Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
9. Mimpi


__ADS_3

Xie Jun Hao mengernyitkan dahi nya, sebenarnya Xie Jun Hao sendiri tidak kuat untuk mendengar penjelasan dari Lin Lin lebih lanjut.


Tetapi Xie Jun Hao tetao berusaha untuk bisa mendengar penjelasan dari Lin Lin walaupun hatinya terasa sangat sakit ketika mendengar ucapan dari Lin Lin.


"Jun Hao, kau tahu apa yang aneh? Disaat aku berada di samping Ran Ran, aku merasa bahwa rasa sakit itu dalam sekejap mata menghilang. Aku merasa bahwa Ran Ran mampu membuat rasa sakit ku menghilang. Itulah yang membuat ku selama ini menjadi bingung dengan apa yang sedang terjadi," ucap Lin Lin sambil menatap bayi yang terbaring di samping nya.


Xie Jun Hao juga mengikuti arah tatapan Lin Lin. Memang benar ada sebuah keanehan dalam diri Xie Hao Ran, Xie Jun Hao bisa merasakan hal itu.


"Tapi Jun Hao, bila aku beb jujur, aku takut aku akan segera pergi dari dunia ini," ucap Lin Lin sambil menundukkan kepala nya.


Xie Jun Hao yang mendengar itu akhirnya tidak bisa lagi memasang wajah nya yang berpura-pura tenang. Xie Jun Hao menangis secara perlahan kemudian menatap Lin Lin seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang telah dia dengar.


"Lin Lin, aku mohon, jangan pernah berkata seperti itu. Kau tahu, keluarga mu akan sangat mencemaskan dirimu jika kau menjadi seperti ini Lin Lin," ujar Xie Jun Hao.


Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan mata yang berkaca-kaca, "Aku juga tidak mau menjadi seperti ini, Jun Hao. Hanya saja, tidak ada yang bisa ku lakukan sama sekali. Aku hanya bisa terus berada di samping Ran Ran agar rasa sakit di jantung ku menghilang. Tapi tak mungkin ibu, ayah, dan yang lainnya tidak akan menyadari hal itu. Cepat atau lambat mereka akan tahu bahwa aku sedang sakit."


Lin Lin menangis tetapi berusaha menahan isakan tangis nya karena takut bisa saja ternyata Xie Yu Ra telah kembali dan membawakan minum untuk dirinya.


Lin Lin dengan cepat menghapus air mata yang terus menetes dari matanya kemudian kembali untuk menatap Xie Hao Ran yang sedang terbaring dengan ekspresi wajah dingin.


"Jun Hao, aku mohon. Jangan biarkan yang lain tahu bahwa aku sedang sakit. Paling tidak biarkan mereka tahu dengan sendirinya. Atau, aku ingin, mereka tahu bahwa aku sakit parah setelah aku pergi dari dunia ini," ucap Lin Lin dengan suara yang pelan.

__ADS_1


Xie Jun Hao menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Tidak, Lin Lin. Kau akan baik-baik saja. Kau akan selalu baik-baik saja. Aku akan menjaga mu, kau tidak akan pergi sampai anak kita telah memiliki anak lagi."


Lin Lin hanya bisa menatap Xie Jun Hao. Lin Lin tahu bahwa dalam hati Xie Jun Hao, pria itu memikirkan banyak sekali kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya.


Lin Lin juga tahu bahwa Xie Jun Hao pasti paham bahwa semua kata-kata penenang dari Xie Jun Hao itu hanyalah sebuah kebohongan.


Baik Lin Lin maupun Xie Jun Hao sudah sama-sama tahu bahwa hidup Lin Lin tidak akan lama lagi. Yang bisa mereka lakukan hanyalah berharap bahwa akan ada terjadi sebuah keajaiban.


Sayangnya keajaiban itu tidak akan pernah terjadi. Lin Lin hanya bisa tersenyum miris kemudian dengan cepat menghapus air mata nya yang masih menetes di pipi nya karena dia takut Xie Yu Ra akan datang tiba-tiba.


"Jangan khawatir, Jun Hao. Untuk sementara ini aku akan baik-baik saja karena aku masih ingin berada disini, aku tidak ingin meninggalkan semua orang yang ku sayangi sebelum aku menemui mereka untuk terakhir kali nya. Jadi, bisakah kau membantu ku? Bisakah aku meminta bantuan padamu?" tanya Lin Lin sambil menatap Xie Jun Hao.


Xie Jun Hao segera saja menganggukkan kepalanya. Apapun yang diinginkan oleh Lin Lin maka Xie Jun Hao pasti akan menurutinya.


Xie Jun Hao menganggukkan kepalanya kemudian segera pergi untuk memberitahukan pengawal nya untuk mengundang orang-orang yang tadi Lin Lin sebutkan.


Sementara itu, Xie Yu Ra berjalan masuk membawa sebuah gelas kemudian memberikan gelas berisi air itu kepada Lin Lin.


Lin Lin mengernyitkan dahi nya agak terkejut ketika mengetahui isi dari cairan itu, "Rara, siapa yang membuat ini?"


Xie Yu Ra menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bangga, "Aku membuat nya sendiri ibu. Tetapi resepnya aku dapat dari Fei, Fei berada di halaman istana sekarang. Apakah ibu tidak menyadari bahwa dia telah keluar dari ruang dimensi ibu?"

__ADS_1


Lin Lin terkekeh pelan, "Putri ibu benar-benar sangat hebat, bisa membuat minuman herbal sendiri di usia yang sangat muda. Mengenai Fei, ibu yang membiarkan nya untuk pergi berjalan-jalan. Kelinci itu mudah bosan, jadi ibu membiarkan nya untuk berjalan-jalan."


Xie Yu Ra menganggukkan kepalanya mengerti, "Ibu, apakah ibu baik-baik saja?"


Lin Lin yang sedang minum terhenti sejenak kemudian melanjutkan minum nya sampai minuman herbal itu telah habis dia teguk.


Lin Lin menghela nafas nya kemudian meletakkan gelas kosong itu di lantai. Lin Lin menatap Xie Yu Ra dengan tatapan yang dalam kemudian tak berselang lama Lin Lin tertawa kecil.


Xie Yu Ra menjadi bingung dengan hal itu. Apa yang salah dengan ibu nya? Mengapa ibunya mendadak tertawa?


"Rara, kau tahu sudah berapa kali ibu mendapatkan pertanyaan itu hari ini? Ibu lelah mendengar dan menjawab hal yang sama. Ibu baik-baik saja. Jadi tidak perlu khawatir pada ibu, Rara," ucap Lin Lin.


Xie Yu Ra menatap Lin Lin kemudian menghela nafas nya, "Baiklah ibu, jika ada sesuatu yang ibu butuhkan maka ibu bisa menyuruh pelayan untuk memanggil diriku. Ibu bisa beristirahat sekarang, ibu tidak boleh kelelahan. Aku akan kembali ke kamar ku agar tidak mengganggu ibu."


Lin Lin menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum. Lin Lin menatap punggung Xie Yu Ra yang telah jauh dan keluar dari kamarnya.


Lin Lin menghela nafas nya kemudian mulai memejamkan matanya. Entah mengapa hari ini Lin Lin merasa sangat kelelahan dan mengantuk.


Beberapa saat setelah memejamkan matanya, Lin Lin bahkan telah tertidur nyenyak. Tetapi hanya beberapa saat Lin Lin dapat tertidur nyenyak sebelum Lin Lin mulai bermimpi.


Lin Lin membuka matanya kemudian menatap ke arah sekitar, dimana disekitarnya berubah menjadi sebuah taman penuh dengan bunga.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2