Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
70. Keanehan


__ADS_3

"No-nona, mohon maafkan saya. Saya tadi sangat terkejut ketika melihat nona ternyata sudah sadar dan bangun," ucap pelayan yang tadi berteriak memanggil Lin Lin dengan sebutan hantu.


Tentu saja hanya dengan sebutan seperti itu tidak akan membuat amarah Lin Lin menjadi sebesar itu. Hanya saja yang membuat Lin Lin sangat marah adalah mengapa para pelayan yang ada di kediaman ini semuanya sama sekali tidak menghormati dirinya?


Baiklah, baiklah. Tentu saja Lin Lin dapat menduga bahwa gadis yang saat ini dia tempati tubuh nya adalah gadis lemah yang tertindas sama seperti jiwa Lin Lin yang dulu.


Tetapi dengan cepat pemikiran itu Lin Lin singkirkan karena sama sekali salah. Jawaban nya bukan lah karena dirinya adalah orang yang ditindas.


Jika tubuh ini memang ditindas, mengapa kamar nya sangat rapi dan indah? Jadi tentu saja pemikiran tentang pemilik tubuh ini tertindas sepenuhnya salah besar.


Lalu yang jadi pertanyaan nya saat ini mengapa para pelayan dan seorang gadis yang tadi masuk ke dalam kamar nya malah terkesan sangat sombong di hadapan dirinya?


"Kau mau meminta maaf pada ku? Kalau begitu cukup dengan cara kau memberitahu alasan mengapa kau sampai memanggil diriku sebagai seorang hantu. Jika kau memberitahukan alasan nya maka aku akan berbelas kasih pada mu," ucap Lin Lin dengan senyuman manis di wajah nya.


"Heh, aku tidak menyangka bahwa kau adalah gadis yang sangat sombong. Mengapa suami ku mau menikahkan anak ku tersayang pada gadis sombong seperti dirimu. Lihat saja Claire, dia bahkan sepuluh kali lebih cantik dan baik daripada gadis ini," ucap seorang wanita tiba-tiba saja datang dengan dua orang lainnya dan berbicara dengan nada yang sinis.


Lin Lin mengangkat sebelah alis nya, siapa lagi wanita ini? Untuk kedua orang yang datang bersama dengan wanita itu, Lin Lin rasa Lin Lin dapat menebak nya. Yang satu adalah yang masuk ke kamar nya secara diam-diam, pasti saudara nya. Dan yang satunya lagi seorang wanita dengan banyak sekali perhiasan di tubuh nya, Lin Lin dapat menduga bahwa itu adalah ibu tiri nya, walaupun ini semua hanyalah dugaan Lin Lin seorang.


"Maaf, tetapi aku sebagai anak di kediaman ini jelas mempunyai hak untuk mengajarkan seorang pelayan tentang sebuah sopan santun. Daripada aku hanya menghabiskan waktu untuk berdandan dan juga menghabiskan uang yang bukan berasal dari hasil kerja keras sendiri," ucap Lin Lin dengan sengaja menyindir saudara dan ibu tiri nya itu.


Tentu saja semua orang di sana menjadi terdiam. Ada yang berbeda dari gadis yang ada di hadapan nya. Biasanya jika gadis itu disinggung atau disindir, dia hanya akan diam dan kembali ke kamar nya.


"Kau bahkan berani membalas perkataan ku. Benar-benar tidak tahu sopan santun," ucap wanita itu lagi tidak mau kalah.

__ADS_1


Lin Lin lagi-lagi mengangkat alis nya sebelah. Apa-apaan wanita ini? Memangnya apa ada yang salah dari apa yang Lin Lin katakan? Apakah wanita di hadapan nya ini gila hormat? Mengapa sampai sebegitunya?


Dan lagi, apa maksud menikahkan? Apakah Lin Lin akan menikah? Apakah dirinya akan segera menikah dengan seseorang yang bahkan dirinya tidak kenal? Itu adalah hal yang buruk. Lin Lin bahkan bersumpah tidak akan menikahi orang lain selain dari Xie Jun Hao, sekalipun dia harus mati jika dirinya tidak menikah.


