
Andre masih bicara pada kakeknya dari hati ke hati. Setelah bertahun-tahun baru kali ini ia menemui sang kakek.Andre selalu menghindari Kakeknya karena merasa sang kakek selalu menghalangi perbuatannya.
"Kamu masih muda Ndre, masih banyak kesempatan untuk memperbaiki diri. Ingat hidup ini bukan hanya di dunia, harta tahta dan semua yang kau miliki bisa di ambil Tuhan kapan saja. "
"Tak semua bisa kau dapatkan dengan kekuasaan. Buktinya kau punya orang-orang yang berpengalaman dalam bidang intelijen. Tapi mencari istri mu sendiri kau bahkan tak mampu. Kita harus sadar Ndre. Setiap perbuatan akan di mintai pertanggung jawabannya, dan biasanya karma akan jatuh pada orang-orang yang kau sayangi. Jadilah orang baik-baik, berhenti lah berbuat semena-mena ," Nasehat sang kakek dengan bulir mata yang menetes.
Ia berharap Andre bisa menemukan hidayahnya. Dan kembali ke jalan yang benar.
Mereka pun ngobrol dan bercerita panjang lebar, tanpa sungkan Andre mencurahkan perasaan pada sang kakek.Kemudian Kakeknya memberi wejangan kepada Andre.
Andre pun memutuskan untuk menginap di pesantren sang kakek, karena sepertinya kakeknya masih rindu dengannya.
***
Keesokan harinya.
Luzy dan Lucy berasa di kawasan kantor Andre. Tentu saja ia tak bisa menemui Andre secara sembarangan.
Di depan pos satpam mereka berdebat.Karena ingin menemui Andre.
"Ada perlu apa anda di sini? "
"Saya mau bertemu Tuan Andre pak! "
" Maaf anda siapa ingin bertemu dengan beliau?!Tuan Andre tak bisa di temui, Apalagi jika tak ada kebutuhan yang mendesak! "
"Tapi pak ini juga mendesak. Ada seseorang yang mengaku-ngaku sebagai istrinya tuan Andre. Ia sengaja menyebarkan gosip jika tuan Andre telah menghamili nya. "
"Apa? baru kali ini ada yang berani menyebar gosip seperti itu, mau cari mati kali tuh orang. " Satpam.
"Tapi kami tak bisa percaya begitu saja tuduhan anda, bisa jadi anda sendiri yang memaafkan hsl tersebut. Anda membuat-buat berita palsu! " tuduh satpam.
"Aduh Pak kita mana berani membuat berita palsu tentang tuan Andre. Sudah biarkan saja kami masuk! "
"Tetap tak bisa! "Satpam.
kebetulan Reza baru tiba di kantor dan ia melihat dua orang wanita tengah bedebat dengan satpam.
Reza turun dari mobilnya, kemudian menghampiri mereka.
"Ada apa ini pak? " tanya Reza.
"Ini Pak, kata dua wanita ini. ada yang ingin menfitnah tuan Andre. "
__ADS_1
"Memfitnah? Maksudnya? "tanya Reza sambil mengkerut kan keningnya.
"Gini loh Mas, ada seorang wanita yang ngaku-ngaku jadi istri tuan Andre. Katanya dia hamil anak tuan Andre. Bahkan ia sampai membuat buku nikah palsu. " Luzi.
"Siapa nama wanita itu? " tanya Reza.
"Kita mau ketemu langsung dengan tuan Andre, kita mau minta komisi dari dia karena info penting ini. "
Reza menyeritkan dahi. Menatap wanita tersebut. Ada rasa curiga di hatinya jika yang di maksud dengan wanita tersebut adalah Mayang. Wanita yang selama ini ia cari.
"Kalau gitu kita bicara di ruangan saya. " Reza.
Si kembar itu pun tersenyum smirk, mereka yakin informasi yang mereka berikan akan mendapatkan imbalan, selain itu Mayang juga akan mendapatkan ganjaran, bahkan bukan tak mungkin Mayang bisa di penjara karena manipulasi data dan pencemaran nama baik.
Kedua kembar tersebut mengikuti kemana Reza membawanya.
"Silakan duduk," ucap Reza ketika keduanya tiba di ruangan Reza.
Dua wanita itu duduk di sofa.
"Jadi, Siapa wanita yang anda maksud? "tanya Reza.
"Kami bisa dapat berapa dulu dari informasi ini? " tanya Lucy.
Kedua wanita kembar tersebut tersenyum puas.
"Baiklah setuju. "
Luzy mengeluarkan buku nikah Mayang dan Andre kemudian menyodorkan pada Reza. Reza membelalak sempurna.
Ternyata foto tersebut adalah foto Mayang yang selama ini mereka cari.
Reza menahan ekspresi wajahnya. Andre sendiri melarangnya untuk menggungkap identitas Mayang kepada orang asing.
Reza pun memberi cek senilai 10 juta kepada dua gadis itu.
"Trus dimana Mayang sekarang? " Reza.
" Mayang berasa di kost-kosan jalan Melati. Lucy.
"Baiklah kalau begitu. Biar saya usut nanti. Tapi tolong jangan bocorkan hal ini pada siapa pu termasuk Mayang. " Reza
"Ok beres. Rahasia terjamin. " Si kembar.
__ADS_1
Mereka pun keluar dari ruangan Reza dengan hati yang bahagia.
"Asyik dapat sepuluh jeti gampang banget! " tutur Lucy dengan girang.
"Iya, tapi aku ngak sabar untuk melihat ke hancurkan Mayang. "
"Biar dia di penjara karena berita hoax yang ia sebarkan. Ha ha. "
***
Reza tersenyum puas melihat buku nikah Mayang.
"Mayang-mayang. Akhirnya aku mendapatkan mu. "
Tanpa menunggu lagi Reza langsung menelpon Andre.
Panggilan langsung tersambung.
"Hallo." Andre.
"Hallo Tuan, saya sudah menemukan dimana istri Tuan berasa. "Reza.
"Hah, benarkah? "tanya Andre dengan penuh semangat.
"Iya Tuan, ternyata nyonya Mayang selama ini tinggal di sebuah kost-kosan di kota ini . " Reza.
"Apa?! kau sudah menemukan istri ku? " tanya Andre semangat.
"Iya Tuan. Bahkan seseorang menyerahkan buku nikah milik nyonya Mayang. "
"Bagaimana keadaan istriku Reza? " Mayang.
"Sepertinya nyonya baik-baik saja Tuan. "
" Bagus Reza. Awasi secara diam-diam tempat tinggal istriku. Jangan sampai ada yang curiga jika kost-an tersebut di awasi, termasuk Mayang aku tak ingin dia pergi lagi. "
"Baik Tuan. Lalu apa rencana Tuan sekarang? " tanya Reza.
"Kirimkan alamatnya aku akan kesana sekarang! "
Andre langsung mengemasi barang-barangnya kemudian meminta ijin pada sang kakek untuk segera pulang.
Rasanya ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan sang istri. Andre semakin mempercepat laju mobilnya.
__ADS_1
Bersambung dulu ya guys. Tengku