
Seusai akad nikah, Resti membawa suaminya ke kamar pengantin mereka.Mereka berjalan dengan bergandengan mesra menuju kamar. Sesekali pasangan pengantin tersebut berceloteh bercanda dan tertawa hingga mereka tiba di kamar tidur yang sebelum nya kamar Resti.Tak ada dekorasi yang istimewa di kamar tersebut. Hanya ada tempat tidur empuk yang akan di gunakan sebagai tempat berlabunya cinta mereka setelah ini.
Sementara hal berbeda terlihat dari Adelia dan Mona yang masih saja menunjukkan perang Dingin.
Selesai akad nikah kedua keluarga kembali ngobrol untuk mencairkan suasana yang sempat memanas.Selain Adiaksa dan pak Bondan, Andre dan Mayang pun ikut nimbrung, meski ia lebih banyak diam.
***
Setibanya di kamar Ferdi langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang mempersiapkan diri ,.karena sebentar lagi ia dan Resti akan melakukan ritual malam pertama mereka.
Ferdi melepaskan pakaian dan hanya menyisakan celana boxer. kemudian ia duduk di tepi tempat tidur.
"Ferdi, kamu mau ganti baju ngak? " tanya
Resti sambil melepas pakai kebayanya, untuk mengganti baju dengan baju tidurnya.
"Ngapain pakai baju sayang. "
Ferdi berdiri dan langsung menarik tubuh Resti membawanya ke atas ranjang tanpa perlawanan.
Resti duduk dengan tubuh yang setengah bugil di samping Ferdi yang tengah menatapnya intens.
"Kamu cantik sekali malam ini," puji Ferdi.
'Hm masak sih," Resti tersenyum.
"Iya Sayang, kamu cantik sekali malam ini," ucapnya seraya mendaratkan bibirnya pada bibir Resti dan menuntunnya agar Resti berbaring di atas tempat tidurnya.
Ferdi memulai aksinya dengan menjelajahi setiap jengkal tubuh Resti dengan lidahnya, hingga Resti menggelinjang-linjang tak beraturan di atas tempat tidur.
"Akh! Fer kamu nakal, " ucap Resti di iringi suara lengkuhan panjang.
"Biar kamu tahu seberapa nakalnya aku. "
Hi Hi mereka pun tertawa kemudian kembali saling mencumbu.
Ketika keduanya Sama-sama terbakar gairah, dengan cepat ia melepaskan pakaiannya dan melepaskan sisa-sisa pakai yang menempel di tubuh Resti. Kemudian Ferdi kembali mengukung tubuh Resti ,dengan buas Ferdi menjajali setiap inci tubuh istri nya sebelum pertempuran sengit pada malam itu di mulai.
Selama beberapa puluh menit Resti di bawa Ferdi belayar mengarungi samudra cinta hingga Resti semakin di buat mabuk kepayang.
Berkali-kali ia melengkuh dan mendesaah ketika sang suami bermain apik di atas tubuhnya.
Tak hanya satu ronde, Malam itu Ferdi bebar-benar menuntas hasratnya dengan pertempuran beronde-ronde. Hingga mereka berdua merasa lemas dan langsung tertidur tanpa sempat membersihkan diri.
***
Matahari bersinar cerah, jam walker berbunyi nyaring hingga membuat Ferdi tersadar.
__ADS_1
"Ferdi terbangun dari tidurnya kemudian menerjab nerjab, setelah melirik petunujuk waktu ia menyingkap selimut dan mendapati tubuhnya yang bugil.
"Resti Resti bangun Res, sudah siang. Aku mau sekolah nih. Siapin sarapan dong. " Ferdi menguncang tubuh Resti.
"Ehm, aduh loh sarapan di sekolah aja Beb. gue masih ngantuk nih. lagian lo mainya ganas banget sih. Sakit-sakit badan gue. " keluh Resti, ia pun kembali menarik selimutnya
Ferdi melirik kearah Resti, ia pun mengacak rambutnya.
"Ih loh malas banget sih. Jangan salah gue kalau gue jajan sembarangan. " Ferdi.
Bukannya bangun, Resti semakin menarik selimutnya.
Ferdi langsung menuju kamar mandi dan menyiapkan pakaian sekolahnya sendiri.Ketika Ferdi berangkat sekolah pun ia kembali melirik sinis kearah Resti yang masih tertidur pulas.
