
Ferdy segera menuju rumah sakit begitu mendengar kabar papinya hampir sekarat.
Pak Bondan saat ini masih di tangani secara intensif, dengan beberapa luka pada wajahnya.
Dengan geram ia menghampiri Mona yang tengah menangis di ruang tunggu.
"Mami, kenapa ini bisa terjadi? " tanya Ferdi sambil menahan emosinya.
"Hiks. Ini semua karena ayah dari pacar kamu itu! Dengan brutalnya ia memukul Papi, sampai Papi hampir sekarat hiks hiks!
"Pacar?!Siapa maksud Mami? "tanya Ferdi semakin geram.
"Si Resti itu! dia datang bawa keluarganya menuntut tanggung jawab dari kamu! Katanya ia hamil anak kamu Ferdi. Hiks hiks hiks. " Mona kembali menangis sedih.
"Resti? minta tanggung jawab?" guman Ferdi.
"Iya sampai kapan pun mami ngak sudi menjadikan dia sebagai menantu Mami! "Mona kembali menangis meratapi nasib suaminya.
Ferdi menelan salivanya dengan bola mata yang berpendar.Tangannya mengepal karena terbawa emosi.
Saat ketegangan terjadi, Seorang perawat memanggil Mona.
"Keluarga Pak Bondan. "
Mona dan Ferdi langsung menoleh menghampiri suster tersebut.
"Ada apa suster? "tanya Mona.
"Pasien sudah siuman, hanya saja masih perlu di rawat secara intensif. Ada beberapa luka memar pada, wajah dan perutnya akibat pukulan benda tumpul. " suster.
"Oh iya suster syukurlah , kalau begitu, bisa saya lihat keadaan suami saya? " tanya Mona
"Silakan nyonya. "
Mona dan Ferdi pun langsung menghampiri pak Bondan yang sedang berbaring tak berdaya.Dengan beberapa alat bantu medis yang terpasang pada wajah dan juga pergelangan tangannya.
"Papi, hiks hiks. " Mona kembali bersedih melihat wajah pak Bondan yang bengkak dan membiru di beberapa bagian.
Melihat ayah babak belur, Ferdi pun semakin sakit hati.
"Papi, siapa yang melakukan ini kepada Papi ? " tanya Ferdi , ia semakin geram.
"Sudah ku bilangkan! Semua ini karena Adiksa itu ayahnya si Resti.Jika tidak ada Satpam, mungkin saja Papi mu ini sudah Mati! Lihat saja akan ku balas perbuatan mereka! " Mona.
__ADS_1
"Iya Mami. Lihat saja akan ku balas mereka nanti! "Ferdi menatap ke arah depan dengan penuh dendam dan amarah.
"Ingat Ferdi, jika sampai kamu menikahi Resti dan bertanggung jawab atas bayi yang di kandungannya, Mami ngak akan menganggap kamu sebagai anak! lihat saja apa yang telah orang tuanya lakukan pada Papi mu! " Ancam Mona.
Ferdi tersenyum menyeringai.
"Justru jika kita ingin membalas mereka kita butuh Resti berada di dekat kita Mami,Aku akan menikahinya. Tapi bukan karena mencintai tapi hanya ingin menyakitinya. " Ferdi.
"Apa maksud mu Ferdi? aku tak sudi punya menantu seperti dia! apalagi kau masih sekolah. "
"Tenang saja Mommy semua bisa di atur
" Ferdi tersenyum menyeringai kembali.
Di atur bagaimana caranya.
Ferdi pun berbisik di telinga Mona.
Keduanya tersenyum menyeringai. "Kau benar Ferdi biarkan orang tuanya di penjara, biar kita bisa memanfaatkan Resti untuk balas dendam. " Mona.
"Aku akan ambil anak ku, kemudian akan mencampakkan Resti. "
Tutur Ferdi dengan senyum menyeringai.
"Ok, kalau seperti itu Mami setuju."
