
Sean berjalan memasuki sebuah ruangan dan melihat seorang yang tengah duduk di atas kursi single seraya menatapnya dengan aneh.
"Daddy, ada perlu apa menyuruh ku untuk pulang. " tanya Sean.
"Sean, dari mana saja kau?! "
"Aku belanja beberapa pakaian, karena kau menyuruh ku pulang dengan tergesa-gesa. Aku jadi pulang tergesa-gesa. Dan hanya membawa beberapa pakaian saja." Sean.
Pria tersebut berjalan dengan pincang ke arah Sean. Karena sebelah kakinya hanyalah besi penyangga yang membuatnya bisa berjalan. Kemudian membisikkan sesuatu pada Sean.
"Ingat Sean! tujuan mu datang kemari apa! jadi Daddy minta kau tetap fokus dengan misi mu. "
Pak tua itupun berjalan terpincang-pincang menjauhi Sean.Sementara Sean menatapnya dengan datar.
Sean, baru pulang dari pelatihan militer milik agen rahasia di seluruh dunia dan berpusat di Amerika.
Selain karena permintaan sang Ayah, kedatangan Sean ke negara asalnya adalah untuk mencari siapa jati dirinya.
***
Mayang tak begitu menikmati makan siangnya di sebuah restoran yang ada di mall tersebut.
Ia masih ingat betul wajah pria yang begitu mirip dengan suaminya .
"Apakah dia saudara kembar Mas Andre yang selama ini ia cari? " Mayang bermonolog.
Mayang mengusap perutnya yang buncit.
'Pantas saja aku bisa mengandung anak kembar, ternyata Mas Andre juga kembar. Semoga saja nasib anak ku tak seperti nasib ayahnya dan saudara kembarnya..'
Mayang kaget ketika Andre sudah berada di hadapannya.
"Sayang, kau bertemu dimana dengan pria yang mirip dengan ku itu? "
'Ehm, di salah satu store di sini. "
"Kau yakin? Mirip atau hanya tampak mirip. "
"Mirip banget Mas, aku ngak mungkin berani meluk laki-laki lain jika, aku tahu itu bukan kau. "
"Hm, Habiskan makanan mu, aku antar kau pulang sekarang. "
"Iya Mas. "
Beberapa saat kemudian Mayang dan Andre meninggalkan tempat tersebut.
"Pakai Masker mu Sayang. "
Andre menyodorkan sebuah masker kepada Mayang.
__ADS_1
Mayang memakai masker tersebut kemudian menggandeng tangan Andre mesra.
"Mulai saat ini, kau tak boleh berkeliaran sendiri di tempat umum seperti ini. "
'Iya Mas. "
"Mas apakah pria yang ku temui tadi itu saudara kembar mu? " tanya Mayang.
"Entahlah. Tapi aku yakin jika adikku masih hidup sampai sekarang. Kau tahu hanya ada dua kemungkinan jika saudara kembar ku kembali, kemungkinan yang pertama adalah orang yang menculiknya juga telah kembali dan bisa saja dendam itu masih berlangsung. Atau dia pulang untuk mencari keberadaan ku. Sampai aku belum menemukan keberadaan saudara ku, aku minta kau untuk Berhati-hati. Sebaiknya jangan keluar rumah dan pergi di tempat umum seperti ini. "
"Iya Mas. " Ayo kita segera pulang.
Mereka pun masuk ke dalam mobil. Sementara orang suruhan Andre terus melacak keberadaan pria yang katanya mirip dengan tuan mereka.
Sesampainya di rumah, Andre kembali lagi menghubungi orang-orang untuk menanyakan hasil pencarian mereka.
"Bagaimana hasilnya? " tanya Andre.
"Maaf tuan kami tak berhasil mencari jejaknya, hanya saja kami berhasil menangkap gambar pria tersebut ketika Nyonya memeluk dan bicara padanya. Beberapa CCTV toko tersebut pun sempat menangkap sosok pria tersebut termasuk CCTV di depan kasir. Sayangnya ia menggunakan uang cash saat transaksi jadi kami kesulitan mencari data dirinya.
"Bagus. Setidaknya aku punya gambaran nya. Kirimkan rekaman gambar tersebut sekarang juga! " Andre.
"Baik Tuan."
Baru beberapa detik saja, video yang di mintanya sudah di kirimkan oleh orang suruhannya.
Andre membuka video dimana Mayang sedang memeluk pria tersebut, awalnya para pengawal tersebut mengira Mayang berselingkuh dengan pria lain, hingga mereka memvideo adegan tersebut dengan sengaja.
Dari samping saja, mereka sudah terlihat mirip.
'Andreas, aku yakin kau Andreas adikku yang hilang,' guman Andre.
