
Andre dan Mayang sampai di rumah mereka, tentu dengan pengawalan ketat para bodyguard.
Setibanya di rumah, Mayang merasa tubuhnya terasa pegal-pegal karena kelelahan.langsung saja ia menuju kamar mereka.
Mayang mendaratkan bokongnya dengan Hati-hati. Sembari melepaskan blazer milik sang suami.
Karena merasakan penat-penat pada kakinya, Mayang pun bersonjor di atas tempat tidur.
Sementara Andre sudah siap melepaskan semua penutup tubuhnya. Meriam sakti nya sudah terisi penuh oleh amunisi.
Hua..Mayang menguap karena begitu mengantuk,ia pun meregangkan beberapa otot-otot nya, kemudian tidur dalam keadaan miring membelakangi Andre.
"Sayang! katanya mau kasih jatah? kok malah tidur sih, " dengus Andre dengan bibir yang mengkerut dan mengerucut.
"Ah besok saja ya Mas, aku lelah sekali, pingin tidur saja. " Mayang.
"Ih bisa-bisa ngomong gitu, " dengus Andre dengan nada yang kecewa.
Mayang tersenyum karena berhasil mengerjai suaminya.
Ia membalikkan tubuhnya dan langsung memeluk Andre dari belakang.
Mayang menciumi tengkuk Andre dan menyesapnya aroma yang keluar dari tubuh suaminya.
"Aku ngak mungkin mengecewakan kamu Mas, Karena ku sayang sama kamu,"ucap Mayang kemudian mencium pipi Andre dengan lekat.
Andre yang awalnya cemberut seketika tersenyum, kemudian membalikkan tubuhnya kearah Mayang.
"Kamu memang pandai mempermainkan emosi ku," ucap Andre kemudian ia menyambar bibir Mayang dengan brutal.
Mayang yang terdesak langsung mendorong tubuh Andre, hingga suaminya tersebut terlentang di atas tempat tidur, kemudian ia duduk diatas perut sixpack Andre.
"Akh! " Andre kaget dengan gerakan Mayang yang tiba-tiba.
"Biar aku yang jadi choki kali ini. " Mayangmelepaskan seluruh penutup tubuhnya dan memasukkan senjata Andre pada liang sempit miliknya.
Blup meriam terbenam, Andre merem melek karena merasakan sensasi berdenyut-denyut.
Kini giliran Mayang menghentak hentak, mengguncang tempat tidur mereka hingga membuat Andre kelabakan.
Hu ha hu ha napas Andre turun naik.
"Akh! Ampun sayang! pelan- pelan Sayang! " seru Andre ketika Mayang turun naik di atas tubuhnya dengan gerakan eksotisnya.
__ADS_1
"Aduh mantap sayang, akhirnya jurus jarang goyangnya keluar juga! " seru Andre dengan mata yang masih merem melek.
"Akh! Ehm, jangan terburu-buru sayang! aduh ngak kuat! " racau Andre, tak henti-hentinya ia mendesaah
Bukan nya memperlambat Mayang terus memacu gerakannya, seperti berlari dengan menggunakan kuda kencang turun naik.Hingga membuat tubuh Andre yang kekar tersebut sedikit berguncang.
Karena Andre jarang di goyang seperti itu alhasil dalam waktu hitungan menit, Andre menumpahkan semua amunisinya.
"Ah akhirnya misi selesai juga, "
"Aduh sudah pelan-pelan, malah semakin cepat. Aku kan ngak kuat nahan. " sahut Andre seraya menghela napas panjang.
Mayang langsung tergeletak di samping tubuh Andre dengan nafas yang memburu dan keringat yang bercucuran
Andre memeluk sang istri yang sudah bersimbah keringat, berkali-kali ia mendaratkan ciuman pada pipi Mayang.
"Kamu nakal ya, mainnya kok buru-buru hitu, singkat, padat dan ngak puas akunya. "
"Masa bodoh, bodoh amat, yang penting misi selesai. " Mayang kemudian menutup tubuhnya dengan selimut. Namun, kembali di tarik Andre.
"Curang itu Yank, durasinya singkat sekali, ngak sempat merasakan yang berdenyut-denyut, jepit lagi ya Yank, beneran ngak puas nih! " rengek Andre dengan wajah yang memelas.
Ehm, Mayang menatap Andre dengan senyuman nakal di bibirnya yang mungil.
"I-iya sayang sampai puas. mau ya? "
"Kalau mau puas jepitin saja punyamu ke pintu atau jepit pakai tank, pasti puas tuh, puas teriaknya ha ha. " kelakar Mayang ia pun tertawa melihat wajah Andre yang terlihat begok karena syok dengan pernyataannya.