***
Adiaksa di jebloskan kedalam penjara, sementara Adelia memberi keterangan kepada kepolisian tentang kronologi kejadian hinga terjadi penyerangan pada pak Bondan di rumahnya sendiri.
Adelia terus memaparkan keterangan demi keterangan yang bisa meringankan hukuman Adiaksa tentu di tambah bumbu-bumbu untuk membela suaminya.
Saat ini polisi belum bisa meminta keterangan dari pihak pak Bondan.
Petugas polisi mencatat semua informasi yang di paparkan oleh Adelia.
Sementara Resti masih menangis di sudut sebuah ruangan, ia tak tahu bagaimana nasib ia dan bayinya saat ini.
Beberapa saat kemudian, Adelia selesai di periksa, ia tak di tahan karena statusnya sebagai saksi.
Adelia menghampiri Resti yang menangis tersedu-sedu.
"Resti! Kau kenapa?! " tanya Adelia.
__ADS_1
"Kenapa harus terjadi seperti ini Mami? kalau Papi di penjara siapa yang akan mengurusi perusahaan kita. Padahal perusahaan itu baru saja bangkit. "
"He Resti ini semua gara-gara kamu tau! sudah sepertinya kamu memang harus melahirkan tanpa suami! "
Resti menggenggam tangannya, memukul mukul pada bagian perutnya.
"Ih aku ngak mau hamil! aku ngak mau hamil! "
"Resti! "
"Tenang Resti! jangan bodoh! Mami punya rencana. "
Adelia mencoba untuk menarik tangan Resti agar menghentikan tindakan bodohnya.
"Cara apa Mami. si Ferdi pasti ngak mau bertanggung jawab padaku, hiks."
"Kita minta bantuan Andre. "
"Andre siapa? "
"Andre suaminya Mayang."
"Suami Matang? Maksud Mami apa? !"
"Si Andre pasti mau menikahi kamu, kamu masih mudaperkosaantik, Kita pura-pura saja minta bantuan ke dia, bilang jika kamu itu korban perkosaan dan untuk menutupi aib keluarga, kita minta tolong Andre untuk menikah kamu, ya meski hanya untuk sementara sampai anak kamu lahir. Dan jika dia sudah menikahi kamu, kamu rayu terus dia kamu singkirkan si Mayang. "
"Ehm, tapi kan Mayang mengandung anak Andre wajar saja si Andre tanggung Jawab. Kalau si Andre ngak mau, trus justru ngak terima, bisa mati kita Mami, hiks. "
"Hm, kalau Andre ngak mau kita bujuk Mayang. Kemaren saja Mami yang ngomporin Mayang agar dia mau menemui Andre dan menyerahkan dirinya pada Andre. Dan dia mau, pasti dia maulah bantuin kamu juga, bagaimana pun juga kamu itukan saudaranya.Setelah itu kita balas dendam sama keluarga Ferdi, dan bebasin papi! "Adelia.
Resti tersenyum menyeringai,"Ok Mami, yang penting aku bisa balas si Ferdi itu yang sudah berkhianat pada ku,! ,aku bisa dapat lelaki kaya seperti Andre. "
"Nah gitu dong! jangan cuma jadi gadis bodoh! kamu lihat Mayang dia rayu Andre sampai dia bunting, trus pura-pura lari, biar si Andre ngejar-ngejar dia. " Adelia.
Keduanya pun tersenyum menyeringai.
Bersambung.
Selamat pagi para reader kesayangan otor, ih pagi-pagi udah up aja ya.
Terima kasih untuk yang sudah dukung author, Semoga kita semua di berikan kesehatan dan Rezeki yang melimpah untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi. Aamiin. In shaa Allah otor up lagi ya, tungguin ya. love u AllπππΉ
Author punya rekomendasi novel keren nih dengan judul: Jangan Salahkan Takdir, cus mampir sambil nunggu author up
__ADS_1