Mengandung Benih CEO Kejam

Mengandung Benih CEO Kejam
Kesalahpahaman Berujung Dendam


__ADS_3

Meski sudah sadar, keadaan Mayang masih memprihatinkan. Luka tembakan tersebut cukup dalam hingga hampir mengenai organ dalamnya.


Pagi-pagi sekali suster datang untuk memeriksa keadaan Mayang. Karena ia memang sedang di rawat secara intensif.


" Bagaimana keadaan istri saya? " tanya Andre ketika suster tersebut telah selesai memeriksa luka jahitannya. 


" Luka pasien sudah membaik tuan, karena luka yang cukup dalam, pasien harus bedrest minimal seminggu. "


" Seminggu?! " Andre. 


" Iya Tuan. "


" Apa istri saya bisa di bawa pulang untuk di rawat di rumah sakit di Indonesia? " tanya Andre. 


" Bisa tuan. Silahkan hubungi dokter kalau begitu. "


" Oke, Terima kasih. "


Andre melihat kearah istrinya yang masih terlihat pucat. 


Didekatinya Mayang. 


" Sayang bangun, jangan tidur terus," ucap Andre sambil mencium kening Mayang.


Mayang membuka matanya dengan lemah. 


" Aku gak tidur Mas, Aku dengar kok apa yang kamu katakan, " ucap Mayang dengan lirih. 


" Iya Sayang, aku jadi takut melihat mu yang selalu menutup mata.seperti itu, " ucap Andre seraya mengusap kepala Mayang. 


" Kau jangan takut sayang, aku tak akan pergi jauh dari mu dan anak kita.Aku tahu kalian masih membutuhkan aku, " ucap Mayang dengan suara lirihnya seraya tersenyum ke arah Andre.


" Ehm, aku juga tahu, kau pasti tak akan tega meninggalkan aku sendiri, " ucap Andre sambil mencium bibir Mayang.


" Aku belum mandi berhari-hari Mas, " ucap Mayang sedikit menghindar.


" Tak apa, kambing saja ngak mandi laku kok, bagiku kau tetap wangi, " ucap Andre kembali mencium bibir Mayang.


mereka pun saling melumaat bibir beberapa saat, tiba-tiba Mayang kembali mengingat anaknya.


Ia pun melepaskan panggutan bibir Andre.


" Mas, aku ingin pulang, aku sudah kangen sama anak-anakku, " pintanya dengan bola mata yang berpendar. 


Mayang membayangkan dua anaknya yang begitu merindukannya. Begitupun dengan dirinya yang sudah begitu rindu pada si kembar.


" Iya Sayang, setelah ayah datang, aku bisa urus semua. Saat ini kau makan dulu. Agar kau bisa segera pulih. "


 Andre mendekati nakas meraih sereal yang disediakan di rumah sakit. 

__ADS_1


Kemudian ia menyuapinya sedikit demi sedikit sereal tersebut kedalam mulut Mayang. Karena terlalu lemah Mayang sedikit kesulitan menelan sereal gandum itu . Hingga membuatnya tersedak karena tenggorokan yang kering.


Uhuk uhuk uhuk, Ketika batuk Mayang merasakan sakit yang luar biasa pada bagian dadanya, air matanya pun mengalir tanpa sadar, luka jahitan kembali basah. 


" Sayang, pelan-pelan,Andre mengusap dada Mayang, ia kembali merasakan luka jahitan Mayang kembali basah. Dilihat kearah Mayang yang terlihat begitu sakit.


"Sayang, kenapa? Ada yang sakit? "


"Dadaku masih terasa sakit Mas, bahkan saat menghela nafas dadaku terasa ngilu. " 


Mayang mengusap bagian dadanya sendiri. Karena merasakan sakit, bahkan saat diafragma turun naik, ia begitu menderita.


Andre membuka penutup bagian dada Mayang, Dan melihat perban yang tadinya bersih kembali basah oleh darah.


Uhuk uhuk.. Mayang sampai menangis dan meringis karena menahan rasa sakit tersebut.


Tangan Andre kembali bergetar melihat penderitaan Mayang , bahkan setiap menghela nafas panjang ia harus merasakan nyeri.


Bulir bening menetes di pipi Andre ketika melihat sang kekasih hati harus menderita karena perbuatan seseorang yang sengaja.


" Mas ambilkan aku minum, aku haus, " pinta Mayang dengan suara yang lirih


"Iya Sayang. Minumlah, " ucap Andre sambil memasukkan sedotan ke bibir Mayang.


