
Pimpinan tertinggi itu malah menggelengkan kepala nya. Pimpinan tertinggi itu menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang entah apa itu kemudian dia membuka mulut nya.
"Aku tidak sepenuh nya mengendalikan seluruh kebijakan di dunia atas ini. Ada dua orang penjaga yang bahkan sangat kuat yang juga berkuasa di sini. Walaupun status ku adalah pimpinan tertinggi di sini, ada satu sampai tiga peraturan yang sama sekali tidak boleh ku langgar.
"Kau tidak perlu tahu peraturan-peraturan apa itu. Yang jelas salah satu nya adalah apabila salah seorang dewa atau dewi yang sudah masuk ke ranah tersebut tetapi belum naik ke dunia atas selama kurun waktu dua bulan, maka dia akan dibunuh di tempat nya berada oleh kedua penjaga itu. Pimpinan tertinggi sama sekali tidak memiliki hak dalam ini. Dapatkah kau berpikir apa yang harus aku lakukan untuk itu? Aku hanya bisa melindungi nya dnegan cara menghapus ingatan nya saja. Itupun membuat aku harus menerima satu serangan dari penjaga tersebut," ucap pimpinan tertinggi itu dengan nada suara yang sedih, marah, kesal, kecewa, merasa bersalah sekaligus.
Lin Lin cukup terkejut bahwa ada peraturan seperti itu. Tapi tampaknya Lin Lin saat ini lebih merasa bersalah kepada pimpinan tertinggi itu.
Dengan begitu Lin Lin segera saja meminta maaf kepada pimpinan tertinggi itu karena telah berpikir buruk tentang nya.
"Maafkan aku karena mengira kau adalah orang yang jahat. Ternyata kau melakukan semua itu karena terpaksa," ucap Lin Lin dengan nada yang menyesal.
Pimpinan tertinggi itu menggelengkan kepala nya, "Akulah yang seharusnya meminta maaf. Aku kehilangan kendali atas kebijaksanaan ku hari ini. Aku minta maaf karena telah membuat mu melihat hal buruk dari diriku."
Lin Lin sama sekali tidak menjawab apapun setelah mendengar itu. Dia sama sekali tidak tahu harus mengatakan apa.
"Aku punya satu pertanyaan lagi, apakah aku boleh bertanya?" tanya Lin Lin dengan agak ragu karena dirinya telah banyak sekali bertanya.
__ADS_1
Pimpinan tertinggi itu menganggukkan kepala nya tanpa mengatakan apapun yang menandakan persetujuan atas pertanyaan Lin Lin.
"Apa yang terjadi pada diriku? Mengapa aku merasa sejak aku datang ke dunia atas ini aku menjadi sangat kekanakan? Maksudku aku kembali ke sifat ku seperti remaja pada umumnya. Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?" tanya Lin Lin dengan bingung.
Pimpinan tertinggi itu agak tersentak kemudian segera saja mengeluarkan senyuman nya walaupun sebenarnya Lin Lin tidak bisa melihat senyuman itu dengan terlalu jelas karena sinar yang menerangi pimpinan tertinggi itu terlalu cerah.
"Ah, apakah kau juga bisa menyadari itu? Yah, ku pikir kau tidak akan menyadari hal itu. Tapi ternyata kau menyadari hal itu dengan sangat jelas ya," ucap pimpinan tertinggi itu dengan senyuman manjs di wajah nya.
Pimpinan tertinggi itu segera saja menatap ke arah Lin Lin yang saat ini malah terlihat sangat bingung.
"Mengapa kau menduga bahwa aku tidak akan menyadari hal itu?" tanya Lin Lin dengan agak tidak senang karena mengira bahwa dirinya sedang diremehkan oleh pimpinan tertinggi itu.
"Bahasa mudahnya adalah dia akan menjadi muda kembali semakin lama dia berada di dunia atas. Makanya sebenarnya tidak baik bagi mu untuk terus berlama-lama di sini. Aku baru saja ingin bertanya kepada dirimu apa yang ingin kau lakukan setelah ini," ucap pimpinan tertinggi itu.
Lin Lin mengerutkan kening nya ketika dirinya mendengar hal itu, "Maksudmu adalah aku diberikan pilihan untuk melakukan apapun yang mau aku lakukan setelah aku meninggal ini?"
Pimpinan tertinggi itu tertawa kecil menggelengkan kepalanya, "Tidak semua hal yang bisa aku wujudkan. Tentu saja ada batasan yang tetap tidak boleh kau lewati. Salah satunya adalah kembali ke dunia bawah," ucap pimpinan tertinggi itu seketika saja membuat Lin Lin merasa sangat sedih dan kehilangan semangat nya.
__ADS_1
"Bagaimana jika begini, aku akan mengembalikan mu ke alam di mana pertama kali kau hidup di dunia. Seingat ku alam itu disebut sebagai dunia modern. Apakah aku benar?" ucap pimpinan tertinggi itu lagi.
Lin Lin segera saja memelototkan mata nya setelah mendengar hal itu. Maksudnya dia bisa kembali ke dunia modern lagi?
"Maksudmu aku bisa hidup dan tinggal di dunia modern lagi sama seperti dahulu?" tanya Lin Lin dengan sedikit bersemangat.
Setidaknya muncul sedikit harapan kecil di dalam dirinya di mana dia bisa bertemu dengan sosok kakak yang sangat dia rindukan selama ini.
Pimpinan tertinggi itu menganggukkan kepala nya, "Yah, tetapi tentu saja ingatan mu akan dihapus."
Lin Lin menjadi tidak bersemangat setelah mendengar hal itu, "Kalian sudah merenggut kebahagiaan ku dengan keluarga baru ku. Mengapa kalian malah membuat ku semakin sedih dengan menghapus ingatan ku dan membuat aku harus memulai dari nol untuk bertahan hidup di dunia modern? Apakah kalian sepicik itu?" ucap Lin Lin dengan marah.
Tentu saja dengan mengatakan hal itu membuat pimpinan tertinggi merasa sangat bersalah dan menyesal.
"Hah, aku tidak bisa membuat keputusan mengenai ini secara sembarangan karena ini akan mengganggu keseimbangan dunia lain. Makanya aku pikir untuk menghapus ingatan mu dan membuat mu menjalankan kehidupan baru tanpa ada hal menyakitkan yang kau ingat. Tetapi jika kau tidak ingin ingatkan mu dihapus, aku pikir aku harus mendiskusikan ini dengan para penjaga. Mungkinkah kau bersedia untuk menunggu?" tanya pimpinan tertinggi itu dengan nada yang tampaknya cukup lelah karena Lin Lin sangat sulit untuk diajak bekerja sama.
Tentu saja Lin Lin akan menunggu tanpa memikirkan jawaban terlalu lama. Lin Lin merasa sangat senang dengan pertimbangan dari pimpinan tertinggi itu. Setidaknya dirinya masih ada harapan.
__ADS_1
...****************...
Maaf banget :(