loncat waktu nih, ngak banyak lima tahun saja gimana ya? ada saran mungkin 🙏
__ADS_1
Assalamu'alaikum wr wb
"