
Andre dan Mayang bersiap untuk menemui Adiaksa di penjara. Tak lupa ia janjian untuk bertemu dengan pangacaranya di kantor polisi.
Mayang duduk melamun di dalam mobil dengan tatapan mata lurus ke arah depan.
"Sayang, kau kenapa? Masih kepikiran dengan ibu dan adik mu itu? " tanya Andre.
"Ngak, aku hanya mikirin ayah ku. Kasihan ayah, Ayah pasti stress memikirkan istri dan anak-anaknya itu, hingga ia tak bisa membendung emosinya. "
"Ya sudahlah hidup ini memang penuh resiko. Kamu jangan terlalu banyak pikiran, ingat orang hamil juga rentan stress. Aku juga tak mau terjadi sesuatu padamu dan calon anak kita. " Andre.
"Iya Mas. Aku juga tahu. Makanya aku ngak terlalu bawa perasaan. "
"Nah gitu, biar ngak stres, Nanti pulang aku ajak makan sop buntut ya . " Andre.
Ehm,
"Tapi buntutnya buntut aku dan makan juga pakai mulut bawah, he he " cetus Andre.
Mayang mengerucutkan bibirnya.
"Itu sih biar kamu ngak stress. " Mayang mencubit perut Andre.
Ha ha Andre merangkul Mayang kemudian memeluknya.
"Biar kita Sama-sama ngak stress Sayang."
"Ehm, kirain serius. Sudah dua kali aku di kerjai. "
Mayang pun memeluk Andre yang merangkulnya terlebih dahulu.
"Biar kamu ngak tegang. Tapi kalau di seriusin juga ngak apa-apa. "
"Mas aku boleh tanya sesuatu ngak? "Mayang.
"Tanya apa? " Andre.
__ADS_1
"Kamu punya berapa istri sekarang Mas? " tanya Mayang.
"Ngak ada. Cuma kamu. "
"Alah aku ngak yakin. Sebelumnya kamu bilang punya kamu punya banyak istri. "
"Aku akui aku banyak istri, tapi hanya menikahi satu istri dalam satu waktu saja. Ngak pernah dua tiga dalam satu waktu. "
"Berapa lama usia pernikahan kamu Mas? "
"Ada yang cuma tiga bulan, ada juga sampai sembilan bulan. "Andre.
"Hah sesingkat itu?! "
"Trus yang kamu nikahi gadis semua?! " tanya Mayang mendelik.
"Iya masih gadis semua. " jawab Andre santai.
"Dasar penjahat kelamin!"
" He sembarangan! Aku nikah ya, bukan zina! Lagi pula aku ngak pernah maksa kok, sebelum nikah mereka sudah setuju dengan syarat dan ketentuannya. Jadi semua di dasari atas suka sama suka. Dan aku ngak pernah ingkar sama perjanjian yang sudah aku buat dengan mereka. "
"Ha ha, kalau aku hanya menginginkan anak ku, aku tak akan memberi perhiasan milik keluarga ku, lagi pula Aku bukan pembohong, aku bicara apa adanya. Kalau aku sudah berjanji pasti. aku tepati. "
"Hm masa' sih. "
"Iya, buktinya saja waktu ayah kamu datang pertama kali ingin meminjam uang pada ku senilai lima ratus miliar, aku memberi syarat padanya, aku bersedia meminjamkannya uang, jika ia memiliki barang gadaian senilai uang tersebut. Aku pikir saat itu, Ayah mu tak mungkin datang lagi. Karena jika ia memiliki harta senilai 500 miliar, dia tak akan datang ke pada ku . Ternyata aku salah. Dia malah membawa mu, dan katanya kau tak ternilai jadi ia menggadaikan mu senilai 500 miliar. Aku tertawa saat itu, tapi aku juga ada betulnya juga yang ayah mu pikir kan itu. Karena nyawa seseorang tak ternilai dengan harga berapa pun . Sebetulnya aku keberatan, tapi karena aku sudah berjanji ya aku penuhi saja. Ternyata ayah mu lebih cerdas dari seorang mafia seperti ku. " Andre.
ha ha tawa Andre sambil mengusap kepala Mayang.