Andre melihat satu persatu video yang menunjukkan pergerakan Andreas. Ada sebuah video yang sangat jelas menunjukkan wajahnya.Dan rekaman tersebut adalah rekaman CCTV yang ada di kasir.
Tak terasa bulir bening menetes di pipi Andre.
"Aku semakin yakin jika kau adalah adikku." Andre menggusap wajah pria yang ada di dalam video tersebut.
"Aku sangat merindukan mu Andreas. "
***
Karena merasa letih, sesampainya di kamar Mayang langsung tertidur. Sementara Andre sibuk mencari barang-barang Andreas yang sengaja di simpan di dalam kamar yang terkunci dan berdebu tersebut.
Andre membuka lemari kemudian menarik sebuah koper besar. Disana terdapat barang-barang milik mereka, mainan mereka, baju couple dan beberapa potret jadul mereka sekeluarga dari sejak ia dan Andreas bayi, hingga terakhir kali ia di culik.
Andre menitikan air mata melihat foto kenangan keluarga nya.Ia berharap bisa berkumpul bersama saudaranya lagi.
"Ayah aku hampir berhasil menemukan adikku, semoga saja kau bisa tenang di sana ayah. " ucap Andre lirih ia pun memeluk sebuah foto keluarganya.
__ADS_1
***
Malam harinya Mayang bersiap untuk berangkat menuju rumah Adiaksa, karena malam ini akan berlangsung akad nikah antara Ferdi dan juga Resti.
Selesai mandi Mayang menuju lemari kemudian mengenakan tunik agar ia leluasa untuk bergerak. Setelah siap ia pun mencari keberadaan suaminya yang sejak tadi sore tak berada di kamar.
"Mas Andre kemana Ya? " gumannya seraya mencari keberadaan Andre di sekitar kamar.
Mayang tak menemukan Andre, ia hanya melihat beberapa berkasnya yang bertumpuk di atas meja kerja suaminya. Beberapa saat kemudian Andre memasuki kamar dengan membawa koper.
"Mas apa itu? " tanya Mayang.
'Ini barang-barang milik Andreas. Aku simpan di sini dulu, sementara kamar bawah sedang di bersihkan. "
Andre yang terlihat berdebu langsung menuju kamar mandi.
Setelah selesai, mereka bersiap untuk langsung menuju rumah Adiaksa untuk menghadiri akad nikah adiknya.
Tak banyak tamu yang hadir , hanya beberapa orang saja, termasuk penghulu dan dua orang saksi.
Mayang tampak begitu cantik, kesan istri Sultan pun melekat padanya ketika ia mengenakan perhiasan-perhiasan mahal milik keluarga Andre.
Mona dan Adelia menatap Mayang dengan tatapan iri, Karena meski suami mereka pengusaha, tentunya mereka tak akan sanggup memiliki perhiasan yang melekat di tubuh Mayang. Apalagi blue diamond yang terlihat elegan bertahta pada dada Mayang yang berkulit putih dan bersih.
Tanpa menunggu waktu, akad nikah pun segera di mulai.
Ferdi berhadapan langsung dengan Adiaksa, mereka saling berjabat tangan kemudian mengucapkan ikrar ijab qabul.
"Saudara Ferdi, Saya nikah dan kawinkan kamu dengan putri saya yang bernama Resti binti Adiaksa dengan mahar sebentuk cincin emas di bayar Tunai. "
Ferdi langsung menghentak tangan Adiaksa yang sebelumnya memang ia sudah di ajari oleh penghulu.
"Saya Terima nikah dan kawinnya Resti binti Adiaksa dengan mahar sebentuk cincin di bayar tunai. "
"Keadaan hening beberapa saat. Bagaimana para saksi, Sah? " tanya penghulu.
"Sah! " kedua saksi menyahut.
"Alhamdulillah, kini kalian berdua telah resmi menjadi sepasang suami-istri. " Penghulu.
Resti dan Ferdi saling melemparkan senyum bahagia, tapi tidak dengan Adelia dan Mona.
Kedua besan tersebut saling melemparkan senyum sinis dan menyeringai, karena mereka Sama-sama memiliki rencana busuk, dan menginginkan rencana mereka berhasil.
Setelah akad nikah, Ferdi menyematkan cincin di jari manis Resti. Kemudian mereka berdua saling berpelukan.
Resti tersenyum bahagia karena mereka telah resmi menjadi sepasang suami-istri. Sementara Ferdi tersenyum menyeringai karena rencana tahap awalnya berhasil..
Bersambung dulu ya, jangan lupa dukungan untuk autor.
__ADS_1
Like, komen, vote saran dan komentarnya.
Setibanya di sana