Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Menunggu


__ADS_3

Mayang membongkar isi lemarinya, mencari celana untuk kerja.


"Aduh kok sempit sih? " Keluhannya ia pun kembali melipat celana tersebut.


"Baru dua hari ngak kerja, kok rasanya pakaian ku jadi sempit semua. Huh," keluh Mayang.


Mayang kemudian memakai daster nya kembali keluar dari kamarnya menuju kamar Mirna.


Tok..pintu di ketuk dan langsung di buka kan oleh Mirna.


"Loh Mayang kamu ngak kerja? " Mirna.


"Kerja Mbak, tapi celana kerja Mayang sempit semua.Mbak Mirna ada celana kulot atau celana training hitam ngak? "


"Ada Yang, sebentar. " Mirna masuk ke dalam kamarnya kemudian beberapa saat kemudian kembali dengan dua helai celana.


"Nih celana kain hitam juga ada Yang. Size Mbak kan lebih besar dari kamu, coba aja. "


"Terima kasih mbak, "ucap Mayang sambil menerima celana tersebut.


Sesampainya di kamar, Mayang mengenakan celana, saat itu ia baru menyadari jika perutnya sudah semakin besar.


"Rasanya kehamilan ini tak lagi mampu untuk ku tutupi. Semoga saja pak manager tak mempermasalahkan kehamilan ku."Mayang.


Seperti biasanya Mayang menggunakan jasa ojek online. Sepanjang jalan ia berpikir bagaimana caranya untuk menghemat pengeluarannya agar bisa menabung lebih banyak untuk persalinannya kelak.


Mayang menyentuh kalung peninggalan sang ibunda. Apa aku kembali harus menggadai kalung ini untuk biaya persalinan? tapi jika dalam waktu empat bulan tak di ambil, maka barang gadaianku akan di lelang. Ini adalah satu-satunya peninggalan ibu. Sedangkan gelang saja yang kemarin ku ambil belum bisa ku tebus, " guman Mayang.


Mayang yang terus melamun tanpa terasa sudah sampai depan kantornya.


Setelah turun dari motor ia langsung absen dengan scan fingger.


Beberapa OB lain memperhatikan perut Mayang yang terlihat buncit, mereka pun berbisik-bisik menceritakan Aibnya kemudian memandang Mayang dengan tatapan sinis.


Mayang merasa down, mereka terlihat mengolok-olok dan juga mencibir nya.


"Ya Tuan kuatkan lah aku, di mana-mana aku berada orang selalu memandang ku rendah. "


Mayang berdiri menunggu mobil jemputan.


"'Yang sudah berapa bulan? " tanya seorang ibu-ibu yang se profesi dengannya.


"Sudah tiga bulan," jawab Mayang tak ingin menutupi lagi, jika di tutupi sekarang,besok-besok juga mereka akan tahu karena perut Mayang yang semakin buncit.

__ADS_1


"Bearti sebelum kerja di sini kamu sudah bunting dulu ya?! Ih amit-amit, Bunting tapi ngak punya laki," cecar salah satu dari mereka.


"Saya sudah menikah Mbak. " Mayang.


"Iya, sudah bunting baru nikah lah. "


Mayang pun jadi sorotan para OB yang berada di sekitarnya.


Mayang tertunduk malu. Ia benar-benar malu, wanita itu merendahkannya di hadapan karyawan yang lain.


Mayang tertunduk dengan air mata yang membasahi pipi. Ingin rasanya ia meninggalkan pekerjaan tersebut ,tapi apa daya, ia hanya bisa pasrah. Jika keluar dari pekerjaan ini belum tentu ia bisa bekerja di tempat lain.


Mayang pun terpaksa mengabaikan cercaan orang terhadapnya.


***


Setelah melakukan perjalanan jam-jam Akhirnya Andre tiba dimana Mayang tinggal selama ini.


Mobil super mewah Andre terpadkir rapi di depan kost-an tertersebut.


Penghuni kost yang lain di buat kaget dengan kedatangan pengusaha tampan dan terkenal dingin tersebut.


Melihat kedatangan Andre, pak Ilyas segera menghampirinya. Para bodyguard terus mengawasi tempat tersebut.