" Ha ha Itu berarti kau yang bodoh. " cetus Mayang dengan santai.
"Iya aku bodoh, tapi saat ini aku mensyukuri kebodohan ku. Karena kebodohan ku aku bisa menemukan mu, " Ucap Andre seraya memeluk Mayang dan menciumnya.
"Kalau aku ngak bodoh aku ngak akan punya anak dari mu," imbuhnya sambil mengusap perut Mayang dan menciumnya.
__ADS_1
Mayang tersenyum dan terharu ia kemudian mengusap kepala Andre yang mencium perut nya dengan mata yang berembun, baru pertama kalinya dirinya merasa dihargai oleh seseorang. Ia pun menitikan air matanya.
Beberapa saat kemudian Andre mengangkat kepalanya kemudian menoleh kearah Mayang yang sedang meneteskan air mata.
"Kamu kenapa nangis? "
"Ngak.. baru kali ini aku merasa di hargai Mas hiks. "Mayang menyapu air matanya.
Andre kembali menarik Mayang kedalam pelukkan nya.
"Kamu memang berharga Sayang, aku saja baru menyadarinya.Kau bahkan lebih berharga dari semua harta benda yang aku miliki. " Andre.
"Hm, masa' sih Mas. Se berharga itukah aku? " tanya Mayang lirih.
"Iya, Sayang. Itu karena semua harta dan kekuasaan yang ku miliki hanya membuat hidup ku menjadi lebih mudah, tapi tak pernah membuat ku benar-benar merasa bahagia, seperti saat ini ketika aku memiliki kamu. Aku bahagia bersama mu, sesuatu yang belum pernah ku rasakan di hatiku yang tak pernah terisi dengan cinta. "
Mayang tersenyum simpul seraya memeluk Andre semakin erat.
"Tapi aku bukan wanita yang sempurna mas, masih banyak wanita yang lebih sempurna dari ku yang pantas untuk mu. " Mayang
Andre mengusap bahu Mayang.
"Aku tak minta kau jadi yang sempurna, cukuplah bagi ku, kau setia untuk selamanya. Karena aku paling benci di khianati. " Andre.
"Hm, Aku juga benci di khianati. Jika suatu saat kau sudah bosan, katakan saja padaku. Aku akan pergi dengan iklas dan tak akan menghalangi jalan mu. " Mayang.
"Kalau aku beda sayang. Sesuatu yang sudah jadi miliki ku, tak akan pernah jadi milik orang lain. Jika orang yang ku cinta itu berkhianat, maka aku akan membunuhnya, kemudian membunuh diriku sendiri. Sama seperti yang dilakukan ayahku pada ibuku. " ucap Andre dengan dada yang bergemuruh. Hingga Mayang bisa mendengar jantung Andre yang berdetak dengan kencang.
Mayang mengangkat tubuhnya. "Tenang saja aku tak akan berkhianat pada mu," ucap Mayang sambil mengusap dada Andre coba untuk memenangkan suaminya.
Andre tersenyum kemungkinan mendekatkan wajahnya semakin dekat ke wajah Mayang, hingga kedua hidung mancung mereka bertemu.
"Aku percaya pada mu, " ucap Andre kemudian ia menyambar bibir sensusl milik istrinya.
Mayang pun membalas kecupan Andre dengan lebih ganas. Beberapa saat mereka saling bercumbu di dalam mobil tersebut hingga terdengar suara decapan, mereka terlarut dalam suasana hingga lupa jika ada sopir yang melihat kemesraan mereka dari kaca spion mobil.Sang sopir hanya bisa menggeleng kepalanya seraya tersenyum.
__ADS_1
Bersambung dulu ya reader.
Har ini up bab, karena besok author akan crazy up selama seminggu 😍😘