
Karena merasa iri melihat kebahagiaan Mayang, luzy dan Lucy mencari cara untuk mengompori Andre.
Mereka berharap hubungan rumah tangga yang harmonis itu, bisa terpecah belah, dan tentunya Mayang dan Radit bisa mendapatkan masalah besar, paling tidak, Andre menendang Mayang dari rumah itu. Karena selain punya sifat iri, mereka juga tak akan merasa bahagia jika melihat orang lain lebih bahagia dari diri mereka sendiri.
"Luzy, bukannya itu dokter Radit, mantan pacar Mayang. "Lucy.
Luzy melihat kearah Radit. "Iya. kenapa? "
"Ehm, bagaimana kalau komporin si Andre itu."
"Maksud kamu ?"tanya Luzy.
"Ya kita pura-pura saja bercerita di depan Andre, jika dulu dokter Adit dan Mayang sempat pacaran."
Luzy tersenyum licik.
"Ayo! Siapa takut, Kalau perlu ditambahin bumbu-bumbu gitu kan? maksudmu biar tambah berasa Hi Hi. "
"Nah saudaraku memang pintar, Ayo kita mulai dekati mereka.
Kedua Duo Racun tersebut pun menghampiri Mayang dengan berpura-pura pamit untuk pulang.
"Permisi Mayang, kami ijin pamit dulu ya Terima kasih atas undangannya. " Luzy.
"Semoga putra-putri kamu akan menjadi anak yang sholeh dan sholehah, " timpal Lucy.
Mayang menyunggingkan senyum tipis Iya tak pernah mengundang Duo Racun tersebut. Namun, karena Duo Racun ikut bersama Mirna Mayang pun menerima meraka dengan tangan terbuka.
"Terima kasih atas kehadirannya," sambut sambil mengulas senyum, Mereka pun berjabat tangan.
Setelah berjabat tangan, Luzy pura-pura tanpa sengaja menoleh ke arah dokter Radit.
"Eh dokter Radit, sudah lama enggak ketemu, terakhir ketemu waktu di kost kita ya. " Luzy.
"Oh iya ada dokter Radit ternyata. "Lucy.
"Apa kabar dokter," keduanya sok akrab dengan menjabat tangan dokter Radit.
"Baik ."jawab dokter Radit mengulas senyum tipis.
Andre memperhatikan Mereka kemudian ia melirik ke arah Mayang.
"Di kost? " tanya Andre sambil mengerutkan kening.
"Iya di kos dulu, dokter Radit loh yang sering membantu Mayang, Dia juga sering mengantar jemput Mayang pergi kerja, membelikan makanan untuk Mayang, pokoknya begitulah dokter Radit. Dari dulu emang selalu baik," cerocos Lucy.
Andre terlihat syok, begitupun Mayang dan Radit yang jadi tak enak hati.
__ADS_1
Ande berdiri karena marah.
"Oh jadi kamu yang sudah menyembunyikan Mayang! "bentak Andre sambil menunjuk Radit.
Frizka menoleh kearah Radit dan Andre secara bergantian. Begitupun para tamu yang hadir, mendadak suasana menjadi hening.
"Bukan begitu Andre, " tahan Radit.
"Ada hubungan apa kalian berdua ?!" tanya Andre sambil menarik kemeja dokter Radit.
Mirna Buru-buru meraih baby girl yang menangis karena kaget mendengar suara Andre. Ia pun menjauh untuk menenangkan bayi tersebut.
"Jangan marah-marah begitu dong Mas, di sini ramai orang ,tahan sedikit emosinya. "Mayang menahan tangan Andre sambil menggendong anaknya.
Radit tak menyangka hal tersebut akan terjadi. Ia merasa di permalukan di depan di depan para tamu.
Suasana yang tadinya harmonis antara Andre dan Radit tiba-tiba berubah menjadi ketegang.
Reza, Revan, dan Alex menghampiri Andre berjaga-jaga agar Andre tidak berbuat sesuatu terhadap dokter Adit.
Senyum kepuasan terukir diwajah 2 racun tersebut mereka berharap Mayang bisa disingkirkan dan mereka juga berharap bisa menggoda Andre seandainya Mayang ditendang dari rumah tersebut.
Radit terlihat binggung menjelaskannya.
Sementara Andre sudah mengendus-endus nafasnya dengan kasar wajahnya juga terlihat merah.
Tapi dokter Radit selalu beralasan jika ia tak pernah bertemu dengan Mayang.
