
Pagi hari yang cerah, Setelah Mayang beberapa hari dirawat Mayang kembali pulih dan bisa beraktivitas seperti biasanya.
Hari ini adalah hari spesial bagi mereka. Dimana hari ini, adalah hari pertama putra putri mereka masuk sekolah.
Setelah mempersiapkan dirinya sendiri, Mayang kemudian mempersiapkan kebutuhan sang suami untuk ke kantor.
Mayang memilih setelan untuk Andre ke kantor, setelah siap, ia langsung meletakkan di atas tempat tidur, agar suaminya itu melihatnya.
Kemudian ia menghampiri kamar dua anaknya.
Karena Raya dan Rayyan belum genap lima tahun, mereka masih tidur sekamar untuk saat ini. .
Mayang membuka pintu kamar buah hatinya dihampirinya satu per satu buah hatinya tersebut.
"Raya, bangun Nak.Hari ini, hari pertama Raya sekolah, bisik Mayang di telinga putri kecilnya.
Raya langsung membuka matanya melihat ke arah Mayang.
" Mommy, ini sudah pagi?! "tanyanya kemudian ia langsung beranjak turun dari tempat tidur, saking semangatnya.
" Iya Sayang. Ayo bukannya Raya akan bersekolah hari ini. "
" Iya Mommy, Kalau gitu Raya bersiap mandi dulu. "
Raya langsung melompat ke tempat tidur, langsung saja ia menghampiri tempat tidur Rayyan.
" Rayyan, bangun Rayyan. Hari ini kita sekolah. Ayo cepat mandi!"
Raya mengguncang tubuh Rayyan. dengan kuat,sampai Rayyan terbangun.
" Apa sih Raya! Aku masih mau tidur nih! " dengus Rayyan sambil menepis tangan Raya.
Rayyan kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.
Mayang tersenyum melihat dua anaknya tersebut, ia yakin Raya tak akan mudah menyerah untuk membangunkan Rayyan.
Benar saja, Raya menuju tempat dispensernya mengisi air kedalam gelas kemudian ia memercikkan air tersebut ke wajah Rayyan.
" Rayyan bangun sudah pagi! " serunya.
Rayyan tersadar lagi ketika percikan air mengenai wajahnya.
" Raya! Aku masih mau tidur! " seru Rayyan dengan jengkel.
" He he, kalau kamu gak mandi, biar aku siram air ke tempat tidur kamu, wek. "
Rayyan mendengus dengan kesal turun dari atas tempat tidurnya, sementara Raya langsung menarik handuk dan langsung menuju kamar mandi.
Mayang menghampiri Rayyan. Yang sedang merapikan tempat tidurnya.
"Rayyan, setelah Raya selesai mandi, kamu langsung mandi. Hari ini Rayyan kan sekolah, ingat loh Nak, Rayyan sekarang sudah besar, gak boleh marah-marah kalau dibangunkan. Harusnya Rayyan sudah bangun tanpa Mommy yang membangunkan. "
" Iya Mommy. "
Mayang membantu mempersiapkan seragam sekolah untuk kedua buah hatinya. Hari ini, adalah hari pertama ia mengantar putra-putriya untuk bersekolah.
" Mommy! Mommy! " suara Andre terdengar memanggilnya, ia pun langsung menghampiri Andre yang sudah masuk ke kamar anak mereka hanya dengan handuk yang dililit di pinggang.
" Daddy! Gak sopan, " dengus Mayang.
__ADS_1
" Mommy ayo bantuin daddy pakai pakaian kerja, nanti daddy telat loh. "
"Ih daddy, pakai baju sendiri ya, mommy lagi repot ngurusin anak-anak. "
" Ya, terus yang menyimpulkan dasi daddy siapa? "dengue Andre.
" Simpul sendiri, mommy lagi repot, ngurusin anak-anak. "
Andre kembali dengan wajah kecewanya, Mayang pun merasa iba melihat suaminya tersebut.
Memang hampir sebulan ia tak mengurus Andre, karena sakit yang ia alami.
Kebetulan saat itu Raya sudah keluar dari kamar mandi.Berganti dengan Rayyan.
" Raya, ini seragam Raya dan Rayyan sudah mommy siapkan, Raya sudah besarkan, jadi pakai seragamnya sendiri ya Nak. "
" Iya Mommy, " ucap Raya dengan penuh semangat.
" Kalau butuh sesuatu, mommy ada di kamar ya. " Mayang berlalu sambil mengusap kepala putrinya.
Keluar dari kamar anaknya, Mayang menuju kamar mereka.
Dilihatnya Andre masih duduk disisi tempat tidur.
" Daddy, kenapa belum pakai, pakaiannya? " tanya Mayang seraya menghampiri Andre.
" Aku menunggu kamu, " ucap Andre sambil menunjukkan wajah sedihnya.
" Daddy, " sungut Matang. " Iya, sini mommy bantu untuk mengenakan pakaian kamu. "
Andre langsung berdiri dengan senyum sumringah.
Keduanya pun saling melemparkan senyum ketika mereka saling menatap.
" Kamu tahu gak sayang, momen seperti inilah yang selalu aku tunggu sebelum berangkat kerja," ucap Andre sambil mengecup bibir Mayang.
Mayang menautkan kedua alisnya.
"Kenapa memangnya? " tanya Mayang mencibir sambil mengancing kemeja Andre.
" Karena sebelum berangkat kerja, aku bisa menatap wajah kamu dari dekat seperti ini, agar di kantor aku bisa membayangkan wajah cantik istri ku, sehingga aku semakin semangat untuk kerja dan semakin cepat ingin pulang, " tutur Andre dengan panjang lebar.