"Sudahlah nyonya, gadis itu memang seperti itu. Lebih baik nyonya tidak perlu menghiraukan gadis itu. Mari saya antarkan nyonya ke taman. Kita bisa berbincang di sana," ucap gadis yang ada di samping wanita yang sibuk memarahi Lin Lin.


Lin Lin hanya berpaling dan sama sekali tidak tertarik menatap ketiga perempuan ular tersebut. Lagipula dirinya sama sekali tidak peduli.


Ketika ketiga perempuan itu telah pergi, Lin Lin segera saja menatap ke arah para pelayan yang bahkan telah pergi menjauh dari dirinya di saat dirinya sedang berbicara dengan ketiga perempuan itu.


Tetapi ada satu orang pelayan yang bertahan dan tetap menunggu dengan menundukkan kepala nya.


"Hm? Mengapa kau tidak kabur seperti yang lainnya?" tanya Lin Lin dengan bingung.


"Hei bisu, sedang apa?! Cepat bekerja kemari!" ucap salah seorang pelayan dengan nada yang kasar.


Lin Lin yang mendengar itu menjadi terkejut, jadi maksudnya adalah pelayan yang ada di hadapan nya ini memiliki kekurangan? Lalu mengapa dengan itu? Setidaknya pelayan yang satu ini memiliki sopan santun yang baik, tidak seperti pelayan lainnya.


Lin Lin menjadi sangat kesal ketika pelayan yang memanggil gadis di hadapan nya ini dengan sebutan bisu sama sekali tidak menghiraukan dirinya.


"Hei kau, kau adalah seorang pelayan dan kau berani-beraninya mengabaikan diriku?" ucap Lin Lin dengan sangat marah.


Pelayan itu malah menjadi lebih sombong lagi, "Memangnya kenapa?! Bukankah kau hanyalah seseorang yang sebentar lagi menjadi sebuah mayat?!"

__ADS_1


Lin Lin segera saja berjalan ke arah pelayan itu dan kemudian menampar wajah nya dengan sangat keras. Perlu diingatkan bahwa kemampuan Lin Lin masih ada di dalam dirinya sekalipun kekuatan itu tidak banyak.


Dengan satu tamparan dari Lin Lin bahkan membuat pipi pelayan itu menjadi sangat bengkak.


"Kau harus tahu di mana tempat mu sekarang," ucap Lin Lin dengan tatapan mata yang sangat tajam.


Setelah itu pelayan tersebut malah menjadi sangat ketakutan dengan tatapan mata dari Lin Lin.


Lin Lin tidak peduli pada pelayan yang baru saja dia tampar, toh pelayan tersebut memang berhak untuk ditampar.


Kemudian Lin Lin segera saja berbalik untuk menatap ke arah pelayan yang masih saja setia menundukkan kepala nya di hadapan Lin Lin.


Lin Lin menghela nafas nya karena tidak tega melihat pelayan tersebut masih saja menundukkan kepala nya.


"Angkat kepala mu, jangan sampai kau menjadi sakit leher karena aku menyuruh mu menundukkan kepala mu," ucap Lin Lin, walaupun tidak dengan nada marah ataupun kesal, Lin Lin tetap berkata dengan nada yang cuek.


Lin Lin kemudian mengamati bahwa gadis yang ada di hadapan nya ini terlihat sangat cantik. Hanya saja wajahnya terlihat dipenuhi abu. Mungkin karena dia diberikan tugas yang berat.


Lin Lin menghela nafas nya sekali lagi, mengapa di dunia ini ada yang namanya orang jahat yang suka sekali menindas orang-orang yang lebih lemah padahal tidak melakukan kesalahan apapun.


"Ikuti aku," ucap Lin Lin sambil menatap mata gadis itu.


Pelayan tersebut dengan terpogoh-pogoh mengikuti langkah kaki Lin Lin. Tetapi di saat mereka sudah separuh jalan, Lin Lin mendadak berhenti dan membuat pelayan tersebut ikut berhenti pula.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2