
Keluarga Ferdi mendatangi kediaman keluarga Adiaksa. Saat ini mereka sudah berdamai. Rencananya hari ini kedua keluarga akan membicarakan perihal pernikahan antara Resti dan Ferdi.
Tak hanya kedua keluarga, Andre dan Mayang juga di undang untuk hadir di sana.
Mereka berkumpul di ruang tamu Adiaksa.
Meski berdamai, Mona dan Adelia masih saling membuang muka.
Karena kedua keluarga berkumpul, mereka pun mulai membicarakan pernikahan Ferdi dan Resti.
Pak Bondan memulai pembicaraannya.
"Jadi maksud kedatangan kami kemari, kami bersedia bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada kedua putra putri kita. Hanya saja karena Ferdi masih berstatus pelajar, jadi kita akan menikahkan mereka secara siri. "
Adiaksa dan Adelia saling memandang.
"Baiklah, jika seperti itu kami setuju. " Adiaksa.
"Dan setelah mereka menikah kami juga minta agar si Resti tinggal bersama kami, " imbuhnya lagi.
"Tidak! si Resti dan Ferdi harus tinggal bersama kami! " tolak Adelia.
"Tapi Bu, biasanya menantu perempuan lah yang akan tinggal bersama mertuanya, apalagi setelah menikah Ferdi masih tetap bersekolah. " Pak Bondan.
"Tetap tidak bisa, setelah menikah Ferdi harus tinggal bersama kami di rumah ini! Enak saja Ferdi mau sekolah lagi sementara si Resti putus sekolah! " Adelia.
"Ngak bisa begitu Nyonya! Ferdi harus tetap bersekolah demi masa depannya dan juga anaknya. " Mona semakin nyolot.
"Masa bodo'! Ferdi juga harus merasakan apa yang Resti rasakan, Biar saja dia juga putus sekolah! " Adelia
"Ya sudah! Kalau Ferdi tak bisa melanjutkan sekolahnya lebih baik pernikahan ini di batalkan saja! " Mona
"Ayo Papi kita pulang! " Mona.
Mendengar hal itu Adelia kembali berang ia seketika ia berdiri.
"Eh Nyonya, enak saja ya! Sudah merusak anak orang masih ngak mau tanggung jawab! " cecar Adelia.
"Apa kamu bilang?! Saya mau tanggung Jawab, asalkan si Resti dan Ferdi tinggal di rumah saya dan Ferdi bisa melanjutkan sekolahnya. " Mona.
"Enak saja, nanti anak saya kamu jadikan pembantu trus kamu julidtin setiap hari. " Adelia.
"Ha pembantu? Emangnya saya ngak mampu apa gaji pembantu hingga menantu sendiri di jadikan pembantu! " Mona
Keadaan semakin tegang ketika Adelia dan Mona mulai terpancing emosi. Tak ingin terjadi pertikaian kembali Adiaksa pun mencoba menenangkan istrinya.
Andre dan Mayang tak bersuara sedikitpun. Sebenarnya mereka berdua tak ingin terlibat dalam pembicaraan ini, Namun, karena Adiaksa yang mengundang, mereka pun hadir sebagai tamu.
__ADS_1
"Tahan mommy! jangan terprovokasi kembali. Ingat kita sedang berdiskusi mencari jalan terbaik untuk anak-anak kita, bukan untuk buat masalah kembali. " Adiaksa.
"Tapi mereka yang mau enak sendiri Papi. "
"Iya bawa tenang saja Mami, pikirkan jalan terbaik untuk keduanya. Bagaimana pun juga Ferdi adalah ayah dari calon cucu kita, Ia juga harus punya masa depan cerah agar kehidupan anak cucu kita bisa sejahtera. " Adiaksa.
Meski sudah di nasehati tetap saja Adelia keras kepala, ia terus saja menggerutu.
Andre yang tak ingin terjebak terlalu lama di situasi seperti ini, akhirnya buka suara.
"Ehm, kalau saya boleh usul, bagaimana jika setelah menikah Ferdi tinggal bersama ayah mertua, dan untuk masa depan Anak-anak mereka biarkan saja Ferdi melanjutkan sekolahnya. Setelah melahirkan pun si Resti bisa ikut kejar paket C setelah itu ia bisa melanjutkan kuliah atau mau kerja. " Andre.
Mereka pun saling memandang kemudian berdiskusi dengan pasangan Masing-masing tentang usul Andre tersebut.
"Bagaimana Mami, Papi rasa itu adalah jalan tengah dari masalah ini. " Adiaksa.
Adelia berpikir sejak, begitu pun Mona dan pak Bondan. Akhirnya mereka pun setuju.
" Baiklah. kalau begitu Mami setuju! " Adelia.
"Oke aku juga setuju. "Mona.
