
Akh! Sakit! " ringis Alice berkali-kali.
" Sayang tenang ya, sebentar lagi kita sampai. Anna terus mengusap matanya yang terasa perih, gadis kecil itu melihat ke arah Alice yang terus saja merintih.
Anna yang awalnya menangis mendadak diam melihat mommy-nya yang terlihat kesakitan.
Steven berusaha berkonsentrasi dalam mengemudikan mobilnya, sambil berusaha menenangkan Alice.
" Tenang sayang, atur nafasmu terlebih dahulu, " ucap Steve sambil mengusap perut Alice
Alice coba untuk mengatur nafas sambil menahan rasa sakit yang terasa begitu menyiksa.
Darah mengalir terus pada bagian bawah tubuh Alice. Semakin lama semakin banyak, hingga tercium bau amis khas darah di dalam mobil.
Alice menggelepar karena begitu sakitnya apa yang ia rasakan, isi perutnya seperti diremas-remas.
Melihat hal itu ia pun tak bisa fokus dalam berkendara, beberapa kali ia hampir menabrak pengendara lain.
Akh! Ak! Alice terus meringis dan merintih di dalam mobil, wajahnya menjadi pucat dengan keringat dingin yang terus membanjiri wajahnya.
Anna yang awalnya diam, kembali menangis karena takut melihat darah yang mengalir pada tubuh Alice.
Hal itu semakin membuat mereka panik.
Jarak antara rumahnya dan rumah sakit terdekat menang cukup jauh.
Setelah sekitar 45 menit perjalanan mereka pun tiba di sebuah rumah sakit sakit terdekat.
Disaat yang bersamaan Alice sudah tak sadarkan diri.
Steven semakin panik, langsung saja mibilnya ia bawa tepat di ruang UGD rumah sakit .
Beberapa tenaga medis sudah bersiap menyiapkan brankar untuk Alice.
Alice yang sudah tak sadarkan diri itupun segerakan di lakukan pertolongan.
Setelah menepikan mobilnya, Steven menggendong Anna menuju ruang UGD.
Steven menghampiri dokter yang memeriksa Alice dengan tubuh yang gemetar, pria tangguh sepertinya bisa menjadi gugup jika menghadapi situasi seperti ini.
" Bagaimana dengan istri saya dokter?! " tanya Steven sambil menggendong Anna.
" Istri anda mengalami pendarahan hebat, kami harus melakukan tindakan operasi, selain untuk mengeluarkan janin yang sudah meninggal, dengan sangat terpaksa, kami harus mengangkat rahim istri anda. " Dokter memaparkan seraya menatap Steven yang terlihat begitu kacau.
" Lakukan apa saja, yang penting istri saya selamat, " ucap Steven dengan bibir yang gemetar, bola matanya menjadi merah dengan bulir-bulir bening perlahan menetes di pipinya.
" Baik, silakan tanda tangani surat persetujuan ini. "
Dengan tangan yang gemetar pula ia menandatangani surat tersebut." Maafkan aku Alice, mungkin setelah ini kita tak akan bisa punya anak lagi. "
Dengan berat hati ia membubuhkan tanda tangan di atas surat pernyataan tersebut.
Setelah surat pernyataan telah siap, mereka langsung membawa Alice ke ruang operasi.
__ADS_1
Steven benar-benar dalam keadaan terhimpit serba sulit. Cobaan menimpa secara bertubi-tubi.
Selain kehilangan hartanya, ia juga di vonis tak akan memiliki anak bersama Alice, padahal mereka pernah sepakat untuk memiliki anak yang banyak.
Karena masalah yang menimpanua itulah untuk pertama kalinya Steven menangis setelah puluhan tahun.
Hal yang lumrah bagi setiap manusia yang masih memiliki hati nurani.
Anna yang berdiri di bawah kursi langsung memanjat ke kursi dan duduk di atas pangkuan Steven.
" Don't cry Daddy, " ucap Anna sambil mengusap pipi daddyya dengan jemarinya yang mungil dan lentik.
Hiks hiks,
Steven terharu, langsung di peluknya sang putri tercinta.
" Daddy tak punya apa-apa sekarang sayang, beruntung daddy masih memiliki kau dan mommy," tutur Steven seraya memeluk putri tercintanya.
Satu jam berlalu, Namun belum ada tanda-tanda Alice keluar dari ruang tersebut.
Stev menunggu dengan gelisah, sementara sang putri sudah terlelap dalam dekapannya.
Seorang pria berkulit putih dan berwibawa datang menghampiri Steven, dari kejauhan saja Steven sudah mengenali pria yang bersama dua bodyguard di belakangnya.
Pria tersebut adalah tuan Donald Harisson, seorang pejabat pemerintahan yang begitu di segani banyak orang.
" Benar saja Stev ternyata kau di sini. "Donald Harisson langsung mendaratkan bokongnya pada kursi di sebelah Stev.
Steven cukup kaget mendengar pernyataan tersebut.
Ha ha, Stev, Tadi aku berniat untuk mengunjungi rumah mu, tapi aku justru melihat rumah mu telah habis di lalap api.
