Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Takluk


__ADS_3

 Tanda tangani ini Steve! " Bentak Jackson. 


Tentu saja Steve merasa keberatan untuk membubarkan  Red Eyes, Red Eyes adalah kumpulan mafia di seluruh dunia yang di rintis susah payah oleh ayahnya. 


Namun, Saat ini Red Eyes juga sudah hancur, jika semua data dirusak dan sistem informasi diblokir, Red Eyes juga tak bisa berbuat apa-apa. 


Jalan satu-satunya adalah membuat Kelompok baru dengan sia-sia anggota yang ada. 


Steve mengedarkan pandangannya ke arah beberapa anak buahnya yang terkena luka tembak. 


" Waktumu lima detik, Steve! " tekan Jackson. 


Sementara 20 anggota black Eyes lainnya sudah siap dengan senjata mereka. 


Sepuluh anggota Red Eyes nasibnya seperti di ujung tanduk. 


" Tanda tangan saja Steve, Red Eyes sudah tak bisa diselamatkan lagi. Kita bisa mendirikan nama baru jika kita tetap hidup. "


Salah seorang memberi saran pada Steve. 


Tiga ...dua… waktu dihitung mundur.  sat… 


" Baiklah aku tanda tangan! " Seru Steve di separuh detik terakhir. 


Karena tekanan yang diberikan Jackson, Steve terpaksa menandatangani surat tersebut. 


" Bagus! " Jackson memberi selembar kertas dan tinta biru kepada Steven, kemudian dengan tinta tersebut Steve menandatanganinya. 


" Bagus Steven, dengan ini Red Eyes bubar. Kau punya waktu 1x24 jam untuk membuat pengumuman ini kepada anggota Red Eyes lainya. " 


" Kami akan menjadikan mereka semua tawanan, sampai Red Eyes benar-benar resmi dibubarkan. "


" Dan Black, dia akan diinterogasi kemudian akan dipenjarakan di penjara Black Eyes. "


Mereka semua tak bisa berkutik. Hanya bisa menuruti perintah Jackson. Ratusan anggota Red Eyes di markas utamanya, kalah dengan 30 orang anggota Black Eyes.


" Kita bawa, tawanan kita! " Jackson. 


Steven tak bisa berbuat apa-apa. Dalam dua puluh empat jam, ia harus membubarkan Red Eyes secara resmi. 


***


Sebelumnya


Malam semakin larut, artinya sudah lebih dua belas jam Mayang tak sadarkan diri. 


Selama dua belas jam juga Andre tak beranjak dari kamar itu. Bahkan sudah seharian ini ia tak makan dan tak minum. 


Tubuhnya pun terasa lemah, karena dehidrasi. 


Andre mengusap wajah sang istri yang terlihat begitu pucat. 


Diciumnya pipi Mayang berkali-kali . 


" Yank, bangun Yank. Jangan tidur terus, Aku sudah rindu mendengar suara kamu Yank." 


Dikecupnya lagi bibir sang istri, berharap Mayang akan membalas. Namun, setelah sekian lama, Mayang masih juga tak sadarkan diri. 


Seorang suster datang menghampiri ruang perawatan intensif tersebut, untuk memeriksa keadaan Mayang. 


"Permisi tuan, saya periksa keadaan istri anda. "

__ADS_1


"Silahkan Suster. Kenapa istri saya belum juga sadar? "


Setelah diperiksa di laboratorium, peluru tersebut mengandung racun yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di sekitarnya. Jika saja tuan tak segera membawa istri anda, mungkin saat ini istri anda tidak tertolong. Karena pembuluh darah yang tersumbat bisa merusak sel-sel yang ada dan memperlambat terbentuknya sel baru, hingga menyebabkan luka sulit untuk sembuh." 


"


' Biadab!  mereka merencanakan membunuhku, Steve!kau cari masalah kepada ku. ' batin Andre dengan geram.


Mendengar itu, Andre langsung berang. Ia semakin menaruh dendam pada Red Eyes terutama Steve, Andre mengira Steve masih menyimpan dendam terhadapnya, akibat dari peristiwa lima tahun yang lalu, ketika Steve menculik Sean.


Setelah suster keluar, Andre kembali menelpon Mr Chan! Kali ini ia tak main. Andre meminta agar Red Eyes dibubarkan, dan pelaku penembakan terhadap Mayang di penjara seumur hidup. 


Andre tak mau membunuh Black, karena ia sudah bersumpah pada istrinya untuk tak lagi menghabisi nyawa orang lain dengan tangannya sendiri. 


***


Steve disaksikan beberapa anggota Red Eyes lainya, melakukan telekonferensi, dengan pengawalan super ketat dari pihak Black Eyes. 


" Saya Steven Smithson. Dengan ini mengakui kekalahan Red Eyes terhadap Black Eyes, Karena itulah, dengan ini pula Saya menyatakan organisasi Red eyes dibubarkan. " 


Karena pernyataan Steve tersebut,organisasi Red Eyes secara resmi dibubarkan. 


