Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Dua sisi


__ADS_3

"Jadi kamu ya! wanita yang merayu suami ku?!" tanyaResti sambil menarik rambut wanita tersebut hingga gadis itu jatuh dari atas kursi dan terlentang di lantai.


"Aw! sakit! " teriak gadis itu.


Semua mata pengunjung kafe tertuju langsung pada Resti.


Melihat istrinya yang terlihat brutal, Ferdi langsung berdiri dari kursi.


"Resti lepaskan! " bentak Ferdi, seraya mendekati mereka.


Ferdi melerai tangan Resti yang masih menjambak rambut gadis itu.


"Lepaskan Ferdi! " Resti langsung menenendang kaki Ferdi sampai Ferdi terjerembab, bokongnya terhempas di lantai.


"Dasar perempuan sundal! Berani nya kamu bermesraan dengan suami orang."cecar Resti seraya semakin kuat menjambak rambut Mia


"Hiks hiks ampun Kak, saya tidak tahu jika Ferdi itu suami Kakak, bukannya dia masih berstatus pelajar? !" seru perempuan tersebut.


Perempuan itu menangis sejadi-jadinya antara merasa malu dan sakit. Melihat hal itu Ferdi jadi ikut emosi,Ia pun kembali berdiri menghampiri Resti.


Gadis tersebut menahan tangan Resti yang menjambak rambutnya.


"Lepaskan Resti! Ferdi mencoba melepaskan cengkraman tangan Resti, tapi Resti cukup kuat, ia semakin menarik rambut perempuan tersebut hingga perempuan itu semakin histeris.


Beberapa pengunjung cafe itu hanya menonton.


"Aw akh sakit! " gadis itu terus saja meringis dan berteriak kesakitan.


seperti kesarungan setan, Resti terus menjambak dan menarik.


"Inilah balasan kamu Ferdi! Tega kamu mengkhianati aku yang telah mengandung anak kamu! akan ku sakit perempuan ini, seperti kau menyakiti ku! " teriak Resti.


Perempuan tersebut semakin menangis karena Resti tak hanya menjambak rambutnya tapi juga menarik tubuhnya.


"Lepaskan hiks, "Mia menjangkau tangan. Resti tapi tak terjangkau.


"Lepaskan Resti kasihan Mia! "Ferdi terus berupaya membuka genggaman tangan Resti.


Mendengar adanya keributan, Manager cafe pun datang menghampiri mereka.


"Ada apa ini?! Jangan bikin keributan disini!" Manager Cafe.


Resti memandang pria yang ada di hadapannya.


"Bukan urusan anda! " tunjuk Resti ke arah manager tersebut dengan sebelah tangannya.


"Sebaiknya anda lepaskan ! Atau saya yang akan melaporkan anda dengan tindakan penganiayaan! " Manager tersebut mengancam Resti.


Hiks hiks hiks Gadis tersebut masih menahan rasa sakit.


"Saya tidak takut! Perempuan ini telah merebut suamiku! "


"Ampun Kak! Saya benar-benar tak tahu hiks. Fer! Tolong Fer! Sakit!Hiks hiks."


Meski di ancam Ferdi dan Mangager cafe tersebut Resti tak sedikit pun peduli malah semakin brutal. Setelah menarik gadis itu ia langsung memutar tubuhnya


"Ini balasannya karena kamu sudah menggoda suamiku! " Resti mencakar-cakar wajah Mia.


Mereka bukannya tak ingin membantu, melihat kondisi Resti yang tengah hamil mereka juga takut terjadi sesuatu pada Resti.


Beberapa orang merekam kejadian tersebut.


Manager cafe dan Ferdi berusaha melerai Resti, begitu pun gadis tersebut, karena kesakitan gadis tersebut berusaha meronta secara reflek Mia menendang kaki Resti dan mendorongnya. Hingga Resti jatuh terjerembab dengan bokong mendarat menghenpas ke lantai.


"Akh!" Resti meringis kesakitan. Ferdi yang kaget melihat hal tersebut buru- buru menghampiri Resti.

__ADS_1


"Akh, akh sakit! "Resti menangis ketika merasakan perutnya berkontraksi, beberapa saat kemudian darah segar mengalir dari bagian bawah tubuh Resti.


"Hiks hiks, Akh sakit! " tangis Resti lagi. Ferdi yang awalnya kesal terhadap Resti kini merasa iba, karena melihat darah segar mengucur dari jalan lahir Resti.


"Resti, kita kerumah sakit sekarang! Riko tolong bantuin angkat Resti . " Pinta Ferdi.


Riko, pacarnya dan Ferdi membantu membawa Resti, sementara Resti menangis menahan rasa sakit.


"Akh Sakit Fer, tangis Resti. Sambil mengusap perutnya."


"Iya, kamu tenang saja, kita kerumah sakit sekarang. "


Melihat Resti yang di bopong dua orang Laki-laki , sopir pribadinya pun segera menghampiri.


"Non Resti ada apa?" tanya sopir.


"Kita bawa ke rumah sakit sekarang Pak! "Ferdi.


"Iya! " Sopir tersebut membuka pintu mobil.


Ferdi masuk kedalam mobil terlebih dahulu kemudian Resti bersandar pada tubuh Ferdi.


Keadaan Resti semakin lemah, karena sudah kehilangan banyak darah.


Sopir pun melaju membawa Resti ke rumah sakit terdekat.


Resti terus meringis dengan suara yang semakin lirih.


"Akh sakit, Fer! " keluh Resti.


"Kamu tenang ya Res, sebentar lagi kita sampai," Ferdi.