" Haha, alasanmu saja, bukan setiap hari kau selalu melihat ku Mas, tidak hanya melihat, kau bahkan melakukan apa saja terhadapku semaumu," sela Mayang.
" Tentu saja, aku bebas melakukan apa saja terhadapmu, kau kan milikku. Dan aku akan selalu ketergantungan pada dirimu, agar kau tak mudah pergi meninggalkan ku, " ucap Andre sambil mencium pipi Mayang.
" Iya Mas, aku tak akan meninggalkanmu kecuali maut yang akan memisahkan kita," ucap Mayang sambil mengecup bibir suaminya dan langsung di sambar Andre. Keduanya pun saling memagut dengan bibi yang saling bertaut
" Mommy! " tiba-tiba saja Raya berteriak dari arah pintu
Mayang dan Andre segera melepaskan pagutan mereka. Untung saja Rayyan dan Raya tak melihat.
" Mommy! Kami sudah siap! " seru keduanya dengan berseragam lengkap dan rapi.
Mayang menoleh ke arah putra-putriya.
" Huh, anak mommy memang paling pintar. " Mayang.
" Ayo kita berangkat mommy! " Seru Raya.
__ADS_1
" Iya Sayang. "
Setelah menyimpulkan dasi dan memakaikan suaminya jas, mereka pun berangkat menuju taman kanak-kanak dimana Raya dan Rayyan akan bersekolah.
***
Andre dan Mayang dengan bangga mengantarkan putra-putriya, di hari pertama sekolah.
Kebahagiaan mereka semakin lengkap, begitu banyak momen indah yang dilalui bersama keluarganya. Kini ia dan Andre bisa merasakan kebahagiaan ketika mengantar putra-putri mereka ke sekolah.
Setelah mengantar mereka di depan kelas, Andre dan Mayang kembali pulang. Mereka berjalan beriringan dengan mesra, pasangan muda yang begitu serasi tersebut membuat iri semua mata yang memandang.
' Sudah lima tahun lebih aku dan mas Andre menikah, suka dan duka kami lewati bersama. Tak ada masalah yang tak bisa kami selesaikan, karena kami saling mengerti, saling memahami dan saling menjaga. Sejak kecil aku mendambakan hidup di tengah-tengah keluarga. Namun, aku tak pernah mendapatkan itu semua aku kecil hingga remaja. Sekarang Tuhan mengabulkan semua do'a-do'a ku yang dulu. Kebahagiaan ku begitu sempurna karena aku dianugerahkan seorang pendamping yang luar biasa, dua orang anak yang luar biasa pula. Terima kasih Tuhan, atas kebahagiaan ini' batin Mayang. Ia pun menyandarkan kepala pada bahu Andre., sambil membayangkan indahnya masa depan mereka kelak.
***
Steven menyelesaikan misi pertamanya dalam merakit senjata. Sebuah granat yang memiliki daya ledak yang lebih besar dari granat yang pernah ada.
Tuan Donald menghampiri Steven.
" Bagaimana Stev? Apa kau sudah berhasil dengan misimu? " tanya tuan Donald.
"Sudah selesai, tapi masih harus diuji coba sebelum senjata ini kita gunakan atau kita perdagangkan. "
" Baiklah, biar aku yang uji coba,"ucap tuan Donald.
" Tapi tuan! Selama masa uji coba, aku juga harus melakukan riset. "
" Tenang saja, Nanti kau bisa mereset nya setelah aku lakukan uji coba. "
" Tugasmu sudah selesai. Ingat Stev, kau bekerja untuk ku, jadi kau harus menuruti perintahku. "
" Iya Tuan. " Stev hanya bisa patuh. Setelah menyimpan senjata tersebut Stev langsung pulang.
Tuan Donald tersenyum menyeringai, melihat ke arah Stev.
" Lihat saja, senjata mu pasti akan ku uji coba, Ha ha ha. "Tuan Donald tertawa besar.
***
Andre baru saja mendaratkan bokongnya di atas tempat tidur setelah bekerja seharian.
Ketika hendak memejamkan mata, sebuah panggilan memaksanya untuk bergerak.
" Hello, Mr Chan. Ada apa? "tanya Andre.
Markas kita yang ada di kota New York, di bom oleh kelompok tak dikenal tuan. "
" Apa?! Siapa yang berani menyerang markas Black Eyed?!! " tanya Andre dengan geram.
🌹🌹🌹🌹🌹Tamat🌹🌹🌹🌹🌹
Jawabannya ada di karya selanjutnya ya.Dengan judul Penjara Cinta Dua Anak Mafia.
Terima kasih tak terhingga kepada para reader yang selalu setia dan mendukung author selama ini. Kalian begitu berarti bagi saya, sehingga saya begitu semangat menyajikan karya ini meski mengalami beberapa kendala. Maaf jika karya saya tak sesuai harapan para reader, saya juga menyadari karya saja banyak sekali kesalahan tulisan,mohon maaf atas ketidaknyamanannya.Di sini saya coba menuangkan hasil pikiran saya dan semoga saja dapat menghibur para readers semua. Mohon maaf jika ada kata2 saya yang menyakiti,atau menyinggung perasaan reader semua. Saya hanya manusia biasa dan semoga para reader, mau berlapang dada untuk memaafkan saya🙏. Akhir kata saya ucapan Terima kasih banyak🙏💕
Sampai jumpa di karya selanjutnya
__ADS_1