
"Namun semakin hari, kekuatan dari pimpinan tertinggi tampaknya melemah sehingga ingatan ku yang dihapus secara perlahan sedikit kembali. Aku tahu dan ingat bahwa aku memiliki seorang anak laki-laki dan seorang suami yang sangat hebat di dunia bawah. Sayangnya aku tidak bisa mengingat wajah mereka," ucap dewi Zhou menceritakan hal itu tanpa sedikitpun raut wajah sedih di wajah nya.
Jujur saja, melihat raut wajah ringan dari dewi Zhou malah membuat Lin Lin menjadi merasa bersalah. Lin Lin malah membuka luka lama bagi dewi Zhou yang seharusnya tidak dibuka.
"Maafkan aku karena bertanya seperti itu kepada dewi Zhou," ucap Lin Lin merasa agak bersalah.
Dewi Zhou tersenyum tipis kemudian ia menggelengkan kepalanya dengan lembut, "Tidak apa-apa. Wajar jika kau merasa penasaran."
Lin Lin menganggukkan kepalanya kemudian terdiam karena dirinya sedang memikirkan sesuatu. Hal itu adalah, apabila memang secara perlahan kekuatan yang digunakan oleh pimpinan tertinggi dari para dewa itu memang bisa melemah, maka tidak menutup kemungkinan apabila dewi Zhou akan segera mengetahui kebenaran bahwa Xie Jun Hao adalah anak nya dan Xie Shan Nu adalah suami nya sendiri, bukan teman nya.
Tentu saja hal itu akan menjadi kabar baik bagi Xie Jun Hao dan Xie Shan Nu, sayangnya Lin Lin tidak akan pernah bisa mengetahui kapan itu akan terjadi.
"Dewi Zhou, apakah anda memiliki tebakan siapa dan di mana keluarga anda saat ini?" tanya Lin Lin sambil bertanya lagi kepada dewi Zhou dengan penasaran, walaupun sebenernya Lin Lin merasa itu akan sangat mengganggu dewi Zhou.
Dewi Zhou langsung saja menolehkan kepala nya dengan cukup kaget ke arah Lin Lin. Tentu saja dewi Zhou tidak akan pernah menyangka bahwa Lin Lin akan bertanya seperti itu.
Dewi Zhou tersenyum kemudian membalas dengan sebuah gelengan kepala yang sangat pelan.
__ADS_1
"Aku pikir bahwa aku tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan mu itu, Lin Lin. Tetapi setelah dilihat-lihat, mungkin ayah mertua mu tahu jawaban dari pertanyaan mu itu," ucap dewi Zhou dengan senyuman di wajah nya.
Lin Lin menjadi terdiam, andai saja dewi Zhou tahu bahwa sebenarnya Xie Shan Nu, orang yang selama ini ada terus menjadi teman bagi dewi Zhou setelah dewi itu menjadi seorang dewi adalah suami nya sendiri, maka mungkin dewi Zhou akan merasa sangat bersalah kepada Xie Shan Nu.
Tetapi Lin Lin juga tidak bisa memberitahukan ini kepada dewi Zhou karena ini adalah urusan pribadi dari dewi Zhou. Tentu saja sebenarnya Lin Lin sangat ingin mengatakan secara langsung bahwa suami nya saat ini adalah anak dari dewi Zhou.
Sayangnya hal itu tidak bisa dilakukan, padahal Lin Lin sangat ingin memanggil dewi Zhou sebagai ibu mertua nya. Tetapi karena dia tidak bisa melakukan hal itu, jadi Lin Lin hanya bisa menahan dirinya saja untuk tidak membuka suara nya dan akan kelepasan memanggil dewi Zhou dengan sebutan ibu mertua.
"Apa yang sedang kau pikirkan, Lin Lin?" tanya dewi Zhou dengan senyuman di wajah nya.
Lin Lin segera saja menggelengkan kepala nya dengan senyuman manis di wajah nya agar menutupi dari dewi Zhou bahwa dia sedang berpikir mengenai sesuatu.
