
Ferdi menyerahkan ponsel tersebut kepada Adiaksa.
Kemudian ia kembali duduk di samping tubuh Resti. Suasana hening menyelimuti mereka yang berada di ruangan tersebut.
Ferdi mengusap kening Resti." Resti bangun Res, lihatlah putri kita untuk yang terakhir kalinya Res, "ucap Ferdi.
Mayang menatap kearah Ferdi dan Resti seraya menyandarkan tubuhnya pada Andre.
Beberapa saat kemudian jemari tangan Resti mulai bergerak-gerak.
Resti mengerjap-ngerjapkan matanya melihat ke arah sekelilingnya.
Melihat Resti yang sudah sadar, Ferdi tersenyum seraya menyapanya.
"Sayang, kamu sudah sadar? " tanya Ferdi dengan tatapan berbinar.
"Yah Fer, di mana anak kita Fer ? tanya Resti pada Ferdi sambil mengusap perutnya yang sudah tak buncit lagi.
Resti menatap lekat wajah Ferdi yang terlihat sendu kalau itu.
"Maaf Sayang, anak kita meninggal, " ucap Ferdi lirih.
Mendengar hal itu, Resti syok.
"Apa meninggal?! "
"Iya sayang, Lihatlah bayi ini Resti, ini bayi kita. " Ferdi.
Resti mengalihkan pandangannya ke arah samping, disana ia melihat bayi mungil yang berbungkus kain jarik,dengan wajah yang terlihat pucat.
"Ini? ini bayi kita Fer? hiks" tanya Resti yang terlihat begitu sedih. Resti Pun Menangis.
"Iya Sayang, ini bayi kita. " Ferdi.
"Tidak Fer, Kenapa bayi kita bisa sampai meninggal?"
"Sayang, kamu lupa ya. Saat di cafe kamu mengalami pendarahan.Dan saat di operasi, bayi kita sudah tidak bisa di selamatkan lagi. "Ferdi.
"Di cafe?!Oh ini semua gara-gara kamu Ferdi! kamu yang membuat aku seperti ini! Karena kamu selingkuh dengan perempuan itu! makanya aku bisa seperti ini! " cecar Resti meski dengan suara yang lirih dan tersendat-sendat.
Adiaksa membulatkan bola matanya dengan sempurna, ia baru tahu jika Resti telah memergoki suaminya selingkuh. Adiaksa pun menggeram, ia coba menahan amarah karena tak enak hati, ada Mayang yang melihatnya.
Resti menangis sedih melihat bayinya yang dengan susah payah ia jaga dalam kandungan kini sudah tak bernyawa, apalagi bayi tersebut terlihat cantik meski ukurannya lebih kecil dari bayi pada umumnya.
"Maafkan aku Resti , aku juga tidak tahu bakalan seperti ini jadinya. "Ferdi memberi alasan.
Tak hanya Resti, Mayang juga ikut kesal mendengar alasan Ferdi.
Resti membuang wajahnya.
Dengan sisa tenaga yang ada, Resti merangkul bayi tersebut kemudian mencium nya.
"Sayang kenapa kamu harus pergi cepat-cepat ini hiks, " tutur Resti dengan penuh penyesalan. Di pandangi nya lagi wajahnya cantik bayi mungil tersebut, Resti kembali menangis pilu.
__ADS_1
"Sudahlah sayang, jangan sedih, mungkin ini cobaan untuk Kita," bujuk Ferdi sambil mengusap kepala Ferdi.
Resti pun menepis tangan Ferdi.
"Tidak Fer! Jangan sentuh aku! Kamulah penyebab semua ini !kamu sudah Berselingkuh! kamu tidak setia ,sekarang kamu pergi dari hadapan ku Fer! Aku benci kamu! " cecar Resti dengan penekanan di akhir kalimat.
"Tidak Resti, jangan berkata seperti itu, Berilah aku kesempatan untuk memperbaiki nya aku takkan menyakitimu lagi. Aku janji,"ucap Ferdi dengan nada mengiba.
Resti membuang mukanya.
"Percuma Fer! hati aku sudah begitu sakit, sekarang Kamu pergi saja, Aku muak melihat kamu," tutur Resti yang terlihat begitu kecewa, meskipun saat itu ia masih mencintai Ferdi.
"Ferdi, kamu dengar itu!Resti saja sudah tidak menginginkan kamu ! sebaiknya kamu pergi dari sini! " Adiaksa menujuk ke arah pintu.
" Tapi bagaimana dengan anak ini ?"
tanya Ferdi .
"Biarkan saja biar kami yang mengurus pemakamannya! Kamu pergi saja dari sini! Dari pada Resti terus bersedih melihat kamu! " Adiaksa.
Resti menangis sambil memeluk tubuh putri mungilnya
Saat bersamaan, Mona dan Pak Bondan datang menghampiri ruang perawatan Resti.
Resti menatap sinis ke arah kedua mertuanya tersebut .
"Resti Bagaimana keadaan kamu? " tanya Mona berbasa-basi.
"Iya mami tahu pasti ini memang menyakitkan, mungkin ini cobaan untuk kalian," kata Mona dengan santai.
"Iya mungkin ini jalan bagi aku dan Ferdi,Tuhan menunjukkan jika Kami memang tidak berjodoh ," ucap Resti dengan dengan bibir yang gemetar.
Mona menyunggingkan bibirnya.
"Ya sudah kami juga tak setuju, jika kalian melanjutkan pernikan ini. sekarang serahkan bayi itu! biar kami yang akan mengurus pemakamannya," pinta Mona dengan judes.
