Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Cepat Sembuh Mommy


__ADS_3

Atas permintaan Mayang, Andre akan membawa Mayang pulang, rencananya Mayang akan di rawat di rumah dengan pengawasan dokter ahli profesional. 


Saat itu Adiaksa yang baru tiba langsung ikut ke dalam pesawat yang membawa Mayang. 


***


Raya dan Raihan bermain bersama, di rumah kiai Abdullah. Sean yang baru saja tiba dari berbelanja langsung menghampiri mereka. 


" Raya, Rayhan. Dimana Rayyan? " tanya Sean. 


" Rayyan gak mau main Uncle, dia masih ngambek karena ingin segera pulang, " sahut Raya. 


" Ini uncle bawa es krim. " Sean menyodorkan es krim pada dua anak itu. 


" Terima kasih uncle, "ucap Raya. kemudian ia kembali bermain bersama Raihan.


" Iya Sayang. " Sean mengusap kepala Raya dan Raihan.


Setelah itu ia masuk ke kamar Rayyan yang saat itu sedang menyendiri di pojokan.


" Rayyan! " panggil Sean seraya berjalan menghampiri Rayyan.


Rayyan hanya menoleh sekilas, kemudian kembali membuang wajahnya.


" Rayyan, kamu kenapa? " tanya Sean.


Rayyan tak menjawab, wajahnya tertekuk dengan bola mata yang memerah.


" Rayyan, kamu belum jawab pertanyaan Uncle. Kamu kangen sama mommy dan daddy? "


Rayyan menggelengkan kepalanya lirih.


" Gak apa Rayyan, kalau kamu kagen sama orang tua kamu, kamu boleh menangis, tapi setelah itu kamu gak boleh sedih lagi."


" Mereka bukan ingin liburan berdua Rayyan, tapi memang ada urusan yang penting, hingga daddy dan mommy mu belum bisa pulang. "


Rayyan hanya menyimak penuturan dari uncle nya.


" Rayyan, Rayyan sudah besar, harusnya Rayyan berdoa agar urusan mommy dan daddy di lancarkan. Jadi mereka bisa segera pulang, " nasehat Sean sambil mengusap pundaknya.


Rayyan menatap kearah Sean.


" Rayyan harus bersikap dewasa mulai sekarang ya. " Sean kemudian meletakkan telapak tangannya di atas kepala Rayyan.


Detik berikutnya Sean merasakan getaran pada gawainya.


langsung saja ia merogoh saku celana.


Sean sedikit menjauh dari Rayyan.


" Hallo," sapa Sean.


" Sean, bawa si kembar pulang. Saat ini aku dalam perjalanan dari bandara, kami langsung menuju rumah. "


" Oke baiklah. "


Sean menghampiri Rayyan setelah menutup telponnya.


"Ayo kita pulang Rayyan, Mommy dan Daddy-mu sudah dalam perjalanan pulang. "


Rayyan langsung tersenyum, mendengar berita dari Sean. Rayyan segera bangkit dari tempat tidur nya kemudian membereskan pakaian sendiri. Rindu di hatinya sudah tak lagi tertampung.


Meski Rayyan memiliki sifat dingin, tapi tetap saja ia selalu merindukan kasih sayang orang tua dan kehangatan keluarganya. 


Setelah beberes dan berpamitan pada kiai Abdullah mereka pun melanjutkan perjalanan. 


Butuh sekitar 3-4 jam bagi mereka untuk tiba di rumah. 

__ADS_1


Sementara Andre dan Mayang juga dalam perjalanan menuju rumah mereka. 


Mayang dibawa dengan menggunakan ambulan. Karena keadaan yang cukup mengkhawatirkan. 


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu Jam dari bandara mereka pun tiba. di rumah. 


Tim dokter sudah siap siaga  di rumah Andre, untuk melakukan pemeriksaan kepada Mayang. 


Andre memiliki klinik tersendiri di rumahnya, hal itu karena dirinya yang terlalu protektif terhadap anggota keluarganya. 


Jika ada ada pihak keluarga yang sakit, mereka tak perlu repot-repot ke rumah sakit, bahkan si crazy rich man tersebut rela menggelontorkan uang banyak demi keamanan dan kenyamanan anggota keluarganya. 


Dokter kembali memeriksa keadaan Mayang. 


" Bagaimana dokter?! " tanya Andre. 


" Luka seperti ini memang membutuhkan proses yang lama untuk mengering. Karena racunnya sudah menyebar di sebagian pembuluh darah. " 


" Lalu apa yang harus saya lakukan dokter? " tanya Andre lagi. 


" Tenang saja tuan, di negara kita ini, banyak sekali tanam yang memiliki khasiat penangkal racun.Tanaman tersebut bisa didapat dengan mudah, tanpa efek samping, dan bisa dikonsumsi bersamaan  dengan obat."


" Iya dokter, karena itulah saya memilih untuk pulang, disini lebih mudah mencari alternatif, agar racunnya segera dinetralisir. " 


Setelah diperiksa oleh dokter  dengan seksama,dokter memberi resep obat untuk Mayang. Nantinya setiap delapan jam sekali, seorang suster akan datang memberikan obat kepada Mayang selama ia membutuhkan suntikan obat. 


