
Sore harinya Mayang pulang ke kost-annya. Kehadiran Mayang sudah di tunggu oleh penghuni kost yang julid terhadapnya.
Ternyata sudah terdengar desas desus jika Mayang sudah melangsungkan akad nikah tadi pagi.
Mayang sudah tahu jika penghuni kost tersebut berkumpul, pastilah mereka sedang membicarakan dirinya.
Mereka pun membuat blokade jalan agar Mayang tak bisa masuk sebelum melewati wawancara mereka.
"Hey Mayang, katanya kamu tadi pagi nikah, kenapa masih tinggal di sini aja,atau itu hanya Hoax agar kami percaya dengan cerita bohong mu itu," tutur duo kembar Lucy dan luzy.
Tanpa banyak bicara Mayang membuka tas ranselnya kemudian memperlihatkan buku nikahnya tersebut kepada mereka semua.
Awalnya mereka meremehkan Mayang, namun ketika melihat buku tersebut seketika mereka terbungkam, seperti tertampar keras.
"Hah! " Mata mereka terbelalak melihat foto Andre bersanding dengan foto clasic Mayang.
Hampir saja mereka kehilangan kesadarannya karena tak percaya jika Mayang menikahi seorang crazy rich man yang terkenal kaya dan tampan tersebut.
Setelah pamer dengan buku nikahnya Mayang kembali menyimpan buku tersebut ke dalam tasnya. Ia pun langsung menerobos pagar betis para pencari berita lokal tersebut.
"It's so crazy. Gila gue hampir ngak percaya jika suami Mayang itu si borjuis Andre Mahesa! Huh artis-artis saja tuh pada mengejar cinta Andre, kok Mayang bisa menikah dengannya. "
Mereka kembalikan tubuhnya menatap Mayang yang dengan santai berlalu dari hadapan mereka.
"Iya-iya. buku nikahnnya palsu kali. "
"Ngak mungkinlah. Tuh foto dan tanda tangan asli gitu. Masih baru lagi. Berani bener Mayang melakukan hal itu. "
"Iya juga sih. Wah beruntung banget Mayang. "
"Gue baru lihat cewek begok seperti Mayang. Bisa-bisanya ia memilih hidup susah di kost-an dan meninggalkan mension megah milik si Andre. "
__ADS_1
"Gue rasa Andrenya itu di jebak sama Mayang. Jadi Andre ngak maulah menerima dia. Mana level si Andre dengan gadis begok seperti Mayang. "
"Pantesan saja dokter Radit dia tolak, ternyata incaran Mayang si crazy rich man. ha ha ha. "
Mereka terus menghidupkan Mayang.
***
Di rumah keluarga Adiaksa, istri dan kedua anaknya begitu menikmati makan malam mereka. Maklum saja kini kehidupan perekonomian keluarga mereka semakin membaik. Apalagi hutang mereka yang setengah triliun sudah di lunasi oleh Mayang.
Adelia tersenyum melihat Anak-anak yang begitu berbahagia. Sambil makan mereka pun ngobrol.
"Mami tamat sekolah nanti aku mau kuliah di luar negri." Rasti.
"Iya Papi, Aku juga mau beli mobil keluaran terbaru dong. Aku malu sama Teman-teman ku. Setiap ada mobil keluaran terbaru mereka selalu ganti. " Raga.
"Tenang saja, karena pabrik dan perusahaan kita sudah mulai beroperasi kembali, semua kemauan kalian akan Mami turuti. " Adelia.
Gubrak!
Seketika mereka kaget melihat Papi mereka menghantam meja makan dengan tangannya.
"Kalian benar-benar tak punya perasaan! "
Semua bungkam menatap Adiaksa dengan tatapan heran.
"Papi kenapa sih, sejak tadi tuh Papi diam saja, dan sekarang malah marah-marah ngak jelas! "
"Ngak jelas apanya?! " teriak Adiaksa.
"Kalian bersenang-senang dengan apa yang telah Mayang korbankan. Bahkan saat Mayang menghilang sedikit pun kalian tidak ada yang mau ambil perduli! "
__ADS_1
"Papi tapi itu pilihan Mayang sendiri! salah dia dong kenapa dia ngak mau tinggal bersama suaminya yang super kaya itu. Malah pilih kabur. "
Adiaksa semakin emosi, di pun memeluk tangannya ke sembarang arah, hingga piring-piring yang ada di meja makan berhamburan.
"Selama putri ku belum di temukan, jangan harap kalian bisa berfoya-foya. Sebagian hartaku akan ku wariskan kepada Mayang. Ingat itu! " Adiaksa kembali menggebrak meja makan hingga kembali mengagetkan Anak-anak.
"Tapi Papi! "
"Tidak ada tapi-tapi. Sebelum Mayang ketemu jangan bermimpi untuk hidup mewah-mewah. Kalian hidup seperti saat kita masih terlilit hutang seperti dahulu."
Adiaksa pergi begit saja meninggalkan mereka yang terbungkam. Selama ini Papi mereka tak pernah marah-marah seperti itu.
***
Andre berada di bar seorang diri. Beberapa wanita menghampirinya dan menawarkan diri untuk menemani Andre.
Andre tak habis pikir, kenapa ia sulit sekali melacak keberadaan Mayang. Padahal selama ini, ia bisa melacak penjahat kelas kakap sekalipun.
Sudah puluhan puntung rokok berserakan di sekitarnya. Tak ada satu pun yang berani menegur atau menyapa Andre.
Berkali-kali ia menjambak rambut, merasakan frustasi.
"Apa seperti ini cinta yang orang-orang katakan. Kenapa setiap aku coba melupakannya aku justru semakin merindukannya. Setiap kali aku mencoba untuk membencinya aku justru malah semakin menginginkannya, hiks hiks. "
Andre begitu tersiksa dengan perasaannya. Entah karena apa cinta itu bisa tumbuh subur di hatinya yang gersang dan tandus.
Andre yang selama ini tak pernah menginginkan hidup berumah tangga justru memimpikan rumah tangga bersama sang istri.
Andre kembali meneguk minumanya seraya menyesap kembali rokok tersebut hingga ia benar-benar mabuk dan tak sadarkan diri.
Bersambung dulu guys mohon maaf.klau ada typo. batteri author low dan sedang di perjalanan. 🙏
__ADS_1