" Pemadam kebakaran sedang memadamkan api di rumah itu, aku melihat tak ada bangkai mobil, jasad manusia pun tak ada di reruntuhan tersebut, jadi aku putuskan untuk mengunjungi rumah sakit terdekat untuk menghubungi mu. "
" Iya aku membawa istri ku ke rumah sakit, istri ku mengalami pendarahan, karena terjatuh saat kami berusaha menyelamatkan diri. "
Tuan Donald menguyulut api pada cerutunya.
" Apa kau tahu apa yang membuat rumah mu jadi terbakar? "
"Entahlah, tapi sebelum kebakaran terjadi, aku sempat mendengar suara ledakan seperti geranat.
" Ehm, aku juga menduganya ini ada unsur sabotase. "Timpal Donald.
" Kau tahu siapa dalangnya? " tanya tuan Donald kembali.
" Siapa lagi kalau bukan Andre dan anggota Black Eyed lainnya, " ucap Steven dengan nada suara yang bergetar penuh dendam.
Donald tersenyum smirk.
" Waktunya kita balas dendam Stev, kita buat rencana besar untuk menghancurkan Black Eyes. Setelah urusan mu selesai, kita bicarakan lagi. "
Donald menatap ke arah Anna yang tertidur pulas.
__ADS_1
" Putri mu cantik sekali, " ucapnya sambil mengelus pipi Anna .
" Baiklah, jika kau butuh sesuatu, datang lah pada ku. Aku masih ada urusan, " ucap tuan Donald sambil menepuk bahu Stev. Kemudian ia bangkit meninggalkan keduanya.
***
Setelah seminggu di rawat di rumah, keadaan Mayang sudah mulai membaik.
Mayang sudah bisa berjalan dan melakukan aktivitas biasanya, meski hanya terbatas di dalam kamar.
Andre membawa makan siang untuk istrinya, sudah lebih dua minggu ia tak bekerja di kantornya, semua rapat penting perusahaan di cancel,sampai menunggu Mayang benar-benar pulih.
" Sayang kamu makan dulu, " Andre duduk di hadapan Mayang dengan dua malaikat kecil yang selalu ada di sampingnya.
Raya memegang gelas untuk minum Mayang, sementara Rayyan sudah menyiapkan obat-obatannya.
Setelah makan nasi sepiring, beberapa saat kemudian Rayyan menyodorkan beberapa pil untuk Mayang minum.
" Mommy, jangan lupa minum obatnya, biar mommy cepat sembuh. Sebentar lagi Raya dan Rayyan mau sekolah, kami mau mommy yang mengantar kami pergi sekolah, " tutur Raya sambil menyodorkan segelas air.
Mayang menelan pil-pil tersebut, kemudian meneguk air dalam gelas yang di sodorkan oleh Raya.
" Iya Sayang, jika kalian yang merawat mommy, mommy pasti akan sembuh. "
" Terima kasih untuk daddy, yang selalu setia dan menjaga mommy dalam keadaan apapun, mengurusi mommy tanpa pernah mengeluh.Begitupun Rayyan dan Raya yang selalu mengingatkan mommy untuk minum obat. Mommy begitu bangga memiliki kalian semua, " ucap Mayang dengan haru.
" Ketiga tersenyum mendengar penuturan Mayang. Kami sayang mommy! " ucap mereka bertiga serempak sambil memeluk Mayang.
" Mommy juga sayang kalian semua, " beberapa saat kemudian mereka mengurangi pelukannya. Kemudian ia mencium satu-persatu anggota keluarganya.
Keluarga kecil itu kembali berbahagia dengan kesembuhan Mayang, sepanjang hari mereka habiskan bersama, hingga hubungan orang tua dan anak semakin akrab.
***
Alice keluar dari ruang operasi, untung saja keadaannya langsung membaik pasca operasi.
Setelah beberapa jam, Alice pun tersadar kemudian melihat ke arah Steven, yang menatapnya dengan tatapan berembun.
" Apa yang terjadi Stev? " tanya Alice heran, karena ia tak pernah melihat Stev menangis.
"Alice, kita telah kehilangan segalanya, tapi aku merasa beruntung karena aku tak kehilangan mu. Aku janji apapun yang terjadi padamu,aku akan tetap mencintamu," ucap Stev sambil menangis memeluk Alice.
Alice terdiam mendengarkan ucapan Steven.
" Adaapa sebenarnya Stev?! " tanya Alice lirih.
" Maaf, rahimmu di angkat akibat pendarahan hebat yang menyebabkan infeksi, tapi kau tenang saja, kita masih punya Anna, " ucap Steven untuk menghibur Alice.
Tanpa bisa berkata-kata, Alice yang dalam keadaan lemah tersebut hanya bisa menangis memeluk suaminya.
Bersambung lagi ya gengs, mungkin ada satu atau dua episode lagi.
Yuk kita intip cover baru babang Rayyan dan Mbak Anna dengan judul : Penjara Cinta Dua Anak Mafia. sudah up ya gens, dengan cerita dan alur yang lebih menarik, lihat aja covernya aja halu banget 🙈🙈so stay tuned ya. tankqu verimat 🙏😊
__ADS_1