
"Kalau begitu, aku akan pergi mencari mu. Aku berjanji, aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia pun tak masalah. Sekalipun kau kembali ke dunia modern, aku pasti akan mengikuti mu dan mencari mu sampai kita bertemu kembali. Tetapi Lin Lin, bisakah kita saling mencari satu sama lain disaat berpisah? Aku, aku hanya tidak ingin berjuang sendirian," ucap Xie Jun Hao.
Lin Lin kali ini menganggukkan kepalanya dan tidak mengatakan apapun karena air mata nya terus menetes sedari tadi.
Takdir seperti sengaja mempermainkan mereka yang mencintai satu sama lain. Takdir membuat mereka harus berpisah. Tetapi takdir pula yang nantinya akan membawa mereka kembali bersama.
Lalu setelah mereka berdua berpelukan selama beberapa saat, Lin Lin kemudian secara perlahan melepas pelukan mereka disaat melihat Xie Yu Ra berjalan masuk ke dalam kamar.
"Ibu, ayah, kenapa kalian berdua berpelukan seperti itu?" tanya Xie Yu Ra dengan raut wajah nya yang sangat polos.
Lin Lin segera saja menjadi gugup dan langsung menatap Xie Jun Hao. Sedangkan Xie Jun Hao yang sudah merasa lebih baik hanya menatap Xie Yu Ra dengan tatapan biasa kemudian berbicara.
"Anak kecil tidak perlu tahu," ucap Xie Jun Hao.
Xie Yu Ra langsung saja menjadi cemberut kemudian menatap Lin Lin dengan tatapan seolah meminta Lin Lin agar memarahi ayah nya.
Lin Lin terkekeh pelan, jujur, Lin Lin hanya takut jika tak lama lagi dia tidak bisa menatap wajah manja putri nya ini.
"Jun Hao, hentikan. Dan kau juga Rara, omong-omong dimana kedua adik mu?" tanya Lin Lin kepada Xie Yu Ra karena dia tidak melihat kedua anak bayi kembar nya.
Xie Yu Ra menatap ayah nya dengan tatapan menuduh. Lin Lin menoleh untuk menatap Xie Jun Hao setelah melihat tatapan yang diarahkan ke Xie Jun Hao oleh Xie Yu Ra.
"Aku hanya menitipkan nya kepada seseorang. Kami sibuk memperhatikan mu, dan juga kedua bayi itu tampaknya tidak ingin bersama dengan kami untuk sementara," ucap Xie Jun Hao dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Lin Lin mengernyitkan dahi nya dengan bingung setelah mendengar ucapan dari Xie Jun Hao. Lin Lin tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Xie Jun Hao karena terlalu berbelit-belit.
"Apa maksudmu Jun Hao?" tanya Lin Lin tidak mengerti.
Xie Jun Hao menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Tidak, tidak ada apa-apa. Pokoknya kedua bayi kembar kita aman dan baik-baik saja. Mereka berdua pasti sedang bersenang-senang. Yang paling penting sekarang kau harus makan, Lin Lin. Ngomong-ngomong, Rara, dimana makanan untuk ibu mu?" tanya Xie Jun Hao dengan cepat mengalihkan topik agar Lin Lin tidak bertanya lebih jauh.
Sayangnya trik seperti itu tidak berguna pada Lin Lin yang keras kepala. Jadi Lin Lin menatap tajam Xie Jun Hao dan juga Xie Yu Ra mencoba untuk mengintimidasi mereka berdua agar menjawab dengan jujur.
"Rara, Jun Hao, kalian ingin merahasiakan nya atau aku sendiri yang akan mencari tahu nya?" ucap Lin Lin dengan tatapan sebal.
Xie Yu Ra dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Tidak tidak, ibu, jangan salahkan aku. Ayah yang menyuruh ku untuk merahasiakan nya. Sebenernya tadi kakek, nenek, kakek buyut, nenek buyut, dan juga kakek Nunu datang. Ran Ran dan Lan Lan dititipkan kepada mereka."
Lin Lin dengan cepat menatap Xie Jun Hao setelah mendapatkan jawaban dari Xie Yu Ra. Sedangkan Xie Jun Hao malah berbalik untuk menatap Xie Yu Ra dengan tatapan tajam karena telah berbicara rahasia itu kepada Lin Lin.
Sayangnya Xie Jun Hao telah terlebih dahulu menghentikan langkah Lin Lin dan membawa wanita itu kembali untuk duduk di atas kasur.
"Aku tidak akan mengizinkan mu sebelum kau menghabiskan sarapan mu," ucap Xie Jun Hao mendadak tegas.
Xie Jun Hao hanya takut Lin Lin tidak memiliki gizi yang cukup karena sedang sakit. Beberapa hari belakangan ini Lin Lin juga tidak makan dengan teratur karena sakit nya.
Makanya tadi Xie Jun Hao meminta Xie Yu Ra untuk menyembunyikan informasi tentang datangnya orang tua Lin Lin ke istana.
Xie Jun Hao hanya ingin Lin Lin sarapan terlebih dahulu dan bersiap-siap. Dan lagi, jika Lin Lin tiba-tiba saja muncul di hadapan orang tua nya dengan wajah nya yang pucat, pasti mereka akan panik.
__ADS_1
"Kenapa kau malah menghentikan ku untuk melepas rindu bersama dengan orang tua ku, Jun Hao?!" ucap Lin Lin dengan tidak senang.
Xie Jun Hao menghela nafas nya, dia tahu bahwa emosi Lin Lin juga perlahan tidak stabil, makanya Xie Jun Hao harus banyak-banyak bersabar.
"Lin Lin, dengarkan aku. Pertama kau harus makan terlebih dahulu agar kau bisa tampak lebih sehat. Kedua kau harus bersiap-siap terlebih dahulu sebelum menemui orang tua mu. Jika kau pergi dengan penampilan yang pucat seperti ini mereka akan khawatir pada mu. Paling tidak berdandan sedikit agar orang tua mu tidak khawatir ketika melihat mu," ucap Xie Jun Hao mencoba yang terbaik untuk membujuk Lin Lin yang keras kepala.
Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan tatapan yang mirip seperti anak kecil yang polos sehabis menangis. Lin Lin tidak memikirkan hal itu karena dia sudah sangat ingin menemui orang tua nya.
Hal yang paling Lin Lin takutkan sebenarnya adalah karena Lin Lin takut sedetik kemudian dirinya sudah tidak ada di dunia itu lagi. Makanya Lin Lin terburu-buru pergi untuk menemui orang tua nya.
Itulah juga kenapa Xie Jun Hao tidak memberitahukan keberadaan orang tua Lin Lin. Xie Jun Hao telah bersama dengan Lin Lin selama lima tahun, mana mungkin Xie Jun Hao tidak mengetahui kebiasaan dari Lin Lin.
Makanya Xie Jun Hao meminta Xie Yu Ra untuk ikut merahasiakan nya, sayangnya anak itu takut jika ibu nya akan marah besar. Makanya Xie Yu Ra terpaksa berkata jujur.
"Kalau begitu cepat, antarkan makanan untukku," ucap Lin Lin dengan bersemangat.
Xie Jun Hao terkekeh pelan kemudian menatap ke luar kamar dan melihat para pelayan sudah datang dengan membawa beberapa menu makanan.
Lin Lin langsung saja melompat dari kasur dan berlari menuju meja dan kursi yang ada di kamar itu dan makan dengan lahap agar bisa bertemu dengan orang tua nya lebih cepat.
...****************...
Untuk paragraf awal-awal itu memang sengaja aku tambahin beberapa bumbu wkwkwk.
__ADS_1