***


Malam semakin larut, Andre tidur dalam keadaan lelah, bahkan sudah seharian ini ia tak makan dan tak minum. 


Tiba-tiba saja ia merasakan sentuhan lembut yang menyentuh wajahnya. 


Andre mulai membuka matanya dan melihat Mayang yang tersenyum ke arahnya. 


Andre langsung tersenyum lebar ketika melihat wanita yang ia cintai kini sudah membuka matanya. 


" Senang melihatmu lagi Mas," ucap Mayang lirih. 


" Aku juga bahagia. Ketika membuka mata melihat kau sudah tersenyum pada ku, " ucap Andre sambil mencium kening istrinya dengan  lekat. 


" Aku pikir, aku tak akan pernah  bisa melihatmu lagi, Mas."


" Jangan bicara seperti itu Sayang. Mendengarnya saja aku sudah merasa takut. "


Andre menatap istrinya dengan tatapan yang berembun. 


Mayang menatap ke arah suaminya yang terlihat kau kacau. 


" Kamu kenapa Mas? Kamu baik-baik saja kan? " tanya Mayang. 


" Bagaimana aku bisa baik-baik saja, jika kau sedang tak baik-baik saja, " ucap Andre sambil mengusap rambut halus istrinya. Kemudian ia memeluk istrinya karena rindu. 


Mayang tersenyum, " Aku pikir kau akan senang jika aku mati, karena kau bisa menikah dengan banyak wanita lagi,"ucap Mayang sambil mengusap rambut Andre yang tengah memeluknya. 


" Mana mungkin, aku tak butuh banyak wanita, aku hanya butuh kau. "


Keduanya pun saling melemparkan senyum bahagia penuh cinta. 


" Cepat sembuh sayang. Anak-anak kita sudah menanti kepulangan kita," ucap Andre penuh harap.


Mayang jadi teringat dengan dua buah hati. 


" Iya Mas, Kasihan mereka. Mereka pasti sedih karena kita tak jadi pulang, " ucap Mayang sambil meneteskan air matanya. 


" Kamu tenang saja Sayang, aku sudah beritahu pada mereka, jika kita ada urusan, hingga kepulangan kita di tunda. "

__ADS_1


" Iya, tapi aku sudah Rindu Mas.Rasanya ingin segera pulang."


" Iya Sayang, besok kita pulang. Jika memungkinkan, kamu di rawat di rumah kita saja. "


Mayang tersenyum ke arah Andre. " Iya Mas, aku ingin dokter tampan Andre yang merawat ku. " 


" Siap nyonya bos. Untuk nyonya bos apa saja akan ku lakukan. "


" Terima kasih pak bos ku Sayang. "


Keduanya saling melemparkan senyum dan kembali saling memeluk.


***


Setelah mengobrol sebentar dengan istrinya, barulah Andre bisa tidur dengan nyenyak. 


Baru saja memejamkan matanya, Andre kembali dikejutkan dengan suara panggilan masuk dari telponnya. 


Ia langsung bergegas meraih handphone tersebut. 


Dengan hati-hati, Andre langsung turun dari tempat tidurnya. 


Ia berjalan menjauhi Mayang. 


" Hallo. " 


" Halo tuan Andre. Perintah tuhan sudah diLaksanakan. Red Eyes secara resmi sudah dibubarkan. " 


" Bagus.Saya senang dengan cara kerja kalian. " 


Andre menutup telponnya tersebut. 


Steve dan beberapa anggota Red Eyes lainnya berada dalam penjara Black Eyes. 


Karena penyerangan ini, Steve menyimpan dendam terhadap Andre. Ia berencana akan melakukan apa saja untuk menghancurkan Andre dan Black Eyes. Termasuk membuat kelompok baru yang bisa mengalahkan kekuatan Black Eyes. 


Bersambung dulu ya gengs. 


Kemarin author mau double up, tapi gak bisa,karena bocil lagi pada sakit. 🙏😀


Masih ada beberapa episode sebelum kita lanjut ke sequelnya ya. 


Berikut sedikit Blurb sequel nya. Tapi author belum dapat judul yang pas nih. Baca dulu Blur Nya, siapa tahu reader tersayang bisa beri saran 😀🙏


Kira-kira yang mana ya yang bagus🙈


🌹Penjara cinta dua anak Mafia.


Atau


🌹Cinta Sejati Ku, Musuh Abadi Ayah ku


Blurb


Rayyan, pria dingin ini sebelumnya tak pernah mengenal cinta pada lawan jenis. Ia sengaja menuntut ilmu di negeri paman Sam untuk melanjutkan perusahaan ayahnya. 


Siapa sangka, ia justru terjerat cinta pada seorang gadis, putri dari seorang bos Mafia yang menjadi musuh dari ayahnya sendiri. 


Tak hanya itu, Anna Emerald Smith ternyata sudah dijodohkan sejak kecil karena perjanjian hutang ayahnya. Butuh perjuangan besar untuk meraih cinta tersebut. 


Seperti apa perjuangan cinta dari dua anak bos Mafia ini. 

__ADS_1


__ADS_2