"Dasar istri ngak guna! "dengusnya sambil menutup pintu kamar.
Ferdi turun melewati ruang tamu
"Ferdi kamu ngak sarapan? " tanya Adiaksa.
"Nanti sarapan di sekolah saja Papi, aku buru-buru. " sahut Ferdi seraya mengenakan sepatu sekolahnya
"Ya sudah, si Resti mana? "
"Belum bangun. "
"Belum bangun juga?! astaga anak tersebut tak berubah. " Adiaksa.
Sesampainya di depan kelasnya, Ferdi di sambut oleh perempuan cantik yakni , pacar barunya.
"Hai Fer, kemana saja sih dua hari ngak sekolah? " tanya Merry.
"Papi ku masuk rumah sakit. "
"Oh gitu, aku pikir kamu janjian sama Resti, ngak sekolah. Fer, nanti pulang sekolah kamu temani aku belanja ya. Setelah itu kita ke cafe, Bagaimana bisa tida?! "
"Ok Sayang, apa sih yang enggak untuk kamu. " Ferdi.
"Ok, pulang sekolah. Aku tunggu! "
***
pulang sekolah Ferdi dan Merry menuju pusat perbelanjaan, tentu sebelumnya mereka singgah ke rumah Merry untuk berganti pakaian terlebih dahulu.
Resti melirik jam dinding kamarnya",Sudah pukul dua, tapi Ferdi belum datang juga. Kemana saja dia?! "
Ia langsung meraih handphone kemudian menghubungi Ferdi.
__ADS_1
Saat itu Ferdi sedang di dalam mobil dan menyetir ketika Resti menelponya. Melihat telpon dari Resti. Ferdi langsung men silent nya.
Resti semakin kesal karena telpon ya tak di angkat.
"Kemana sih Ferdi jam segini belum pulang juga, "dengus Resti.
Ferdi menikmati masa remajanya Jalan-jalan bersama sang pacar. ke cafe dan ke pusat perbelanjaan sementara Resti menunggu dengan jengkel di rumahnya.
***
Hari merangkak naik. Sebentar lagi matahari tenggelam di ufuk barat. Namun Ferdi belum juga pulang. Tak hanya Resti, Adelia dan Adiaksa pun berang melihat kelakuan Ferdi.
Selepas magrib barulah Ferdi menampakan barang hidungnya.
Ferdi masuk dengan berlenggang tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Ferdi dari mana saja kamu? " tanya Adelia.
"Biasa Mi, kerja kelompok bareng Teman-teman," cetus nya sambil berjalan cepat menuju lantai atas kamarnya.
"Hah! kerja kelompok apaan jam segini baru pulang! " Adelia mengomel tapi tetap saja Ferdi berlalu darinya.
Ferdi membuka pintu dan saat itu ia melihat wajah jutek Resti.
"Dari mana saja Kamu? " tanya Resti menyergah.
"Biasalah Yang, pulang sekolah di suruh kerja kelompok. Ngak usah jutek gitu kenapa sih, ntar kamu ngak cantik lagi. "
Ferdi mencoba membujuk Resti dengan memeluk dan menciumnya.
"Kamu kenapa marah gitu sih, kayak ngak pernah sekolah saja. "
Resti masih cemberut menatap nya dengan tatapan sinis.
Ferdi langsung menyambar bibir Resti yang mengkerucut. Kemudian ia mencumbu dan menyesap nya dengan lembut
Resti yang ingin marah, jadi tak berdaya, karena perlakuan Ferdi.
Beberapa saat bibir mereka pun saling bertaut dengan mesrah, Resti yang cinta mati terhadap suaminya seolah tak berdaya.
Beberapa saat kemudian Ferdi langsung membawa Resti ke atas ranjang. Di sore itu mereka kembali melakukan pertempuran sengit
Tubuh Ferdi di banjiri oleh kering ketika mengguncang-guncang tubuh Resti dengan gerakan yang menyentak-nyentak.
Resti merem melek menikmati serangan brutal dari sang suami .
Setengah jam pertempuran pun berakhir dengan hasil yang memuaskan.
__ADS_1
Resti tersenyum memeluk Ferdi yang memeluk nya . Tanpa sadar dirinya hanya di jadikan Ferdi sebagai pelampiasan napsunya.
Bersambung.