
Pagi hari ini Mayang mempersiapkan beberapa pakaian untuk dirinya dan Andre. Karena rencananya hari ini mereka akan menginap di pesantren sang kakek.
Hari ini juga, penampilan Mayang sangat berbeda, karena memasuki wilayah pesantren, Mayang harus menutup seluruh tubuhnya. Dan hanya menyisakan wajahnya.Mayang sengaja berbusa syar'i dengan terusan satin berwarna hitam yang begitu kontras dengan kulit putihnya yang halus dan mulus, hingga semakin menambah kecantikannya, apalagi sejak hamil, mayang memang semakin cantik dan segar
Andre baru selesai mengenakan pakaian, karena terburu-buru ia tak terlalu memperhatikan sang istri.
"Sayang, mainan yang kemaren aku simpan di koper, mana? " tanya Andre sembari mencari- cari di bawah tempat tidurnya.
"Aku simpan di ruang kerja kamu Mas, habisnya sempit. " Mayang.
"Hah! di kamar yang seluas ini masih saja merasa sempit?! Aneh. " dengus Andre ia pun menuju ruang kerjanya yang menyatu dengan kamarnya, beberapa saat kemudian ia kembali dengan mendorong sebuah koper besar.
"Sayang kalau sudah selesai beres-beresnya, kamu turun kamar tunggu aku saja. Aku takut kamu terpeleset saat turun dari tangga," ucap Andre sambil berlalu.
Melihat suaminya tersebut Mayang hanya geleng-geleng kepala.
"Padahal biasanya ngak ada dia aku juga turun sendiri. " guman Mayang.
Setelah semua barang-barangnya beres, Mayang menunggu Andre menghampirinya dan membawa koper.
Sudah setengah jam Andre turun ke lantai bawah. Namun, belum juga kembali.Mayang melirik petunjuk waktu yang ada di pergelangan tangannya.
Karena bosan, Mayang segera turun ke lantai bawah untuk melihat apa yang di lakukan suaminya hingga lupa waktu, karena Mayang tak ingin sampai di tempat kakek terlalu sore.
Mayang berjalan mengendap-ngendap ke arah kamar Sean, saat itu ia mendengar suara tawa dari kamar tersebut. Karena penasaran apa yang membuat mereka begitu bahagia, Mayang pun menghampirinya.
Sang suami dan saudara kembarnya ternyata sedang asik bermain mobil-mobilan remot control milik mereka.
Mereka berlomba siapa yang dulu lebih cepat sampai di garis finish.
Tak hanya itu, di sekitaran mereka juga berserakan mainan anak laki-laki.
"Ayo Sean !aku pasti menang! " seru Andre ketika mereka saling adu cepat.
"Ha ha belum tentu! mobil ku lebih cepat! "
Seperti anak kecil, keduanya begitu menikmati perlombaan tersebut.
__ADS_1
"Astaga! ternyata ini rupanya kerjaan kamu Mas, di tungguin juga! " seru Mayang ketika menampakkan diri di depan pintu
Keduanya kaget melihat kedatangan mayang yang tiba-tiba.
"Sini Yank! kita balapan dulu, ngilangin stress! " seru Andre sambil melambaikan tangannya.
Mayang masuk ke dalam kamar duduk di samping sang suami.
'kita lagi nostalgia dengan mainan- mainan ini, " ucap Andre masih konsentrasi mengendalikan mobil tersebut.
"Menang! " tiba-tiba Sean berteriak penuh suka cita ketika mobilnya menabrak garis finish..
" Yah kalah deh! Sekali lagi Sean, Kali ini kamu pasti ngak bakalan bisa menang. " Andre.
"Ayo siapa takut! " Sean.
"Eh sudah-sudah mainnya!" Sahut Mayang.
"Sekarang bereskan mainan kalian! kayak anak kecil saja! Katanya mau ketemu kakek, gimana sih. Di tungguin dari tadi juga! kalau ngak di susul, pasti ngak bakalan berhenti! "Omel Mayang pada keduanya.
Sean tersenyum mendengar omelan sang kakak ipar yang berwajah imut ,tapi terdengar begitu galak ketika marah.