"Selamat siang, Ada yang bisa saya bantu? " tanya pak Ilyas.


"Saya mencari keberadaan istri saya Pak. Benarkah Mayang ada di sini? "


"Mayang? iya, Mayang memang tinggal di sini. "


"Kalau begitu di mana dia sekarang Pak?"


"Silakan duduk dulu, Tuan. "


Pak Ilyas dan Andre pun duduk di kursi ruang tamu di kost tersebut.


Beberapa orang penghuni kost mengintip dari tangga mencoba untuk mencuri dengar obrolan keduanya.


Bahkan ada yang mengintip di balik tangga," Oh jadi itu yang namanya tuan Andre. Ternyata wajah aslinya jauh lebih ganteng dari pada yang di foto dan televisiya. "


"Ehm, tapi untuk apa dia datang kemari? "


"Mana gue tahu, ada urusan kali. "

__ADS_1


Si kembar baru tiba setelah berbelanja menghabiskan uang yang di berikan Reza kepadanya.


Melihat mobil super mewah Andre terparkir rapi di halaman kost-an.


"Wah mobil Sultan mana yang terparkir di sini. " Luzy.


"Jangan-jangan ini mobil Andre, yuk kita samperin. " Lucy.


""Eh, jangan! loh jangan macam-macam dengan Andre. Sudah kita Pura-pura saja tidak tahu. Kehadiran Andre di sini pasti ia mencari Mayang. Wah udah ngak sabar melihat Mayang di jebloskan di penjara, atau di hajar oleh orang-orang Andre. "Luzy


"Pantesan waktu kita masuk seperti banyak lelaki Asing yang berjaga di sekitar sini. "


Yuk kita masuk, Pura-pura saja kita tak tahu.


Keduanya pun berlenggang masuk, Luzy dan Lucy mencuri pandang kearah Andre.


"Ya ampun Lucy, lihat saja kharisma si Andre cewek mana ngak tergila-gila dengannya,gue kalau si suruh jadi simpanan juga mau gue, sudah kaya ganteng, gagah pasti perkasa banget. " bisik Luzy.


"Loh mau gue bilangin Emak di kampung apa. Kan kita di sini di suruh belajar biar bisa ngejar Cita-cita. Malah mau jadi simpanan si Andre. "


"Eh jadi istri konglomerat kayak dia juga jadi Cita-cita gue tahu! loh tinggal do'ain gue apa susahnya. "


"Ngapain do'ain loh, gue juga maulah jadi istrinya si Andre, mending gue do'ain untuk diri gue sendiri. "


"Ah sama aja loh ternyata ya. Bilang Mak di kampung. "


Kedua kembar tersebut menuju anak tangga. Mereka melihat penghuni yang lain berkumpul di anak tangga yang paling atas.


"Eh ngapain kalian berkumpul di sini?" tanya Luzy.


"Kita mau lihat, kenapa tuan Andre datang ke mari? Apa benar yang Mayang katakan jika Andre itu benar-benar suaminya."


"Eh dia datang kemari memang karena ingin mencari Mayang, karena Mayang itu sudah menfitnah Andre hingga membuat buku nikah palsu. "Luzy.


"Haah Yang benar loh. kalau memang benar si Mayang istri Andre bagaimana? " tanya salah seorang dari mereka.


"Ngak mungkinlah.Kalau Mayang itu istri si Andre kenapa juga dia ngak tinggal sama si Andre, lagi hamil aja kerja berat, nama cuma makan telur ceplok setiap hari. Emang ada orang yang mau hidup susah sementara suaminya konglomerat. "


"Iya juga sih. Dah kita lihat saja, si pembohong Mayang sebentar lagi akan terciduk."


"Tapi Mayang kan pulang masih beberapa jam lagi. Apa sih Andre itu betah menunggunya di sini, lagi pula kenapa ia buang-buang waktu. ? "


"Kita lihat saja nanti, pasti bakalan seru. " Luzy.

__ADS_1


Bersambung,author up satu episode lagi, pastikan dukung author dengan like, vote dan hadiahnya, kembang atau kopi ☕️ he he biar semangat 🔛🔥


__ADS_2