"Tidak,Biarkan saja keluargaku yang mengurus bayi ini." Resti.
"Resti Jangan keras kepala kamu! jika Papi kamu yang mengurus pemakamannya, siapa yang akan menjaga kamu di sini? ! " Mona.
"Biar saja aku sendiri, yang penting kalian pergi saja dari sini ! Aku sudah tak ingin melihat Ferdi lagi! " Resti.
Ferdi masih ingin di sana. Ia mencoba membujuk Resti kembali.
"Resti, aku tahu ini berat bagi kamu, Tapi coba kamu pikirkan lagi ,kita baru saja kehilangan anak kita, kita sedang berduka dan merasakan sedih, apa tidak terlalu cepat kamu mengambil keputusan ini ?" Ferdi coba membujuk Lesti.
"Ya Fer, aku memang cinta sama kamu tapi aku nggak mau kamu sakitin terus-meterus, aku sudah kasih kamu kesempatan sekali, tapi kamu mengecewakan. Aku ingin mengakhiri rumah tangga ini saja." Resti terlihat begitu tegar mengatakan hal itu karena ia masih begitu mencintai Ferdi.
Mona kembali menyunggingkan senyum sinisnya.
" Alah Sudahlah Ferdi, Ngapain juga kamu bujuk perempuan seperti dia! Perempuan di dunia itu banyak kok! ngak perlu ngemis cinta sama dia! " Mona.
Tentu saja Adiaksa merasa geram mendengar pernyataan dari Mona.
__ADS_1
"Biarkan saja Ferdi, ayo kita pulang saja! " Mona menarik tangan Ferdi.
"Iya bawa saja pulang anak kalian itu! Biar aku yang akan mengurusi pemakaman cucuku! "
" Tidak bisa ! aku sudah mempersiapkan pemakaman bayi ini ! Urus saja anakmu ini ,setelah ini Ferdi akan menceraikan Resti, tak ada lagi hubungan apapun antara keduanya." Mona.
Mona meraih bayi tersebut, Tapi Resti menepis tangan Mona." Jangan sentuh anakku ! " Resti.
Resti memeluk bayinya dan enggan menyerahkan kepada Mona." Papi saja kita yang memakamkan bayi ini Papi, aku tidak mau baikku di ambil mereka," tutur Resti dengan sedih.
"Iya Resti biar Papi yang mengurus pemakamannya, kamu tenang saja Nak. " Adiaksa.
"Kalian Dengar itu! Sekarang kalian pergi dari sini! Resti sudah tak ingin lagi bertemu dengan Ferdi lagi. hubungan mereka cukup sampai disini! " Adiaksa.
Mendengar hal itu Ferdi jadi sedih Iya Pun menghampiri Resti," Resti berilah kesempatan aku sekali lagi, Aku tahu selama ini aku sering menyakitimu, tapi aku berjanji tak akan mengulanginya lagi. " Ferdi coba membujuk, tapi Resti kembali membuang wajahnya.
Mona kesal melihat Ferdi yang terlihat mengemis cinta pada Resti.
"Alah, Sudahlah Ferdi kamu ini seperti tak ada perempuan lain saja ,masih mengharapkan dia! Sudah pulang ! Mami akan cari jodoh yang lebih baik dari Resti untuk kamu ." Mona.
Mendengar hal itu Mayang menjadi geram. Ingin sekali ia menghajar wanita yang merendahkan saudaranya tersebut.
Andre melirik ke arah Mayang yang terlihat mengepal tangannya. Andre pun berbisik di telinganya." Kalau kau ingin aku menghancurkan kedua orang itu Katakan saja sayang. "
"Tidak Mas, aku bukan orang yang seperti itu." Mayang.
"Kasihan Resti, dia pasti sedih karena sudah kehilangan bayinya .Dan mertuanya, bukannya menyesal mereka malah menghina Resti. " imbuhnya lagi.
"Resti, kamu yakin dengan keputusan kamu! " Ferdi coba menggoyahkan keputusan Resti.
"Pergilah Ferd,i kehadiranmu sudah tak diinginkan lagi di sini ! tutur Adiaksa sambil menarik lengan Ferdi.
Mona jadi semakin emosi melihat Ferdi di tarik Adiaksa.
"Hei apa-apaan Anda ! kenapa kamu menyeret Ferdi seperti itu? saya bisa laporkan Anda atas tuduhan perbuatan tak menyenangkan." Mona.
" Coba saja Jika kau berani melaporkan Mertuaku, aku akan balik menuntut anakmu itu !" sahut Andre balik mengancam.
Melihat Andre yang ikut campur, Pak Bondan buru-buru menghampiri istrinya
" Sudahlah Mi ,kita jangan bermain-main dengan orang seperti Andre, "bisik pak Bondan.
Mona menarik tangan Ferdi. " Sudah Ferdi, tinggalkan saja mereka.Kamu bisa mulai hidup kamu yang lebih baik dengan masa depan yang lebih cerah. "
"Tapi Mi, aku ingin melihat anakku sekali saja," Ferdi.
"Tidak bisa! " potong Adhyaksa.
" Pergi saja kalian dari sini! jangan pernah menemui Resti lagi! "Adiaksa.
Meski berat, Ferdi akhirnya memilih meninggalkan ruangan tersebut .Sementara Resti kembali menangis sedih memeluk sang putri yang sudah tiada.
Bersambung lagi gengs. jangan lupa dukungan untuk otor ya. 😍🙏
__ADS_1