Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
positif


__ADS_3

Setelah menangis meluapkan perasaan nya di kamar mandi. Matang pun keluar dari kamar mandi.


Ketika berada di depan kamar mandi, ia kaget karena melihat Radit ada di sana.


Radit menatap nya dengan aneh.


"Apa yang terjadi pada mu Mayang? " tanya Radit seraya menatap lekat wajah Mayang.


Bukan nya menjawab Mayang justru semakin menangis.


Hiks hiks hiks, Tubuhnya terguncang. Dengan sisak sisak tangis yang masih terdengar.


Radit semakin mendekati Mayang. Ia coba menyentuh Mayang. Namun, di tepis oleh Mayang. Mayang pun berlari menuju kamarnya.


Sesampainya di sana. Ia langsung menutup pintu kamar nya dan kembali menangis sejadi-jadinya.


Radit menghampiri Mayang, ia pun mengetuk pintu kamar Mayang.


Tok tok tok..


"Mayang! Mayang! buka pintu nya


"Mayang!" tok tok tok..


Tak ada jawaban atau apapun dari kamar Mayang.


Radit menggedor pintu semakin kencang.


Hingga beberapa penghuni lain keluar dan melihat apa yang terjadi.


"Mayang! Mayang! buka pintu nya Mayang!" teriak Radit. Ia tak peduli kepada para penghuni lainya yang membicarakan tentang nya.


Pintu semakin digedor keras oleh Radit, seperti nya ia tak akan pergi jika Mayang belum membuka pintu.


Tak ingin terjadi keributan, Mayang pun membuka pintu.


Kreak...pintu di buka, Radit langsung masuk ke dalam kamarnya.


Mayang duduk di suatu sudut kamar nya, begitu pun Radit yang ikut duduk.


"Mayang, sebenarnya apa yang terjadi pada mu? " tanya Radit sembari mengusap kepala Mayang.

__ADS_1


Hiks hiks hiks, Mayang ******* ***** ujung kaos yang ia gunakan. Bulir bening terus menetes di pipi Mayang. Dengan tubuh yang masih berguncang.


Tak tahu apa yang harus ia katakan, bibirnya terus saja gemetar. Dengan tatapan kosong.


Tok tok tok, pintu kembali di gedor keras.


Suara ribut- ribut pun terdengar di luar kamar.


Mayang dan Radit mengalih pandang nya ke arah pintu yang di gedor semakin keras.


"Mayang! Mayang!" teriak beberapa orang dari luar kamar.


Mayang semakin takut, tubuhnya pun menggigil ketakutan.


Dengan santai Radit bangkit, ia pun berjalan menuju pintu dan membuka pintunya.


Kreak, pintu terbuka dan Radit kaget. Belasan orang berada di kamar tersebut.


"Ini dia pak Rt! pasangan mesumnya! " tunjuk Luzi kemuka Radit.


Mendengar Radit di tuduh yang bukan-bukan, Mayang pun bangkit menghampiri mereka.


"Ada apa ini?" tanya Mayang sembari melihat sekelilingnya yang di penuhi orang-orang asing.


Mayang dan Radit tepukau menatap orang-orang yang terlihat emosi.


Pak Ilyas datang menghampiri orang-orang tersebut.


"Ada apa ini? " tanya Pak Ilyas.


"Ini Pak! Mereka berdua ingin berbuat mesum di kos-an ini. " cecar yang lainya.


"Saya tidak berbuat mesum Pak. Saya sudah ijin untuk memeriksa keadaan Mayang yang sakit, karna saya seorang dokter, " sahut Radit.


"Benar Pak. Nak dokter sudah minta ijin sebelum nya pada saya. " Pak Ilyas.


"Alah itu bisa saja alasannya saja Pak. Apa bapak tahu jika Mayang itu tengah mengandung anak dokter ini? ! " tanya salah seorang dari mereka.


Tak hanya Pak Ilyas, tapi Radit juga syok mendengar penuturan Luzi tersebut.


"Maksudnya apa ini? " tanya Radit. Ia kurang paham.

__ADS_1


Sementara Mayang menangis dengan wajah yang tertunduk.


"Tidak Pak! itu bohong. Saya dan dokter Radit tak pernah berbuat di luar batas. " Mayang.


"Trus kamu bunting anak siapa Mayang! Apa ada Laki-laki lainnya? " cecar Liza.


Hiks hiks, Mayang kembali menangis. Semua mata pun tertuju padanya.


Tak ingin Mayang terus di pojokan, Radit pun angkat suara.


"Ehm begini, dari mana kalian tahu jika Mayang hamil? apa karna dia muntah-muntah, trus kalian kira dia ngidam? " tanya dokter Radit.


"Saya dokter yang memeriksa keadaan Mayang. Jadi saya tahu jika ia memang menderita maag akut. Tanda-tanda nya memang seperti orang-orang yang ngidam." jelas Radit.


"Iya bener. Nak dokter juga pernah cerita kepada saya jika Mayang baru saja keluar dari rumah sakit ketika ia pertama pindah di kost- an ini, karna penyakit lambungnya, hingga ia menderita typus. " Pak Ilyas.


Mereka pun mulai ragu.


"Kalau begitu kita periksa saja Mayang. Jika Mayang terbukti hamil. Suruh dokter ini bertanggung jawab, dan bawa Mayang keluar dari kos-an ini! " ucap salah satu warga.


"Iya, biar tak jadi salah sangka dan salah paham, sebaiknya begitu. " Pak Ilyas.


Dokter Radit menatap Mayang. "Ayo Mayang kita periksa. Agar semua jelas dan tak terjadi fitnah. " Radit.


Mayang menggangguk.


" Aku Siap-siap dulu. "


Dokter Radit menunggu di luar, sementara yang lainnya pulang ke tempat mereka masing-masing.


Beberapa saat kemudian Mayang keluar dari kamar, mereka pun langsung menuju bidan terdekat.


Tak ada pembicaraan apapun sepanjang jalan. Mereka Sama-sama bungkam. Dokter Radit juga binggung apa yang harus ia lakukan seandainya Mayang benar-benar hamil.


Mereka tiba di klinik bersalin. Dan langsung menemui bidan yang akan memeriksa Mayang.


Mayang di bawa masuk kedalam sebuah ruangan. Beberapa saat kemudian Mayang keluar dan duduk di samping Radit.


Bidan tersebut tersenyum. Selamat pak istri anda hamil empat minggu, ucap sang Bidan.


Seketika kedua nya saling menoleh.

__ADS_1


Bersambung.


Berikan like, vote dah hadiahnya ya. jangan lupa saran dan komentar nya. terimakasih


__ADS_2