
"Selamat ya bayi anda perempuan," ucap dokter Wina sambil memotong tapi pusat bayi nya.
Andre masih menegang bayi yang menangis dengan kencang tersebut.
Oek oek
Perasaannya sungguh bahagia, karena dianugrahi bayi perempuan yang cantik.
"Berikan bayinya pada suster Tuan! Biar dia yang membersihkannya " dokter Wina.
Tangan Andre masih gemetaran, Saat suster tersebut meraih bayi perempuan nya. Suster itupun memandikan bayi perempuan mereka.
Dokter Wina memasukkan jari telunjuknya untuk memecahkan air ketuban yang kedua kalinya.
Ketika sudah pecah, Mayang kembali mengatur nafasnya untuk mengejan yang kedua kalinya.
Tubuh Mayang sudah bersimbah keringat, Dengan lembut Andre mengelap titik kering yang kembali bermunculan pada permukaan kulitnya..
Sesekali ia mendarat kecupan pada kening dan pucuk kepala sang istri yang membuat para suster tersenyum karena ikut merasakan betapa beruntungnya Mayang memiliki suami seperti Andre.
Andre menggenggam tangan Mayang. Sambil meniup dan membaca doa yang di ajarkan oleh sang kakek ketika mereka di pesantren.
"Ayo Nyonya, ambil posisi seperti sebelum nya. Ikuti aba-aba saya! "dokter Wina
Dokter kembali memposisikan Mayang.
Kedua kaki Mayang terentang untuk memudahkan lahirnya bayi.
"Atur nafas Nyonya! Ambil napas panjang hembuskan perlahan sambil mendorong. " dokter.
Mayang mengambil napas panjang kemudian mendorong.
Hua Hua Hua, Mayang kembali menarik nafas panjang kemudian mendorong kembali, kali ini dengan tenaga yang lebih besar!
"Ayo Nyonya, kepala sudah keliatan. Satu kali tarikan napas lagi! dorong lebih kuat. "
Mayang pun mengambil udara sebanyak-banyaknya, kemudian menghembuskan secara perlahan sambil mendorong dengan sekuat tenaga yang ia miliki.
"Terus! terus! sedikit lagi"
oek oek oek, terdengar kembali suara tangis bayi.
__ADS_1
Dokter dan suster menyambut dan langsung memotong tali pusat bayi.
"Alhamdulillah, Anak kedua kita sudah lahir Sayang,, ucap Andre sambil mencium kening istrinya.
Mayang menghempas tubuhnya dengan perlahan seraya mengatur napasnya.
Bulir bening menetes di pipinya, karena merasakan perasaan lega dan bahagia.
"Alhamdulillah, pewaris tuan Andre lahir, putra mahkota lahir dengan selamat. "
"Alhamdulillah laki-laki," ucap Andre begitu bahagia. Di kecupnya kembali Mayang berkali-kali.
"Anak kita kembar sepasang, Sayang," ucap Andre dengan bola mata yang berkaca-kaca.
"Hiks, iya Mas. "Mayang kembali menangis haru dan bahagia
Andre kembali memeluk Mayang mengungkapkan perasaan bahagia yang sungguh luar biasa.
Oek oek, suara kedua bayi tersebut begitu lantang dan nyaring saling sahut menyahut, hingga memecahkan kesunyian tempat tersebut.
Mayang dan Andre masih saling memeluk, sementara dokter membersihkan bagian bawah tubuh Mayang.
Setelah di bersihkan, di timbang dan di ukur lingkar kepala sang bayi, Bayi tersebut di pakaikan baju dan bedong.
"Alhamdulillah," tak henti-hentinya Andre mengucapkan syukur. Ia pun mencium bayi cantiknya tersebut.
Kemudian menyodorkannya ke Mayang.
"Sayang lihatlah, anak kita cantik seperti kamu, " ucap Andre.
Mayang masih menangis haru dengan air mata yang berlinang, di dekapnya bayi tersebut kemudian di cium pipi sang bayi berkali-kali.
Eak, bayi itu mengeliat ketika di cium oleh Mayang.
"Cantiknya putri ku, "ucap Mayang dengan air mata yang berlinang.
"Sini sayang, aku iqamahkan dulu putri kita.. "Andre meyodorkan tangannya ke arah Mayang.
"Iya Mas "
Eak eak. Oek Oek
__ADS_1
Bayi tersebut kembali menangis ketika Andre meraihnya, seolah-olah tak ingin jauh dari dekapan sang ibunda.
"Sebentar Ya sayang, sama Daddy dulu, nanti gendong mommy lagi. " Andre mengajak bayi cantik dan lucu tersebut bicara.
Andre menghadap kiblat kemudian mengiqamahkannya.
Kini giliran putra mereka yang telah selesai di timbang dan di ukur , suster menyerahkan bayi laki-laki yang sudah di bedong kepada Mayang.
"Berat bayi laki-lakinya, 2600 gram ya Nyonya, dengan panjang 48 cm."
"Terima kasih suster. "
Mayang tersenyum bahagia ketika menyambut bayi yang begitu mirip dengan suaminya .
"Sayang mommy, wajahnya mirip banget sama Daddy ya, " ucapnya sambil mencium dan menimang bayi yang menangis tersebut.
Rasa sakit pasca melahirkan tak lagi di rasakan Mayang, ia begitu bahagia dengan kelahiran kedua buah hatinya.
Setelah berada di dekapan Mayang, bayi itu berhenti menangis. Naeun kepalanya bergerak-gerak mencari sesuatu.
"Ada apa Nak? tanya Mayang yang tak mengerti.
"Sepertinya bayi anda minta di susui Nyonya. " Suster.
"Oh, tapi Asi saya belum keluar. " Mayang.
"Berikan saja, meski setetes dua tetes, Air susu pertama setelah persalinan mengandung banyak kolestum yang mengandung sel darah putih yang di sebut imunoglobulin yang berfungi sebagai daya tahan tubuh bayi dan melindungi bayi dari virus dan bakteri. " suster. "
"Baik suster. "Mayang melepaskan kancing baju bagian dadanya, kemudian menyusui putra mereka.
Sesekali ia tersenyum dengan bulir air mata yang mengalir di pipinya. Resmi sudah ia jadi seorang ibu.
Setelah meng-iqamahkah sang putri, Andre meng-azankan putra mereka, begitupun Mayang yang menyusui anaknya secara bergantian.
Bersambung guys, insya Allah satu bab lagi ya.
Mau cerita unik, menarik dan ngak biasa mampir yuk di karya Astuty Nuraeni.
Dengan judul: My unique Boyfriend
__ADS_1