
Setelah menyaksikan si tua John kembali ke markasnya. Sean juga ikut pergi dengan menggunakan motornya.
lSetiap pembicaraan John Hendrik akan tertangkap pada micro chip tersebut yang akan melepas gelombang radio ke udara dan bisa di tangkap secara langsung pada stasiun radio amatir milik Red Eye.
Setibanya di Markas Red Eyes, Sean segera mencari gelombang suara pada frekuensi tertentu dari stasiun radio amatir tersebut..
Setelah melakukan penyetelan, Sean melakukan penyadapan dan perekaman otomatis.
Nantinya rekaman tersebut bisa menjadi bukti keberadaan Blue Eyes yang sudah lama di curigai keberadaan nya tersebut.
Benar saja Sean mendengar dengan jelas rencana John dan anggota Blue Eyes yang ingin mengadu domba mereka.
Setelah mendapatkan bukti rekaman tersebut, langsung saja Sean mengirimkan rekaman tersebut ke markas Red Eyes yang ada di Amerika.
Kerjaan Sean selesai, kini waktunya ia untuk menemui Andre, untuk memberi peringatan kepada saudaranya tersebut, sekaligus ia ingin bertemu dan melepaskan rindu.
Sean kembali menggunakan motornya menuju kantor Andre.Beberapa orang yang sudah mengintai Sean coba mengikutinya, tanpa di sadari oleh Sean.
Di tengah perjalanan Sean melihat beberapa orang sedang mengikutinya dengan menggunakan mobil. Mereka bahkan mencoba menembak ban motor Sean agar berhenti.
Aksi Kejar-kejaran terjadi. Sean terus melesatkan motornya menerobos kemacetan jalan raya. Selain beberapa pengendara mobil, ada juga pengendara motor yang mengikuti Sean.
Sean melaju di antara, keramaian. Oara anggota Blue Eyes juga tak bisa menembak Sean di jalan raya seperti ini.
Motor Sean semakin maju menerobos jalan tersebut.Ia terus berkonsentrasi agar segera tiba di kantor Andre dengan aman.
Dua orang anggota Blue Eyes yang mengikuti Sean mengatur Strategi, mereka mengambil jalan memutar, karena ketika akan memasuki komplek perkantoran Andre mereka akan melewati jalanan yang sepi dan memiliki dua alternatif jalan.
Salah satu dari mereka sudah mengisi penuh peluru pada Revolver mereka.
__ADS_1
Sementara yang lainnya mengemudikan mobil.
Sean terus melaju, sesekali saja ia melihat keberadaan musuhnya dari spion.
Beberapa meter lagi ia akan masuk ke komplek perkantoran Andre, Sean sedikit mengurangi kecepatannya. Namun, saat itulah mereka langsung mengarahkan pistol ke bagian kepala Sean. Karena Sean menunduk akhirnya pistol tersebut menembus pada bagian pundak dan bahunya.
Dor...
Motor yang di kedarai Sean seketika oleng tak cukup sekali mereka kemudian menembakkan peluru kembali mencoba menyasar kepala Sean.
Meski merasakan sakit yang luar biasa. Sean tetap mengendarai motornya dengan satu tangan.
Mereka coba menembakan pistol kembali dari arah depan dan kali ini kembali mengenai dada Sean yang saat itu sudah berada di depan gerbang pertama dari gedung perkantor Andre.
Dor.. suara letupan peluru tersebut terdengar hingga telinga para penjaga.
Bruk..Tubuh Sean tumbang ketika timah panas tersebut meyasar dan bersarang di dadanya. Sean pun tergeletak tepat di depan pintu masuk gedung di iringi dengan bunyi hentaman motor Sean yang menabrak pagar.
Satpam penjaga dan beberapa bodyguard kaget karena mendengar suara tembakan dan suara hantaman motor yang menabrak pagar besi ,segera saja mereka menghampiri Sean yang tergeletak.
"Siapa Dia? " tanya para bodyguard Andre ketika melihat sesosok pria tergeletak bersimbah darah.
Mereka segera membalik tubuh Sean. kemudian melepaskan helmnya.
Betapa kagetnya mereka melihat seseorang yang mirip dengan Andre dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Tuan? Apakah dia Tuan Andre? " tanya Satpam.
"Tidak sepertinya dia bukan Tuan, tapi saudaranya."
__ADS_1
"Jack! siapkan mobil. Kita langsung bawa kerumah sakit. Sementara aku akan menelpon tuan Andre! " Louis.
Jack segerakan menyiapkan mobil, kemudian mereka menggotong tubuh Sean ke dalam mobil dan langsung menuju rumah sakit terdekat.
Mereka sengaja menyelamatkan nyawa Sean terlebih dahulu dari pada memberi tahu Andre dan menunggu instruksi dari Bos tersebut.
Tak hanya satu mobil, Tiga mobil ikut mengawal mobil yang membawa Sean. Petugas keamananan pun bersiap menjaga Sean ketika dalam perawatan medis.
Louis menelpon Andre dan mengabarkan tentang penemuan mereka terhadap Laki-laki yang menyerupai sosok bos nya tersebut.
"Halo Bos, kami menemukan sesosok pria yang di duga saudara kembar Bos dengan dua luka tembak pada bagian dada dan punggungnya. "
Andre tersentak kaget.
"Apa? ! Kalian menemukan saudara ku? !" tanya Andre dengan nada yang begitu tegang.
"Iya Bos dan sepertinya pria ini tengah sekarat karena kehabisan banyak darah, jadi kami langsung membawanya ke rumah sakit. "
Andre begitu kaget, antara bahagia dan sedih karena mendengar saudara kembali di temukan setelah beberapa puluh tahun pencarian.Namun, dalam keadaan yang kritis bersimbah darah.
"Siapa yang telah berani menyakiti saudara ku? ! " tanya Andre dengan berteriak, seketika nafasnya memburu.
"Kami tidak tahu Tuan, Tiba-tiba saja saudara anda tergeletak bersimbah darah di depan kantor. " Louis.
Tubuh Andre semakin gemetar mendengar berita tersebut, hatinya terasa begitu sakit, ketika seseorang yang ia sayangi di sakiti oleh orang lain. "
"Jaga dia, jangan ada orang asing yang mendekat ke arahnya ! berikan pertolongan pertama untuk saudara ku itu! sambil menunggu aku sampai! "
"Siap Tuan! "
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Andre bergegas menuju rumah sakit.
Bersambung guys. kalau sempat up satu bab lagi. 😍