Andre melongok, hampir saja air liur menetes di bibirnya.
"Sampai hati kamu Yank, masak disuruh jepitin di pintu, sih " dengus Andre sambil menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.
'Untung lu bini gua, kalau orang lain, udah ku bikin rontok tuh gigi. ' batin Andre.
"Ya ngak apalah, di jepitin di pintu juga berdenyut Mas, bahkan bisa tiga hari denyutannya, Biasa puas kamu kena sensasi berdenyut yang panjang dan lama , he he . " kelakar Mayang.
Andre mendengus, "Sungguh ter..la..lu..."
"He he,biasa aja muka jangan sok jelek gitu. " Mayang sampai cekikikan tengah malam.
Sementara Andre lebih banyak mengelus dadanya. Coba untuk sabar.
"Udahan Ya Mas, aku ngantuk pingin cepat tidur, bersihkan area yang sudah kamu kotori itu. Selamat malam sayang! " Mayang pun menarik selimutnya.
__ADS_1
Andre turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, kemudian kembali ke kamar dengan membawa ember yang berisi air hangat yang akan di gunakan untuk membersihkan tubuh istrinya, karena Mayang ngak mungkin mandi tengah malam.
Melihat area sensitif sang istri bukan Andre semakin bergairah, tapi ia coba menahan hasratnya. Andre tak ingin istri dan anak-anak jadi celaka karena hawa nafsunya. Saat ini berusaha belajar untuk lebih menahan gairah yang menggebu-gebunya tersebut dan hanya akan di salurkan untuk satu orang wanita dan itu adalah istrinya.
Setelah membersihkan tubuh istrinya Andre menutup tubuh Mayang dengan menggunakan kimono. Kemudian Andre kembali berbaring dengan memeluk tubuh istrinya.
"Selamat malam sayang, " ucap Andre sambil mengusap kepala sang istri.
Rasa cinta memang mampu membuat seseorang menetipis egonya. Andre yang pemarah dan tak punya kelembutan di hati-Nya perlahan-lahan mulai merubah sikapnya jadi lebih pria yang begitu peduli terhadap istrinya.
Andre tidur sambil mendekap sang istri, kemudian ia tidur dengan damai.
***
Tok ..tok.. pintu kamar masih di gedor, Sean dan Hesti kelabakan.
Sebelum mengenakan pakaiannya, Sean membantu Hesti terlebih dahulu, karena tangan Hesti yang tak leluasa bergerak karena selang infus. Kemudian ia Sean memakai pakaian lengkapnya
Tok tok ...tok. suara gedoran pintu semakin kencang.
Setelah mengenakan pakaian lengkapnya dan merapikan sedikit wajahnya.Sean membuka pintu dengan terburu-buru. Tanpa sempat mencuci wajahnya.
Pintu terbuka, Dan di hadapannya ada seorang suster dan seorang OB datang untuk memeriksa dan mengantar sarapan pagi untuk Hesti.
Meski baru bangun dari tidurnya, Sean tetap lah menawan. Suster tersebut tersenyum kearah Sean.Namun, bukan karena ketampanannya, tapi karena melihat leher Sean yang di penuhi Tanda-tanda kepemilikan berwarna biru kemerahan.
"Ehm banyak nyamuk ya Tuan di kamar ini? padahal ruangannyafull AC loh. Dan ada Mosquito killer nya juga, " sindir suster tersebut dengan maksud menggoda Sean.
Sean kelabakan menutupi lehernya, ia pun segera menuju kamar mandi.
Sementara Hesti pura-pura tidur. Dengan menutupi tubuhnya dengan selimut agar tempat tidur mereka yang berantakan tersebut tak terlihat karena tertutupi selimut.
"Selamat pagi nyonya. Saya periksa Ya."
Suster tersebut pun memeriksa keadaan Hesti. "Tekanan darahnya sudah normal, jika tak ada keluhan yang berarti, siang nanti sudah boleh pulang. "
"Iya Suster, saya ingin pulang saja. " Hesti.
"Baik nyonya, nanti saya konfirmasi pada bagian administrasi. "
Kalau gitu, silakan di lanjutkan. Maaf karena telah mengganggu. Suster tersebut pun tersenyum keluar dari ruangan.
Betapa tidak, sang suster bisa membayangkan apa yang terjadi pada kedua insan tersebut. Karena tak hanya Sean,pada leher Hesti juga terdapat Tanda-tanda kepemilikan.
__ADS_1
Bersambung. Uh ini sebenarnya tulisan kemaren, karena kemaren sampai empat x revisi, jadi author malas untuk editnya. Terima kasih atas dukungan kalian semua, lope u All. Assalamu'alaikum wr, wb