Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Berburu


__ADS_3

Pagi hari ini, Helikopter mendarat di atas hellipad yang ada lantai atas rumah Andre. Andre membantu menyiapkan senjata dan obat-obatan sebagai persiapan untuk Sean.Sudah di pastikan ia tak bisa ikut karena sang ratu menahannya . Tak hanya itu, Andre menyiapkan rompi dan helm anti peluru dan beberapa perlindungan untuk keempat orang tersebut.


Baling-baling helikopter pun berputar sudah siap untuk berangkat. Andre meminta beberapa pengawalnya untuk ikut bersama Sean.


Terang saja Sean tahu dimana posisi John saat itu. Ia telah menyelipkan alat pelacak yang menempel pada kaki John. Tanpa sepengetahuan John sendiri.


John langsung mengarahkan titik ordinat pada pilot helikopter.


Perjalanan memang membutuhkan waktu yang lama dan sehari penuh, dan beberapa kali mereka harus berhenti dan beristirahat.


Setelah mencapai kota New York, mereka beristirahat di salah satu markas Red Eyes, Dan akan meneruskan perjalanannya pada esok hari.


Sean memang sengaja mempercepat waktu pencarian, karena alat pelacaknya mempunyai kapasitas baterai yang terbatas.


Setelah mendapatkan lokasi di mana John bersembunyi, Sean dan beberapa orang timnya berdiskusi mempersiapkan strategi penggrebekan kawan John tersebut.


***


Seperti malam-malam sebelumnya. John dan dua orang rekannya harus berjaga-jaga, setiap saat. Karena itu mereka bergiliran berjaga-jaga.


Keadaan mereka pun memprihatinkan. Tubuh mereka lemah karena kurang tidur dan kurang nutrisi. Karena itu besok rencananya mereka akan memasuki hutan untuk berburu.


Hanya api unggun yang menjadi penerangan dan penghangat untuk mereka ketika malam tiba.


***

__ADS_1


Langit masih saja gelap. Waktu menujukan pukul lima pagi di waktu setempat. Di kawasan Amerika saat itu memang masih gelap. Tapi mereka memutuskan untuk berangkat di jam seperti itu, karena Mereka harus menempuh beberapa jam perjalanan lagi untuk sampai pada koordinat yang mereka tuju.


***


Pagi hari ini John dan kawanannya mempersiapkan senjata untuk berburu, sebelum itu mereka menggali lubang untuk menyembunyikan koper mereka yang berisi uang dan permata, kemudian di tutup kembali dengan daun-daun kering agar tak ada yang mendapatinya ketika mereka sedang berburu di dalam hutan.


Senjata perburuan mereka pun sudah siap. Ada pistol, senapang,panah dan tombak, selain berburu mereka juga mempersiapkan senjata untuk berjaga-jaga dari binatang buas. Maklum saja hutan-hutan tersebut adalah kawasan hutan lindung. Sehingga banyak satwa liar penghuni asli hutan tersebut berkeliaran secara bebas di dalam hutan.


Ketika hendak berangkat ,John dan kedua temannya, mendengar suara helikopter yang mendekat. Karena panik mereka pun lari kocar-kacir masuk ke dalam hutan untuk bersembunyi.


"Sembunyi! " seru John memberi aba-ava ketika pesawat melintas tepat di atas kepala mereka.


Karena tak ada tempat untuk mendarat, Sean dan beberapa rekannya turun menggunakan tangga darurat dari ketinggian beberapa ratus meter.


Setelah menapaki bumi, Sean langsung menuju lokasi John dan Teman-temannya.


Langsung saja John menembakan senapannya kearah Sean dan beberapa orang yang berlari kecil menghampiri nya.


Sean bersama tiga orang rekannya berusaha menghindari tembakan tersebut dengan bersembunyi di balik pohon.


Karena panik dan gugup tak satupun tembakan John mengenai Sean dan temannya. Sementara Banest dan Louis mereka berdua sudah kabur masuk ke hutan.


Tak ada pilihan bagi John kecuali lari. Sebelum itu ia melempar granat kearah Sean dan rekannya.


Bom Granat meledak.

__ADS_1


Boom...Seketika beberapa pohon lainnya ikut terbakar di sekitar lemparan granat. Untung tak ada korban dalam serangan tersebut. Hanya saja Mereka harus memadamkan api terlebih dahulu agar tak membuat kebakaran semakin besar.


Mereka semua mengambil lumpur pada rawa-rawa yang tak berada jauh dari mereka berdirinya kemudian menyiram lumpur tersebut ke beberapa pohon yang terbakar.


"Sean, bagaimana ini?! kita bisa kehilangan jejak John jika kita tak segera memburunya. " teriak salah satu rekannya.


"Tak apa! Alat pelacak ku masih aktif. lagi pula dengan keadaan John , ia tak bisa lari terlalu jauh. Yang terpenting kita padamkan api agar tak terjadi kebakaran besar yang akan menyebabkan kerugian materil yang sangat besar. Kita bisa di tuntut dan di penjara. "


"Ok baiklah. "


Mereka pun melanjutkan kegiatan memadamkan api tersebut.


Dua orang turun ke lembah mengaut lumpur dengan alat seadanya, kemudian Sean dan rekannya yang lain menimbus api yang membakar pohon dengan lumpur. Dalam setengah jam kerjaan mereka pun beres.


Sean dan rekannya bergegas mengejar kawanan John. Mereka pun berpencar.


John masuk ke dalam hutan semakin dalam, ia sendiri sudah tak tahu berada di mana ia sekarang. John memutuskan untuk beristirahat dan meminum air sungai. Kemudian ia mendengar suara auman harimau.


John semakin gemetar, karena ternyata ia sudah masuk ke kawasan observasi hutan lindung di mana satwa liar dan binatang buas bebas berkeliaran.


Aumm.


Suara harimau terdengar lagi hingga membuat John semakin panik". Aku harus mencari tempat sembunyi,"gumannya.


Sean tetap mengaktifkan alat pelacak dan ia sendiri telah mendapati posisi John saat itu. Mereka pun bergerak menghampiri John.

__ADS_1


Bersambung. Puaskan 4 episode hari ini. jangan lupa dukungan nya 😍😍😍🙏 lop u All.


__ADS_2