"Baiklah karena kedua belah pihak sudah setuju kita tetapkan saja tanggal pernikahan mereka. " Adiaksa.
Setelah perundingan tersebut. Pernikahan Resti dan Ferdi pun segera di selenggarakan pada ke esokan harinya.
***
Andre baru saja keluar dari kamar mandi,dan melihat sang istri yang terlihat binggung.
"Sayang kamu sepertinya kamu mencari sesuatu. Cari apa? "
"Aku binggung mas, nanti malam acara akad nikah Resti, aku cuma punya kemeja dan baju hamil. "
"Hm, kalau gitu kita ke butik saja, kamu beli baju yang banyak, maklum saja karena sibuk aku lupa dengan hal yang kecil seperti ini. Tapi setelah aku rapat nanti ya. " Andre.
"Ehm boleh sih tapi kamu kan sibuk Mas,Aku pergi sendiri saja ya , Bukannya kamu punya banyak pengawal yang bisa menemani aku. Lagi pula aku butuh waktu sendiri sesekali. " Mayang.
Andre menatap Mayang ragu.
"Mas, aku tahu di luar aku tak aman. Tapi bukan berarti aku tak bisa menikmati kehidupan ku kan? Aku ngak mau di kurung dalam sangkar emas ini Mas. Waktu di panti aku juga di Kurung, ngak boleh keluar dari wilayah panti. Dan sekarang, aku punya uang, suami ku juga punya kekuasaan dan perlindungan super ketat, tapi aku tetap ngak bisa menikmati hidup ku.Trus sampai kapan aku begini?Please aku ingin keluar sebentar saja Mas. " Pinta Mayang memelas.
Andre menarik napas panjang, ia memang begitu mencintai istrinya, tapi tak bearti Andre harus mengurungnya terus, ia juga tak bisa mengawasi sang istri selama dua puluh empat jam. Mayang juga berhak menikmati hidupnya.
"Iya Sayang, kau boleh pergi sendirian."
Mayang tersenyum lega.
__ADS_1
Andre berjalan sedikit menjauh dari Mayang. ia menghampiri lemari kemudian membuka laci dan meraih sebuah benda yang mirip seperti alarm.
"Ini sayang. " Andre menyorkan Alarm tersebut kepada Mayang.
"Apa ini Mas? "
"jika terjadi sesuatu pada mu di tempat yang sepi. kau cukup tekan tombol ini, maka kalung yang ada pada doggie akan menyala dan pawangnya akan melepaskan doggie untuk mendeteksi keberadaan mu. " Andre.
Mayang tersenyum. Kemudian ia melingkarkan pergelangan tangannya pada leher Andre
"Terima kasih suami ku, " ucapnya sambil berjinjit mengecup bibir Andre.
"Kau memang paling bisa merayu ku. " Andre.
Mayang menyimpan benda tersebut di saku tuniq yang ia kenakan.
"Aku beri waktu tiga jam, selesai meeting aku susul kamu. " Andre.
"Oke sayang. " Mayang.
"Oke kalau gitu kita sarapan sekarang. "Andre.
***
Selesai sarapan Andre mempersiapkan doggie dan beberapa orang bodyguard untuk mengawal Mayang, ada enam orang pria bertubuh besar dan berpakaian serba hitam dengan pin berwarna merah pada bagian dada ,Mereka sudah berada di depan pintu berbaris dengan rapi.
"Sayang, hari ini hanya percobaan kau berada di luar. Dua orang akan menjaga mu dari jarak dekat, sedangkan empat orang lagi akan jadi bodyguard bayangan mu. Mereka akan menjaga mu tanpa kau sadari.
Mayang pun melihat wajah dari beberapa pria yang sepertinya orang asing.
Ada lagi seseorang laki-laki yang tengah memegang seekor anjing yang di beri nama doggie. Anjing tersebut terlihat tenang tanpa bersuara dan hanya menjulurkan lidahnya.
Andre menghampiri Doggie. Ia pun berbisik kepada doggie, Anjing itu terus menjulurkan lidahnya menyimak apa yang di ucapan oleh Andre.
Andre berdiri di hadapan mereka.
"Bersiaplah."
Keenam lelaki tersebut menggangguk.
"Sayang kau coba tekan alarm yang ku berikan. "
Mayang pun meraih Alarm tersebut kemudian menekan Satu-satunya tombol yang ada .
Seketika dari pin yang para bodyguard kenakan mengeluarkan cahaya merah disaat yang bersamaan, termasuk kalung pada Doggie yang ikut memancarkan cahaya merah menyala, seperti sinyal SOS.
Mayang jadi kaget, sebegitu ketat perlindungan Andre terhadapnya, ia pun mulai bertanya-tanya dalam hati.
__ADS_1
Seberapa aman dirinya sekarang.
Bersambung lagi ya guys. Masih ada dua bab lagi.