"Ternyata kamu yang menyembunyikan Mayang! Dasar pengkhianat! apa maksud kau melakukan itu! "Andre semakin berang
"Dengar dulu Ndre bukan seperti itu. "Radit coba menjelaskan
"Lalu seperti apa?! bukannya aku sudah menyuruhmu untuk mencari istriku! Ternyata kau lah menyembunyikan nya, pasti kau ada maksud tertentu! "
Cecar Andre dengan emosi yang begitu menggebu-gebu, jika Mayang tak menahan tangannya, mungkin tindak kekerasan terjadi saat itu juga.
Andre kembali menarik kerah leher kemeja yang digunakan Radit dengan sebelah tangannya.
" Tahan dulu Ndre, biar aku jelaskan. "
"Jelaskan apalagi !jelas-jelas kau berkhianat padaku! "
Teriak Andre sambil meninju wajah Radit.
Mas! Jangan gitu ! kasihan dokter Radit. "Ini semua bukan salah dokter Radit, akulah yang meminta dokter untuk merahasiakan keberadaan ku saat itu." Mayang
"Lalu apa karena Radit kau menolak ku? "
__ADS_1
"Bukan begitu Mas, aku memang ingin menghindarimu karena saat itu aku sudah putus harapan, Bukannya kau yang tak menginginkan aku, kau yang tak menginginkan kehamilan ku, kau juga tak mau bertanggung jawab jika bukan aku yang memaksamu, Iya kan Mas?!" Mayang.
Andre terlalu cemburu, ia mengepalkan kembali tangannya, Yang ada di pikiran saat itu adalah pengkhianatan Yasmin terhadapnya.
Melihat keribut yang terjadi,sang kakek pun menghampiri mereka.
"Andre tahan tanganmu, Jangan terbawa emosi! Yang kau lihat dan yang kau dengar tak berarti itu kebenaran yang sesungguhnya. Biasakan diri untuk mendengar penjelasan orang terlebih dulu ,Barulah kau mengambil kesimpulan dan tindakan. "Kakek.
"Tapi kek Radit ini Sahabatku, aku sudah mencari-cari istriku sampai kemana-mana dan ternyata dia yang menyembunyikannya, lebih parah lagi dia mengantar jemput Mayang memberinya, makan sebementara aku mencarinya, mengerahkan semua orang-orang ku, dan aku hampir stress karena tak menemukannya , ternyata dialah yang menyembunyikannya dariku. Lalu Apa maksudnya dengan semua itu! "
Semua tamu melihat kearah Andre yang terlihat begitu emosi.
"Tenang dulu Mari kita bicarakan secara baik-baik."
"Radit ,Andre Malang, Mari kita ke sebuah ruangan tak baik membicarakan hal ini di depan orang ramai. " Kakek.
"Sean, Hesti! kalian layani tamu. Kakek ingin bicara pada Andre." Kakek.
"Kalian berdua juga," ujar kakek Pada Duo Racun tersebut
Dora racun menyinggungkan senyum tipisnya.
Merekapun menuju ke sebuah ruangan yang tak jauh dari ruang tamu tempat diadakannya perjamuan.
Friska menatap cemburu kearah Radit, hingga membuat Radit semakin insecure.
"Apa benar yang dikatakan gadis itu? Kau Yang Telah menyembunyikan istri dari tuan Andre? tanya Priska dengan nada sinis.
Radit hanya berdiam diri.
"Jawab Mas !"bentak Frizka.
"Kamu Punya hubungan khusus dengan Mayang? Tanya Friska lagi yang tak puas karena Radit hanya diam saja.
"Iya aku memang mencari kan kosan untuk Mayang, itu karena aku ingin menjaganya, karena saat itu aku tahu jika Mayang berada di posisi yang sangat sulit. "
"Memangnya kenapa? Biarkan saja dia kembali pada suaminya! Kenapa harus kamu yang menjaganya?! "
Atau jangan-jangan kamu juga mencintainya ?!tanya Friska bertubi-tubi.
"Saat itu Andre dan Mayang belum menikah, hanya saja Andre Memang mencari keberadaan Mayang yang tengah mengandung anaknya. "
"Nah kau tahu sendiri jika Ma yang sudah mengandung anak Andre Kenapa kau halangi mereka untuk bertemu? "
"Sudahlah, nanti aku jelaskan. Sekarang kita ikuti saja mereka, dengar saja penjelasanku disana. "
Frizka yang awalnya menggandeng tangan Radit melepaskan tangan dokter tersebut. Radit semakin merasa terpojokan.
__ADS_1
Bersambung, ada satu bab lagi ya reader. 🙏😄