Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Harmonis


__ADS_3

Radit menatap Riska yang terlihat kecewa terhadap nya.


"Maafkan aku, aku pernah berkhianat padamu, ketika kita menjalani hubungan LDR, tutur Radit seraya meraih telapak tangan Friska.


Bulir bening menetes pada pipi friska


"Berat bagiku menerimamu Mas, karena kau telah berkhianat atas cintaku. Dan biasanya seorang yang berkhianat akan mengulangi kesalahan nya. " Friska.


"Iya sayang,tapi saat itu kita belum menikah dan setelah menikah aku tak pernah berkhianat pada mu. " Radit.


"Dan aku janji tak akan mengulanginya lagi," ucap Radit dengan sunguh-sungguh.


"Entahlah Mas, yang jelas aku kecewa sama kamu. " Friska mengahapus air matanya.


Rasanya terlalu sakit jika mengingat apa yang baru saja di katakan Radit.


"Maaf Sayang, "ucap Radit lagi sambil menatap wajah Friska.


Friska mengusap perutnya.


"Aku memaafkan mu demi anak yang ada di dalam kandungan ku ini Mas, "tuturnya dengan lirih, bulir bening kembali menetes di pipinya.


"Sebaiknya kita pulang dan kita bicarakan masalah ini berdua saja, "ucap Radit sambil merangkul pundak istrinya.


Friska mengikut saja, tak ada pilihan lain baginy ,kecuali memaafkan Radit. Selain karena ia terlalu mencintai Radit, Friska pun kini tengah mengandung buah hatinya bersama Radit.


Saat itu juga mereka memutuskan untuk pulang.


***


Si kembar Luzy dan Lucy menangis tergugu. Tubuh mereka berdua masih gemetaran karena mendengar ancaman Radit.


Mirna menghampiri Luzy dan Lucy.


"Kalian ini bikin malu aku saja ya. Aku pikir kalian sudah berubah ternyata malah makin parah, Aku jadi tak enak hati dengan Mayang. " Mirna.


"Maaf Mbak, kami ngak sengaja! Tolong bujuk Mayang Mbak, agar Andre tak menghukum kami Kak, Kami mau pulang ke kampung saja. " Luzy.


"Ya sudah sana pulang! Aku ngak bisa bantu apa-apa. Kalian tanggung sendiri akibat dari perbuatan kalian. " Mirna.

__ADS_1


"Karena kalian berdua, dua rumah tangga yang harmonis bisa-bisa berantakan? " tambahnya lagi.


"Kalian berdua sebaiknya pergi. Sebelum tuan Andre berubah pikiran. Bisa-bisa kalian di tahan di rumah ini, dan aku sendiri tak tahu apa yang akan di lakukan terhadap kalian. Berdoa saja jika Nyonya mau di bujuk oleh tuan Andre, tapi jika nyonya tak mau di bujuk, kalian berdua bisa jadi tempat pelampiasan kemarahan tuan Andre. Kalian pernah dengarkan, tentang sepak terjang tuan Andre. Bisa saja ia kembali jadi Andre yang dulu, jika ia kehilangan istrinya. " Alex.


Mendengar hal tersebut, Luzy dan Lucy semakin ketakutan. Seperti di kejar hantu, keduanya gemetaran hampir saja mereka pipis di celana.


"Bagaimana nasib, kita Luzy? " tanya Lucy.


"Kita pulang kampung saja sekarang. Aku takut tinggal nama, jika kita tetap berada di sini. " Luzy


"Kalau begitu biar aku yang antar kalian melewati pemeriksaan. Setelah itu, sebaiknya kalian menjauh. Dan belajar untuk tak usil dengan urusan orang. "


Alex membawa Luzy dan Lucy keluar dari ruangan tersebut.


***


Sementara di tempat terpisah Andre terus mengejar Mayang


"Yank, Sayang kok kamu yang marah sih Yank. Harusnya aku yang marah," ucap Andre sambil membututi istrinya.


"Gimana aku nggak marah Mas,kamu selalu seperti itu. Aku sudah bilang itu masa lalu , jangan diungkit lagi.Semua telah berlalu.Kau selalu begitu,seolah-olah kau tak pernah melakukan kesalahan.Jika tak bisa menerima aku yang dulu, untuk apa aku ada disini. " Mayang.