"Ayo, Sean kemasin mainan kita. Nanti di marah sama emak Mayang! "
"Bagus! Kalau main suka lupa waktu sih! Ngak tahu apa sekarang jam berapa. Jadi berangkat ngak? kalau ngak jadi mending aku tidur lagi di kamar, kalian lanjut aja mainnya! "
Sean dan Andre mengemaskan mainan mereka yang sedikit berserakan dengan wajah yang mengkerut dan bibir yang menkerucut! seperti anak kecil yang di omelin karena beratakin mainan mereka. Untuk sementara mainan tersebut mereka masukan kembali ke dalam koper.
Mayang memperhatikan mainan-mainan yang jadul tapi tetap masih terlihat awet tersebut.
"Mas, mainannya di simpan untuk anak-anak kita saja! " seru Mayang.
"Untuk apa sayang. Ini mainan jadul. Nanti beli saja yang lebih bagus, impor dan mahal, Aku ngak mau anak aku dapat yang bekas, jadul lagi, " cetus Andre.
"Alah Kamu yang jadul dan sudah berapa kali take over saja aku terima, apalagi cuma mainan'" Mayang meledek Andre dengan nada serius.
Sementara Sean hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
" Emangnya Si Andre sudah berapa kali take over mbak? "tanya Sean sambil tertawa.
"He he entahlah, hanya dia dan Tuhan saja yang tahu. " cetus Mayang.
Sean dan Mayang kembali tertawa cekikikan melihat raut wajah Andre.
Andre menghempas nafas berat." untung kamu itu istriku Yank. Kalau orang lain udah aku tembak,"dengus Andre sambil geleng-geleng kepala.
"Sabar Ndre, punya istri yang masih berusia remaja emang gitu. Apalagi yang di omongan benar, ngak usah ambil hati he he " sindir Sean.
"Kamu lagi! Makin besar kepala dia kalau di bela terus, " sungut Andre.
"Tapi memang benar, Aku mau simpan mainan ini untuk anak-anak ku kelak. " Sean.
"Nah tuh Mas, adik kamu saja bisa berfikir sama seperti aku. "
Sean menyimpan mainan tersebut terpisah antara miliknya dan milik Andre. Mereka memang memiliki mainan yang sama, yang membedakan hanya warna mainan tersebut. Jika milik Andre semua berwarna biru, sementara Sean berwarna merah.
"Yah sudahlah aku juga simpan mainan ini untuk anak ku. Moga saja aku memiliki anak laki-laki," ucap Andre sambil mengusap perut Mayang.
Setelah merapikan mainan tersebut
Mereka pun bersiap untuk pergi.
Karena asik bermain dan tak terlalu memperhatikan Mayang, Andre baru menyadari jika ada yang berbeda pada istrinya tersebut.
"Eh sayang. Kamu makin cantik saja dengan pakaian seperti itu. " Andre terpesona melihat Mayang yang semakin cantik karena menggunakan hijab. Wajahnya jadi lebih oval dengan hidung banggir. Bikin Andre semakin greget. Ia pun mencium Mayang berkali-kali.
"Ish apa sih Mas! "Dengus Mayang.
" Habis gemes Sayang,kamu cantik sekali hari ini. " Andre langsung menyambar bibir Mayang, tak peduli di depan Sean yang sedang menyandang status jomblo akut.
Apalah daya Sean, sebisa mungkin ia menghindari pemandangan seperti itu.Karena bisa saja ia iri melihat pasangan tersebut, sementara dirinya masih berstatus jomblo akut.
Mayang segera berdiri. Tak ingin membuang-buang waktu.
"Ayo Mas kita pergi. Nanti keburu siang! " ucap Mayang seraya berjalan keluar dari kamar.
__ADS_1
Mereka pun langsung menuju mobil untuk segera berangkat.
Bersambung, karena hari ini author crazy up lanjut baca ya sampai tiga episode. Jangan lupa dukungannya. Dengan like setiap bab, beri gift dan vote, saran dan komentar nya. Ops, maaf author banyak maunya he he 🙈😅😅😍😘🙏