
Dewi Zhou tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya, tentu saja karena dia telah berjanji kepada Lin Lin untuk menjawab semua pertanyaan yang akan Lin Lin tanyakan, mana mungkin dewi Zhou akan menarik ucapan nya lagi.
"Pertanyaan pertama ku adalah, apakah anak ku nanti akan menghadapi cobaan yang sangat berat? Apakah dia akan menanggung beban yang sangat berat?" tanya Lin Lin lagi dengan raut wajah khawatir yang sama sekali tidak hilang.
Dewi Zhou menghela nafas nya. Tentu saja dewi Zhou mengerti dengan betul bahwa Lin Lin saat ini sedang sangat cemas dan memperhatikan p.kondiai putra nya, padahal saat ini saja kondisi Lin Lin sebenarnya tidak lebih baik daripada orang lain.
"Apakah kau menginginkan jawaban yang jujur ataukah aku harus menjawab dengan sebuah kebohongan agar kau bisa menjadi lebih tenang tanpa memikirkan anak mu?" tanya dewi Zhou meminta pendapat dari Lin Lin.
Dewi Zhou tentu saja bisa berkata dengan jujur, tetapi takutnya hal itu malah akan menyakiti hati Lin Lin. Dewi Zhou juga bisa berkata dengan berbohong, tetapi itu mungkin tidak akan menjadi jawaban yang memuaskan bagi Lin Lin.
Lin Lin menatap ke bawah, tentu saja Lin Lin menjadi dilema, tetapi saat ini Lin Lin sedang sibuk untuk mempersiapkan mental nya untuk mendengar semua jawaban yang akan diberikan oleh dewi Zhou.
"Kalau begitu beritahukan saja aku dengan jujur, aku tidak akan pernah merasa terpuruk, aku sudah mempersiapkan mental ku untuk mendengar semua jawaban dari dirimu," ucap Lin Lin sambil menatap mata dewi Zhou dengan lurus.
Dewi Zhou menghela nafas nya lagi, tetapi dewi Zhou sama sekali tidak berniat untuk membujuk Lin Lin untuk mendengarkan jawaban kebohongan saja. Itu semua adalah keputusan dari Lin Lin, dan dewi Zhou akan mengikuti semua keputusan dari Lin Lin tanpa protes.
"Baiklah kalau begitu akan langsung ku jawab saja. Tidak mungkin bagi anak mu untuk tidak menghadapi beban yang sangat berat nantinya. Tentu saja utusan dari para dewa akan menanggung beban yang sangat berat, tetapi aku rasa bahwa anak mu tidak akan menanggung beban yang terlalu berat," ucap dewi Zhou dengan senyuman di wajah nya yang secara perlahan muncul.
Lin Lin mengernyitkan dahi nya tak mengerti, apakah ada yang salah dengan anak nya itu? Tetapi tentu saja Lin Lin akan merasa sangat senang apabila Xie Hao Ran tidak akan menanggung beban yang sangat berat, itu akan menjadi sangat bagus.
__ADS_1
"Apa yang salah?" tanya Lin Lin.
Dewi Zhou tersenyum dengan lembut, "Tidak ada yang salah, putra mu memiliki kedua saudara nya untuk membantu dirinya dalam menghadapi beban itu. Tentu saja putra mu akan menjadi orang yang sangat kuat. Tenang saja, ketiga anak mu pasti akan dapat bekerja sama dengan baik. Kau bisa melanjutkan pertanyaan yang kedua," ucap dewi Zhou menjelaskan secara singkat kemudian langsung saja melanjutkan ke pertanyaan yang kedua.
Lin Lin merasa sangat lega setelah mendengar jawaban dari dewi Zhou, setidaknya ketiga anak nya akan saling bahu-membahu satu sama lain dan tidak akan membiarkan satu sama lain merasa kesulitan. Itu adalah hal yang paling bagus.
"Kalau begitu ini adalah pertanyaan terakhir dari diriku. Mengapa nyawa ku harus diambil secepat ini?" tanya Lin Lin dengan raut wajah yang mendadak berubah.
Bukan hanya Lin Lin, tetapi dewi Zhou juga terkejut dengan pertanyaan dari Lin Lin dan secara otomatis raut wajah dewi Zhou malah berubah menjadi terkejut. Bahkan senyuman yang biasanya selalu menempel di wajah dewi Zhou mendadak saja menghilang.
"Untuk pertanyaan mu yang terakhir, maaf sekali, aku sama sekali tidak memiliki hak untuk menjawab nya. Hanya pimpinan tertinggi saja yang memiliki hak atas itu," ucap dewi Zhou dengan raut wajah permintaan maaf kepada Lin Lin.
"Lalu apakah aku sendiri tidak berhak untuk mengetahui alasan pasti mengapa hidup ku diambil secepat ini? Apakah aku tidak memiliki hak atas hidup ku sendiri? Bukankah itu terlalu miris?" ucap Lin Lin mengeluarkan semua keluhan yang dia tahan sedari dulu dalam hati nya yang paling dalam.
Dewi Zhou terdiam, tentu saja dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Lin Lin. Itu semua diluar dari perintah yang dikatakan oleh pimpinan nya, hanya saja sebagai sesama wanita, dewi Zhou tentu saja akan merasa kasihan dan iba kepada Lin Lin.
Dewi Zhou menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang iba kemudian dia menyerah untuk terus tutup mulut kepada seorang ibu yang sangat menyayangi anak nya.
"Mungkin aku tidak bisa memberikan jawaban yang kau inginkan, hanya saja kau bisa meminta jawaban itu kepada pimpinan tertinggi kami. Hanya dia saja yang boleh menjawab hal itu," ucap dewi Zhou dengan tatapan mata yang lembut.
__ADS_1
Lin Lin menatap ke arah dewi Zhou, apakah menurut dewi Zhou setelah apa yang dilakukan oleh pimpinan tertinggi itu dapat membuat Lin Lin bisa bertanya baik-baik pada pimpinan tertinggi?
Takutnya bahkan disaat Lin Lin baru saja bertemu dengan pimpinan tertinggi itu, Lin Lin telah kehilangan kendali atas emosi nya terlebih dahulu.
Tetapi demi menghormati dewi Zhou yang sangat baik ini, Lin Lin memilih untuk diam dan tetap tenang tanpa mengatakan apapun yang berada di dalam pikiran nya.
Satu hal yang sangat Lin Lin syukuri adalah dewi Zhou tidak bisa membaca isi pikiran orang lain. Itu akan sangat dan wajib disyukuri oleh Lin Lin.
"Kita akan segera sampai, segeralah bersiap-siap untuk melihat alam atas. Mungkin kau akan kagum dengan hal itu. Dan lagi jangan menghiraukan tatapan dari dewa lainnya nanti, ingat itu," ucap dewi Zhou memberikan sedikit nasehat kepada Lin Lin.
Tetapi tentu saja yang namanya Lin Lin, dia tidak akan pernah bisa tidak penasaran. Jadi Lin Lin mulai bertanya kepada dewi Zhou.
"Seperti apa para dewa lainnya akan menatap diriku?" tanya Lin Lin dengan tidak mengerti.
Dewi Zhou menatap Lin Lin dengan senyuman yang lembut, "Mereka semua tidak menyukai manusia."
Lin Lin mendecih pelan dengan sindiran yang sangat jelas di wajah nya, "Mengapa bisa tidak menyukai manusia? Padahal sebelum mereka menerima kebanggaan dan kekuatan itu, mereka adalah seorang manusia juga. Apakah mereka lupa dengan identitas diri mereka sendiri?"
...****************...
__ADS_1