"Aku ngak kuat lagi Ferdi! ini rasanya sakit sekali! " ucap Resti.


Tubuh Resti gemetaran dengan keringat yang keluar sebesar biji jagung karena menahan rasa sakit yang luar biasa.


Resti mencoba mengatur nafasnya yang tinggal setengah-setengah. Meski merasakan sakit yang luar biasa Resti merasakan matanya yang semakin berat. Dengan perlahan ia pun kehilangan kesadarannya.


Ferdi semakin panik.


"Resti! Resti! " seru Ferdi sambil menepuk pipi Resti. Namun Resti tetap tak sadarkan diri.


"Percepat mobilnya pak! " Resti


Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah sakit.


Petugas ruang UGD langsung menyiapkan brankar untuk Resti.


Mereka pun membantu Resti mengevakuasi Resti dari dalam mobil. Karena keadaannya begitu mendesak Resti segera menjalani operasi.


***


Hari ini hari yang membahagiakan bagi Mayang. Meski sang suami begitu sibuk, tapi Andre tetap menyempatkan diri untuk membawanya memeriksa kan kandungnya.


Kedua pasangan tersebut begitu bahagia saat di mobil.


Andre memeluk sang istri yang bersandar di pada tubuhnya. Sambil mengusap-ngusap perut sang istri.


"Mas kalau anak kita Laki-laki kamu mau beri nama siapa? " tanya Mayang sambil mengusap-ngusap tangan Andre yang memeluknya.


"Aku minta kakek yang memberi mereka nama. Bagaimana menurut mu? "


"Aku setuju saja. "Mayang.


"Rencana aku juga akan merenovasi satu buah kamar yang akan kamu gunakan untuk persalinan. Jadi kamu akan bersalin di ruang khusus untuk kamu sendiri. " Andre.

__ADS_1


"Ehm segitunya kamu Mas. Ngaklah. Aku ingin melahirkan di rumah sakit saja. Tapi aku ingin kau yang menemani aku saat persalinan. "


"Tentu saja! Aku tak percaya meninggalkan mu sendiri di ruang persalinan." Andre.


"Ehm, setelah ini kita berbelanja ya Mas, Aku ingin membeli dan memilih sendiri semua perlengkapan persalinan dan pakaian bayi ku. "


"Iya Sayang, apasih yang enggak untuk kamu! sahut Andre seraya mencium pipi istrinya.


"Ehm, sayang suami ku," ucap Mayang sambil memeluk suaminya. Andre membalas pelukan Mayang sambil menggigit pelan daun telinga.


Tak beberapa lama kemudian mereka pun tiba di sebuah klinik bersalin.


Tanpa menunggu antrian. Keduanya langsung di persilahkan masuk ke ruang praktek dokter.


Setelah berkonsultasi dengan dokter, Mayang di persilahkan untuk berbaring.


Dokter mengarahkan tranduser ke permukaan kulit Mayang.


"Janinnya sehat, air ketuban nya juga cukup. pergerakan janinnya juga aktif. "Dokter.


Andre dan Mayang terlihat bahagia dengan penjelasan dokter tersebut.


"Lalu jenis kelamin anak saya apa dokter? "tanya Mayang.


"Salah satunya Laki-laki, hanya saja yang satunya belum terlihat. Yang terpenting semuanya normal. "


"Ok pemeriksaan selesai. silakan kembali. "


Andre membantu istrinya untuk bangkit. Mereka terlihat semakin bahagia mesti tak semua jenis kelamin anak mereka bisa terlihat. .


"Bagaimana dengan persalinannya dokter? " tanya Andre.


"Karena keadaan ibunya sehat,masih muda juga, persalinan bisa di lakukan dengan normal. Persalinan normal lebih minim resiko. " dokter.


"Iya dokter nanti saya konsultasikan bersama. " Andre.


Setelah pemeriksaan mereka pun keluar dari ruang pemeriksaan.


Mayang menggandeng mesra tangan suaminya keluar dari ruangan.


"Mas aku pilih persalinan dengan cesar saja. " Mayang.


"Kenapa begitu? " tanya Andre sambil menautkan alisnya.


"Nanti kalau persalinan normal, punya ku jadi ngak pakem lagi, nanti kamu ngak suka lagi, mulai " Mayang.


"Ih siapa bilang. Yang alami itu lebih baik. Lagi pula aku akan tetap sayang dan semakin cinta sama kamu, karena kamu tak hanya jadi istri aku, tapi juga ibu dari anak-anak ku," jawab Andre sambil mengusap kepala


"Iya Mas, kamu janji ngak akan nikahi anak perawan lagi ya? " Mayang.


"Ha ha, Kamu saja sudah cukup.Aku tak akan membiarkan ada orang ketiga, keempat dan kelima yang akan merusak rumah tangga kita yang sudah sempurna ini. " Andre.


"Ehm, so sweetnya," ucap Mayang seraya mencium pipi Andre. Pasangan tersebut tengah menikmati indahnya bahtera rumah tangga yang mereka jalani.


Ketika berjalan melewati koridor, mereka melihat Resti yang terbaring di atas brankar yang di dorong oleh petugas medis. Mereka juga melihat Ferdi yang terlihat khawatir.


"Eh Mas, sepertinya itu Resti? kenapa dia? " tanya Mayang.


"Iya sepertinya begitu! "


mereka berhenti untuk menoleh ke arah belakang.


"Ayuk Mas kita lihat, apa yang terjadi pada Resti. " Mayang.


"Iya Sayang. "

__ADS_1


Mereka memutar arah menghampiri Resti.


Bersambung dulu guys.


__ADS_2