"Iya Sayang. Aku tahu ,aku memang salah. Tapi jangan pergi dari hidup ku, aku bisa gila tanpa kamu dan anak-anak kita Sayang. " Andre memeluk Mayang.


Baby boy menangis dalam pelukan mereka.


"Sekarang bukan waktunya bagi kita untuk mementingkan diri kita sendiri Sayang. Kasihan anak-anak kita jika kita berpisah. Aku ngak rela, hanya karena orang lain. Rumah tangga kita yang bahagia jadi berantakan. " Andre.


"Nah tahu sendiri kan? " Mayang.


"Iya Sayang, sudah. Aku lebih percaya pada mu di bandingkan siapa pun di dunia ini." ucap Andre sambil mengecup kening Mayang lekat.


"Aku janji ini yang terakhir. " Andre.


"Alah kemarin juga yang terakhir," cibir Mayang.


"Oh yang kemaren ekstra part satu, yang ini ekstra part dua .Setelah itu baru the end. " Andre coba membujuk Mayang dengan bercanda.


"Kok seperti novel online sih, pakai ekstra part segala. ketahuan kamu tak hanya mantan Mafia saja, tapi juga pecinta novel online." Mayang.

__ADS_1


Ha ha, keduanya tertawa kecil, suasana pun perlahan mencair.


"Iya sayang, dulu sebelum jadi Mafia, suka baca novel yang bertema Mafia, biar bisa belajar jadi Mafia yang ngak baik dan ngak benar. Sekarang suka baca novel roman, biar bisa belajar jadi pasangan yang romantis yang bucin gitu. " tutur Andre dengan senyum mengejek nya.


"Bisa saja! " cetus Mayang, sambil megulum senyum karena lelucon Andre tersebut.


"Bisalah, untuk kamu apa saja bisa, " ucap Andre sambil mengusap punggung Mayang yang ada dalam pelukannya.


"Jangan marah lagi ya, Sayang," bujuk Andre, seraya mencium pucuk kepala Mayang.


"Iya, "dengus Mayang.


"Kalau begitu, ayo kita kembali menemui tamu kita. " Andre.


"Ngak Mas, aku malu. " Mayang.


"Ngak usah malu, biar aku yang menjelaskan di depan tamu kita nanti. Lagi pula aku bukan marah sama kamu. " Andre.


"Iya Mas, tapi aku kasihan pada dokter Radit, pasti istrinya terpukul dan ke...," Mayang di bungkam oleh bibir Andre


Andre mengecup bibir Mayang.


"Ingat jangan pikirkan orang ketiga. Biar Radit sendiri yang menjelaskan pada istrinya. Lagi pula dia menang salah. Sudah punya tunangan masih menginginkan gadis lainya. " Andre.


"Iya, waktu itu, aku juga ngak tahu jika dokter Radit punya tunangan.Aku pikir dia hanya bercanda, Lagi pula saat itu, aku tak punya perasaan apa-apa terhadapnya. Aku menerima cintanya karena aku ingin melupakan kejadian pahit yang menimpa ku saat itu, aku hanya ingin mencoba untuk percaya pada seseorang dan itu adalah dokter Radit. "


Andre menatap Mayang lekat.


"Please Sayang, jangan ceritakan kebaikan pria lain di hadapan ku, aku cemburu. " Andre menatap dengan tatapan mengiba.


Mayang tersenyum kemudian mengecup bibir Andre.


"Ini yang terakhir Sayang. Aku tak akan bicara kan pria lain di hidupku, karena aku sekarang tahu suami ku pencemburu berat. "


Andre tersenyum kemudian memeluk Mayang kembali. "Terima kasih atas pengertian Sayang, " ucap Andre.


"Sama-sama Sayang. Untuk membina rumah tangga yang sakinah, mawardah dan warohma, tak hanya butuh cinta dan kesetiaan Mas, tapi juga pengertian dan ke iklasan untuk bisa menerima kekurangan dari pasangan kita masing-masing. "


Bersambung dulu ya reader, tenang saja meski author sibuk, tetap usahin up kok, so jangan kabur ya 👍🙏❤😍

__ADS_1


__ADS_2