Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Ingatan Yang Hilang


__ADS_3

Andre mengurai pelukkan mereka. Setelah keadaan cukup tenang dan Andreas bisa di ajak bicara. Andre duduk di kursi stainless yang ada di samping Andreas.


Andreas masih tampak canggung terhadap Andre. Namun, Andre selalu bersikap hangat terhadapnya, agar Andreas tak lagi sungkan.


"Andreas, kemana saja kau selama ini? " tanya Andre.


"Andreas? Andreas itu nama ku? " tanya Sean binggung.


"Ehm, Aku Andre dan kau Andreas. "


Andreas mengkerutkan kening. Coba mengingat kejadian masa lalunya.


"Sudahlah, jika kau tak ingat, atau kau tak terbiasa dengan nama itu, lalu siapa namamu saat ini, biar aku gampang memanggilnya. "Andre.


"Sean, sejak kecil aku di panggil dengan nama itu. "


"Sean? Lalu apa yang terjadi padamu hingga kau menghilang selama dua puluh tahun?Kau tahu, daddy terus mencari keberadaan mu sampai akhir hayatnya. "


"Daddy? " gumannya.

__ADS_1


Andre menatap wajah Sean, sepertinya Sean memang tak mengingat banyak.


Selain mendapatkan penyiksaan dari John Hendrik hingga hampir meregang nyawa, saat sembuh dari komanyapun, dari kecil otak Sean di cuci dengan menggunakan metode hipnotis oleh John Hendrik agar mudah di kendalikan.Karena itu Sean tak bisa mengingat masa lalunya dengan mudah


"Sudahlah. Nanti saja kita berbincang-bincang lagi. Yang penting kau ada bersama ku saat ini. " Andre.


"Apa yang terjadi pada ku sebelum ini? " tanya Sean.


"Kau di tembak oleh beberapa orang tepat di depan kantor ku. Apa yang terjadi sebenarnya? " tanya Andre.


Sean coba mengingatnya selama beberapa saat.


"John Hendrik, Dialah yang menculik ku. Dia juga merencanakan konspirasi besar untuk meng-adu domba antara Red Eyes dan Black Eyes, dan menjadikan mu sebagai tersangkanya. Karena itu, aku segera menemui untuk memberi mu peringatan. " Sean


Sean tersenyum. "Tapi aku tak bisa tinggal dengan mu dalam waktu yang lama,karena aku terikat kontrak dengan Red Eyes. Aku bagian dari pasukan inteligen mereka. "


"Setidaknya sampai keadaan mu membaik, tinggalah bersama ku. Akan ku buat kau mengingat semua kenangan masa lalu mu. Aku yakin, dengan tinggal di rumah kita yang dulu."


Sean mengangguk.

__ADS_1


***


Helikopter yang membawa John Hendrik tiba di Misisipi negara kecil di bagian Amerika Selatan. Hanya di tempat tersebut mereka bisa bersembunyi dari kejaran para anggota Black Eyes. John sengaja memilih lokasi perbukitan dengan tanah yang subur sebagai tempat mereka tinggal dan rencananya mereka akan menanam bibit pohon ganja sebagai mata pencaharian.


John dan tiga orang temannya mendarat di balik sebuah bukit . Di tempat tersebut mereka akan mendirikan markas sementara. Setelah menurunkan beberapa barang-barang kebutuhan logistik mereka, Helikopter pun kembali terbang agar tak ada yang curiga.


ketiga orang tersebut harus rela tinggal di dalam goa untuk sementara. Hidup serba kesulitan, karena meski memiliki banyak uang, nyatanya mereka tak bisa menggunakan uang tersebut dengan leluasa. Untuk makan saja mereka harus berburu di hutan, mencari kayu bakar dan mencari ketela atau umbi-umbian sebagai pengganti karbohidrat mereka.


Malam yang dingin dan mencekam untuk ketiga orang tersebut. Mereka bertiga tak bisa tidur dengan nyenyak. Selain karena cuaca dingin yang menusuk hingga ke tulang,John ,Banest dan Louis harus selalu waspada karena mereka kini berada di tengah tengah hutan rimba. Ancaman yang paling mengerikan untuk mereka adalah binatang buas, baik itu harimau atau pun ular berbisa yang biasanya bersarang di hutan rimba yang lembab seperti ini.


Sambil bergadang mereka berunding.


"Besok kita harus melakukan perburuan, mencari kayu bakar dan mencari tanaman umbi-umbian untuk kita bertahan hidup di tempat ini. " John.


"Lalu sampai kapan kita akan bersembunyi. Kenapa kita tak menyewa rumah-rumah penduduk dan menyamar saja dan tinggal di kota dengan pasilitas yang ada. " Protes Loius.


"Untuk sementara kita tak bisa keluar dengan menyamar. Kita memiliki kekurangan fisik, dan itu tak bisa di tutupi,jika kita keluar dari persembunyian anggota Red Eyes maupun Black Eyes dengan mudah mengenali kita. Banest dengan tangan besinya, sementara aku, tak bisa berjalan normal karena kaki ku yang buntung dan harus menggunakan kaki palsu ini. " John.


"Kita tanam saja Ganja, setelah ladang Ganja kita bisa menghasilkan uang yang lebih banyak, kita lakukan face off. Aku juga akan menggunakan kaki berbahan dan berteknologi tinggi. Jadi kita bisa merubah identitas diri kita agar tak di kenali. "

__ADS_1


"Baiklah besok kita mulai kehidupan yang baru. " John.


Bersambung. masih ada dua episode berikutnya ya, so pastikan tekanan jempol pada setiap episode. saran dan komentar juga ya. 😊


__ADS_2