Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Kesepakatan


__ADS_3

"Hah! apa kata mu tadi? kau mengandung anak ku dan kau minta aku untuk bertanggung jawab? ha ha." Nada bicara Andre terdengar meremehkan.


Mayang menggepal tangannya, napasnya tak beraturan melihat reaksi Andre.


"Iya Tuan, aku ingin kau bertanggung jawab. Anak ini tak mungkin lahir tanpa Ayah. Aku hanya ingin pengakuan mu atas bayi yang ku kandung."


"Berapa uang yang kau butuhkan?! kau menginginkan uang kan? "


Mayang semakin kesal, rasanya ingin sekali menghajar pria yang ada di hadapan nya tersebut.


"Aku mau kau nikahi aku Tuan! Agar setelah lahir anak ini punya status yang jelas! " seru Mayang.


"Apa menikahi mu? kau pikir kau siapa? "


"Kau sudah menjual tubuhmu pada ku dengan harga yang sangat mahal! Dan sekarang kau minta aku untuk menikahi mu? Dengan alasan kau tengah mengandung anak ku?! Kau jangan bikin aku tertawa Hai Nona. Kau mengandung anak siapa? kenapa meminta pertanggung jawaban padaku! "

__ADS_1


Mayang menatap Andre dengan bola mata yang berpendar. Tubuhnya pun gemetar.


Apa kau tahu Tuan! aku tak sedikit menginginkan uang mu, atau menginginkan status sebagai istrimu. Aku hanya ingin kau menikahi ku hanya untuk menyelamatkan anak ini. Bagaimana jika anak yang ku kandung nantinya perempuan. Setelah ia dewasa dan akan menikah, ia harus punya nasab yang jelas! aku hanya tak ingin anak ku di sebut anak haram. Aku tak ingin dia di hina hingga tak ada Laki-laki yang mau menikahinya. Cukup aku saja yang mengalami nasib seperti ini, jangan sampai anak ku mengalami nya, hiks hiks hiks. "


Tubuh Mayang berguncang, menahan rasa sakit atas penghinaan dan penolakan Andre terhadapnya. Namun ia harus tetap kukuh menuntut pertanggung jawaban dari pria kejam yang ada di hadapan nya.


Andre menatap Mayang dengan bergeming.


"Hiks hiks hiks, Aku tak minta apapun Tuan. Aku hanya ingin kau menikahi ku agar anak yang ada di dalam kandungan ku punya status. Setelah menikah dan mendapat buku nikah nya, aku berjanji tak akan pernah menemui seumur hidup ku, hiks hiks hiks. Aku juga tak akan meminta napkah dari mu hiks hiks hiks, karna aku bisa menapkahi diriku dan anak ku, hiks. "


Mayang mengurai air mata dengan tubuh yang berguncang dan kaki tangan yang gemetar. Berkali-kali ia menelan ludahnya, untuk menguatkan hati dan tubuhnya yang hampir saja ambruk.


Sedih, sesal dan kecewa, begitu lah yang di rasakan oleh Mayang. Mayang menarik napas dan menghempusnya perlahan ia kembali mengatur Kata-katanya. Sementara Andre tertatap menatap nya tajam.


Mayang menghapus air matanya.

__ADS_1


"Aku tahu Tuan, orang seperti mu tak mungkin percaya begitu saja pada orang lain. Karena itu, untuk membuktikan nya aku ingin mengajak mu untuk tes DNA. Jika aku salah dan anak ini bukan anak mu, kau bisa lakukan apa saja terhadap ku., hiks hiks hiks. " Mayang.


Andre diam beberapa saat,


"Baiklah! jika memang anak yang kau kandung benar darah dagingku, aku akan menikahi mu, Tapi seperti yang kau bilang. Aku hanya akan bertanggung jawab terhadap anak itu. Kau tak tak boleh menuntut apapun dari ku! "


"Iya Tuan. Aku tak akan menuntut apapun dari mu, aku hanya ingin sebuah pengakuan untuk anak ini. "


"Baiklah, karena kau sudah mengganggu ku, sekarang juga kita lakukan tes DNA. " Andre.


"Setuju. " Mayang.


"Kalau gitu ikut dengan ku! kau tahu kan akibatnya jika kau menipu ku?!


Mayang pun menggangguk.

__ADS_1


Andre berjalan di depan dengan gaya angkuhnya, sementara Mayang membuntuti nya dengan wajah yang tertunduk lesu.


Bersambung.


__ADS_2