Lin Lin menghela nafas nya, kemudian dia menatap dewi Zhou dengan tatapan mata yang agak ragu untuk bertanya, tetapi setelah meyakinkan hati nya untuk bertanya seperti itu kepada dewi Zhou, Lin Lin akhirnya membuka suara nya dan bertanya pada dewi Zhou.
"Aku sudah meninggal seharusnya di dunia bawah itu kan?" tanya Lin Lin dengan suara yang pelan.
Dewi Zhou tersentak kaget ketika dia mendengar ucapan Lin Lin yang begitu blak-blakan. Tetapi kemudian dewi Zhou membalas dengan sebuah anggukan kepala yang cukup pelan karena ucapan Lin Lin mungkin akan menyakiti hati nya sendiri.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan jenazah ku?" tanya Lin Lin dengan suara yang pelan.
Dewi Zhou bahkan lebih terkejut lagi ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Lin. Hal yang dia dengar dari Lin Lin begitu tiba-tiba, dewi Zhou sangat tidak menyangka bahwa Lin Lin akan bertanya seperti itu dengan mudah nya kepada dirinya tanpa raut wajah sedih sedikitpun di wajah nya.
Dewi Zhou sebenarnya tidak ingin menjawab pertanyaan dari Lin Lin, tetapi melihat wajah Lin Lin yang begitu mengharapkan sebuah jawaban dari nya membuat dewi Zhou dengan terpaksa memberitahukan jawaban dari pertanyaan Lin Lin tadi.
"Kau jangan merasa sedih dengan jawaban yang akan aku berikan setelah ini, Lin Lin," ucap dewi Zhou dengan suara yang agak pelan.
Lin Lin menganggukkan kepalanya setelah mendengar balasan dari dewi Zhou, tentu saja Lin Lin sudah mempersiapkan diri nya untuk bisa menerima semua jawaban dari dewi Zhou, sekalipun sebenarnya itu adalah pertanyaan yang sangat menyakitkan.
"Sebenarnya sedari tadi, kau sudah meninggalkan tubuh mu di samping suami mu yang sedang tidur. Bahkan sebenarnya di saat kau sedang berpamitan kepada kedua putra mu, kau sudah meninggalkan tubuh mu dan menjadi sebuah arwah.
"Bayi biasanya sangat sensitif terhadap sesuatu, tetapi karena kau sudah tidak memiliki tubuh fisik lagi, putra mu yang pertama tidak menyadari bahwa kau tengah berbicara pada dirinya. Tetapi tentu saja itu tidak akan berlaku bagi putra mu yang terakhir karena dia adalah utusan dari para dewa. Dia adalah sosok yang paling istimewa. Dia bisa menyadari dan mengetahui bahwa ibu nya akan segera meninggalkan seluruh keluarga nya. Dia bahkan bisa memahami apa yang kau katakan, dan apa yang dikatakan oleh orang lain di hadapan dirinya," jelas dewi Zhou dengan cepat mengalihkan topik menjadi Xie Hao Ran agar Lin Lin tidak merasa sedih dengan apa yang telah dia katakan.
Lin Lin tentu saja menyadari bahwa sebenarnya dewi Zhou memang sengaja mengatakan hal itu agar membuat nya memikirkan hal lain yang tidak akan membuat dirinya merasa sedih.
Tetapi Lin Lin sendiri tentu saja akan merasa sedih karena harus meninggalkan seluruh keluarga nya itu. Lin Lin hanya bisa tersenyum kepada dewi Zhou karena telah membuat dirinya merasa tidak terlalu memikirkan tentang keluarga nya lagi.
__ADS_1
"Sebenarnya aku ingin menanyakan satu hal kepada para dewa itu. Mungkin dewi bisa menjawab pertanyaan dari diriku. Jadi bolehkah aku bertanya pada mu?" tanya Lin Lin dengan nada suara yang pelan karena takut dirinya akan menerima penolakan dari dewi Zhou.
...****************...