Karena tenggorokan kering, dan terlalu lemah, Mayang hanya bisa mengkonsumsi air putih saja.


Setelah minum, Mayang kembali memejamkan matanya yang terasa berat.


" Tunggu saja Steve apa yang ku lakukan padamu. " Andre menggenggam tangannya.


***


Steve berada di penjara Red Eyes, untuk sementara dirinya saat itu hanya sebagai tawanan, sementara penyelidikan terhadap Black berlangsung. 


Steve dan semua anggota Red Eyes akan di intrograsi di tempat yang terpisah.


Karena itulah, selama penahanan di penjara, mereka di tempatkan di penjara yang terpisah-pisah.


Steve memandang nanar ke arah sekelilingnya. Ia begitu membenci keadaannya saat ini.


Selain itu Steve juga mengkhawatirkan nasib sang istri yang sedang hamil dan putri pertama mereka yang berusia dua tahun.


Seorang wanita datang tergesa-gesa menghampiri Steve. 


" Steve! " seru wanita yang menggendong gadis kecil cantik dengan rambut ikal bermata kehijauan seperti batu Emerald. 


" Alice, bagaimana kau bisa datang kemari? " tanya Steve kepada istrinya yang tengah menggendong putri mereka. 


" Aku memaksa penjaga untuk mempertemukan kami padamu, saat itu Anna meminta pada penjaga itu agar bisa bertemu dengan mu. "

__ADS_1


Anna meminta turun dari gendongan ibunya, kemudian berjalan tertatih menghampiri Steve.


Steve langsung berjongkok untuk sejajar dengan Anna. Kemudian ia meraba wajah cantik sangat putri. 


" Daddy, " ucap Anna seraya mengulurkan dua tangannya meminta gendong.


Steve menyelitkan dua tangannya pada celah jeruji besi agar bisa menggendong Anna.


" Anna terus mencarimu, ia menangis sepanjang hari menunggu kedatanganmu di depan pintu, kau hanya janji pergi sehari, tapi sudah dua hari tak pulang, "  ucap Alice sambil meneteskan air matanya.  


Anna mengerucut bibirnya menahan tangisannya. Tangannya menjangkau ke arah wajah Steve.


" Anna, kau merindukan daddy? "tanya Steve yang terharu melihat sang putri. 


" Daddy, ayo kita pulang.Aku mau main bersama daddy," ucapnya sambil menjangkau tangan kekar Steve. 


" Iya Sayang, secepatnya daddy akan pulang. "


" Sayang, kenapa kau bisa berada di sini? " tanya Alice dengan bulir bening yang menetes di pipinya. 


" Ceritanya panjang. Aku tak bisa jelaskan sekarang."


" Bagaimana nasib kami jika kau di penjara selamanya? "tanya Alice dengan perasaan sedih dan putus asa. 


" Alice, untung saja kau ada di sini. Kau datangi tuan Donald Harrison. Katakan padanya, " Steve membisikkan sesuatu pada Alice. 


Beberapa saat kemudian mereka saling memandang ketika Steve selesai berbisik.


" Apa kau yakin bisa ini bisa membantu? " tanya Alice ragu.


" Lakukan saja, Mungkin tuan Donald akan mau membantu. Hanya itu satu-satunya cara agar aku bisa bebas. "


" Baiklah."


Anna terus melihat kearah Steve. " Daddy ayo pulang," pintar gadis kecil itu lirih.


" Iya Sayang, Daddy akan pulang secepatnya. Kamu pulang dulu, nanti Daddy menyusul. "


Alice kembali menggendong putri kecilnya tersebut.


" Ayo sayang, kota pulang dulu. Daddy akan menyusul nanti, " bujuk Alice.


Hiks hiks Anna kembali menangis ia ingin pulang bersama daddynya, Alice langsung membawa putrinya keluar dari ruang tersebut. Karena perjanjian dengan pihak penjaga hanya lima menit saja. 


"Daddy! Daddy! " tangis Anna seraya mengulurkan tangannya tak ingin berpisah dengan Steve.


Steve menatap sedih kearah putrinya yang menangis tersebut.


" Akan ku lakukan segala cara agar aku terbebas dari sini. " Steve mengepal tangannya.

__ADS_1


Bersambung dulu ya gengs. Terima kasih karena tetap setia, Nantikan juga kelanjutan cerita anak-anak mereka yang akan luncur pada awal bulan.


Assalamu'alaikum, Wr. Wb


__ADS_2