
Sean berada di sebuah gym, ia menang terbiasa berolahraga sebelum memulai aktivitas hariannya.
Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi dan sudah hampir dua jam ia berada di gym tersebut.
Sean memakai kembali jaket kulit dan topinya agar tak ada yang mengenalinya, setelah itu, ia keluar dari gym tersebut bersamaan beberapa pria bertubuh tegap yang hendak masuk ke dalam gym, mereka pun bertemu di depan pintu.
Karena terus menunduk. Sean tanpa sengaja menabrak seorang pria.
"Hey ! kalau jalan lihat-lihat! " Seru pria itu dengan emosi.
Sean pun menoleh sekilas.
"Maaf ."
"Eh Tuan Andre, saya pikir siapa. Maaf tuan. Saya tak sengaja." Pria yang awalnya galak tersebut seketika menunduk dengan ramah seolah Sean adalah bosnya. Meski heran, Sean tak menggubris pria tersebut.
Ia kembali berjalan meninggalkan tempat tersebut.
"Hey, loh lihat ngak kok tuan Andre jadi selow gitu yah. Biasanya kita kan tak boleh salah dikit saja langsung main gampar. "
"Iya ya. Tapi sejak punya istri tuan Andre menang banyak berubah, sudah jarang marah-marah. "
"Demam bucin kali tuh orang. "
"Ha ha. Ternyata cinta memang bisa merubah sifat seseorang. "
"Heleh, udah yuk kita lanjut latihan lagi. "
***
Keluar dari toko, Sean kembali berjalan kaki menuju jalan pulang. Sembari memikirkan pertemuan dengan beberapa lelaki tersebut. Ia pun teringat pertemuan dengan gadis yang memeluknya di sebuah toko pakaian.
'Andre? siapa Andre. Apa aku begitu mirip dengan pria bernama Andre tersebut. ' batin Sean. Sean terus mengayunkan langkahnya menuju tempat tinggal.
Di tempatnya yang baru, ia harus menyesuaikan diri.Tak seperti ketika ia berada di markas Red Eyes, semua fasilitasi tersedia dengan lengkap.
__ADS_1
Sebenarnya John Hendrik melarang dirinya untuk berkeliaran di tempat umum, sebelum misinya selesai. Entah apa sebabnya, hingga ia tak di perbolehkan keluar dari persembunyian.
Sean harus secepatnya kembali sebelum sang ayah memergokinya berada di jalan.
Sean berlari-lari kecil menuju sebuah rumah sederhana. Rumah tersebut sedikit tersembunyi. Berada di belakang komplek perumahan rakyat.
Setibanya di rumahnya ia langsung mengunci pintu dengan rapat.
Setelah berolahraga raga Sean menyiapkan makanannya sendiri. Semua makanan sudah tersedia di kulkas.
Baru beberapa hari ia berada di sini ia sudah merasa jenuh, karena harus mengurung diri sepanjang hari.
***
Markas Blue Eyes.
John Hendrik adalah pemimpin Blue eyes sebuah organisasi hitam. Anggota Blue Eyes di rekrut dari para pemberontak Red Eyes dan Black eyes. Dua organisasi mafia terbesar di dunia.
Baik Red eyes atau Black Eyes sendiri bukanlah Rival. Sudah ada perjanjian damai antara kedua gengs besar tersebut.
Mereka membagi wilayah kekuasaan mereka Masing-masing. Red eyes mendominasi sebagian wilayah Eropa dan Amerika. Sedangkan Black Eyes lebih mendominasi kawasan Asia fasifik.
Salah satu dari mereka adalah John Hendrik. Ketika masa perang dua gengs mafia tersebut. John Hendrik adalah anggota Black eyes pemimpin pertempuran sengit di sebuah negara di Afrika, saat itu kepemimpinan Black eyes di pegang oleh Adam Williams. Namun, saat itu John Hendrik terkena geranat musuh ,hingga membuat kaki sebelah kirinya di amputasi. Setelah kecelakaan tersebut John seolah di lupakan. Dirinya yang cacat harus terpuruk sendiri karena tinggalkan oleh kawanannya.John hanya di beri sejumlah uang sebagai kompensasinya. Mereka pun melupakan John.
Rasa sakit hati John membuatnya membalas dendam terhadap Adam Williams.
John pun menghilang jejak dan berpura-pura telah mati. Dengan sisa uang yang di berikan Black Eyes sebagai kompensasi terhadapnya ,John melakukan operasi plastik dengan merubah wajahnya, kemudian ia mencetak sendiri kakinya. yang terbuat dari baja ringan dan stainless.
Dengan mengumpulkan beberapa orang yang memiliki dendam antara dua kubu tersebut, mereka bermaksud memecah kembali perdamaian antara dua kubu.
Dendamnya terhadap Adam Williams membuatnya ingin menghancurkan keluarganya hingga menculik salah satu dari putra Adam Williams.
Awalnya John ingin membunuh Sean dengan menyiksanya. Tapi ketika Sean sekarat ia merasa iba pada bocah tersebut. Akhirnya John sendiri merawatnya.
Akibat pukulan keras John yang mengenai kepala Sean, Sean pun menjadi hilang ingatan. Kesempatan tersebut di manfaat oleh John untuk menggunakan Sean, ia mencuci otak Sean agar bisa di manfaatkan untuk menjebak Adam dan Andre kemudian menghancurkannya.
__ADS_1
Karena wajah Sean yang mirip dengan Andre. Mereka bisa menggunakan Sean yang bisa menyamar dengan mudah sebagai Andre.
***
Dan saat ini John sedang memimpin rapat rahasia di sebuah tempat yang tertutup.
"Jadi apa rencana mu John? " tanya pria besar bernama Banest.
"Aku akan menggunakan Sean untuk menjebak Andre. Aku akan gunakan saudaranya untuk transaksi narkoba secara besar. Sean yang akan melakukannya. Andre lah yang kena getahnya ha ha. " John.
Mereka pun tertawa.
"Tapi apa Sean tak curiga, bagaimana jika ia bertemu dengan Andre? "
"Aku sudah mencuci otak bocah itu selama dua puluh tahun. lagi pula ia tak tahu jika aku bukanlah adalah ayah kandungnya. Dan selama ini dia tak pernah membankang perintah ku. "
"Kau begitu yakin sekali jika rencana kita akan berhasil. "Banest
"Tentu saja! Sean aku persiapkan dua puluh tahun demi dendam ini. " John Hendrik.
"Aku akan bikin hancur Black Eyes Termasuk sang pemimpin Andre, putra Adam willyam. " John menggepalkan tangannya.
Hatinya di liputi dengan dendam.
"Bukannya si Andre itu sudah tak lagi jadi anggota Black Eyes? "
"Ha ha ha. Kata siapa. Seseorang yang memasuki dunia hitam. Tak akan pernah lepas sepenuhnya."
"Lihatlah Perang besar antara Black Eyes dan Red Eyes akan kembali pecah. Ketika kedua kubu tersebut hancur, maka Blue Eyes lah yang akan memimpin " John
***
Sean menatap lagit malam yang penuh dengan taburan bintang.
Ia masih penasaran dengan sosok lelaki bernama Andre.
__ADS_1
'Siapa Andre sebernarnya? Apakah aku masih memiliki keluarga di dunia ini, selain Tuan John. Aku harus cari tahu tentang jati diriku, sebelum tuan John semakin memanfaatkan ku. ' Batin Sean.
Bersambung dulu ya readers 😘😘