***


Andre sekarang bisa bernafas lega setelah pulang ke rumah, setidaknya mereka semua berkumpul di rumah. 


Lagi pula di rumahnya, semua akan lebih mudah untuk mendapatkan apapun. Terutama makanan untuk Mayang yang dimasak di dapur sendiri. 


Beberapa jam berselang. 


Sean dan Hesti sudah sampai di rumah. Alangkah bahagianya si kembar bisa kembali ke rumah mereka. 


" Mommy! Daddy! " seru Raya dan Rayyan sambil berlarian menuju anak tangga.


Sesampainya di depan pintu Rayyan dan Raya mengetuk pintu kamar.


Tok tok tok...


"Mommy! Daddy! "


Andre yang berada di ruang klinik langsung menghampiri anak-anaknya.


" Rayyan! Raya! " panggil Andre.


Keduanya berpaling melihat kearah Andre.


" Daddy! " seru keduanya seraya berlari menghambur memeluk Andre.


Andre pun berjongkok untuk bisa sejajar dengan dua buah hatinya.


" Daddy, dimana mommy? " tanya Raya.


Setelah beberapa saat mereka pun mengurai pelukannya.


" Hus! Mommy sedang sakit, jangan berisik ya. "


" Sakit? " ucap lirih keduanya.


" Iya Sayang, mommy sakit. "


Keduanya langsung mencebik. " Lalu dimana mommy sekarang? " tanya Raya. dengan vibra sedih.


" Ada Nak, mommy sedang istirahat. Ayo kita lihat keadaan mommy, tapi jangan berisik ya. "

__ADS_1


" Iya Daddy. "


Andre memimpin tangan putra putrinya menuju klinik pribadi milik keluarga mereka.


" Mommy. hiks hiks, " ucap mereka lirih ketika melihat sang ibunda yang terbaring dengan wajah yang begitu pucat, dan bibir yang kering.


" Daddy, mommy sakit apa? " tanya Raya.


" Mommy terkena luka tembak di dadanya.


Saat ini, mommy butuh istirahat dan doa dari Rayyan dan Raya, agar mommy segera lekas sembuh. "


" Iya Daddy.Hiks hiks. " Wajah Si kembar tertunduk lesu, mereka kembali menangis.


Andre menghela nafas panjang melihat putra-putri yang terlihat sedih.


" Kenapa mommy di tembak daddy, mommy kan bukan orang jahat? " tanya Rayyan sambil menghapus air matanya.


" Iya sayang, Mommy bukan orang jahat, mommy orang baik.Namanya musibah, ngak peduli orang jahat atau baik. Tugas kita sekarang, kita rawat mommy dengan sebaik-baiknya, agar mommy cepat sembuh . "


" Iya daddy. " Mereka pun menghampiri Mayang.


Raya dan Rayyan tak mampu menahan tangis mereka melihat wanita yang selama ini selalu terlihat kuat, kini berbaring tak berdaya di atas tempat tidur.


" Mommy! "ucap Rayyan dan Raya lirih sambil menyentuh pipi Mayang.


Beberapa detik kemudian Mayang kembali membuka matanya seraya tersenyum kearah putra-putrinya.


" Mommy, cepat sembuh ya, " ucap keduanya.


" Iya Sayang, Sini peluk mommy. " Mayang merentangkan tangannya.


Kedua anaknya pun langsung memeluk Mayang.


"Mommy pasti akan sembuh, kalau Raya dan Rayyan yang merawat mommy, Nak. " Mayang berucap lirih.


" Iya Mommy, kami sayang sama mommy. "


"Mommy juga sayang sama kalian berdua. "


" Berdua saja, daddy ngak?! " Bibir Andre mengkerucut.


"Sama Daddy juga pastinya. Kalau yang merawat dua pengeran ganteng dan satu putri cantik, mommy pasti cepat sembuh, " ucap Mayang dengan semangat.


" Kami sayang mommy! " ucap ketiganya sambil mencium pipi Mayang secara bersamaan.


" Mommy juga sayang kalian semua, kalian adalah penyemangat bagi mommy untuk bisa sembuh. "


Mayang menatap langit-langit kamarnya, " Rasanya bahagia berkumpul bersama keluarga ku, Terima kasih Tuhan, karena masih memberikan ku kesempatan untuk hidup. "


***


Seorang pria tinggi bertubuh tegap datang menghampiri Steven. Dia adalah Donald Harrison.


Aku bisa membebaskan mu Steve, tapi ada syaratnya.


" Akan ku lakukan apa saja, asal aku bebas dari tempat ini. " Steve.


" Baiklah jika kau setuju. Akan ku atur semuanya. " Tanpa banyak bicara tuan Donald meninggalkan Steve.


Bersambung dulu ya reader.


Ada rekomendasi novel untuk kalian guys. Karya Bucin fi sabilillah.


Dengan judul, Anak Sultan Milik Ceo


__ADS_1



__ADS_2