
Lin Lin menatap Xie Shan Nu dengan tatapan yang agak bingung. Sejujurnya Lin Lin sendiri tidak tahu mengapa ayah mertua nya tiba-tiba saja ingin berbicara pada dirinya.
Tetapi mau bagaimana pun juga, Lin Lin tetap memasang senyuman manis di wajah nya yang tidak pernah hilang sedari tadi.
"Apakah ayah mertua ungu membicarakan sesuatu yang penting sampai-sampai Jun Hao tidak diperbolehkan untuk mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh ayah mertua?" tanya Lin Lin dengan bingung.
Xie Shan Nu masih menatap Xie Hao Ran dan mencoba untuk mengajak berbicara anak bayi itu. Lin Lin saat ini malah merasa bahwa dirinya malah tidak dihiraukan sama sekali.
"Ayah mertua, apakah ada hal yang serius?" tanya Lin Lin kembali mengulang pertanyaan nya karena tidka dijawab oleh Xie Shan Nu.
Sedangkan Xie Shan Nu saat ini masih tetap fokus untuk mengajak berbicara Xie Hao Ran, meskipun sebenarnya Xie Hao Ran tidak pernah merespon ucapan dari Xie Shan Nu yang sangat tidak penting.
Akhirnya Lin Lin menghela nafas nya dengan pelan setelah pertanyaan nya tidak dihiraukan oleh Xie Shan Nu selama dua kali.
Lin Lin menyerah untuk bertanya pada Xie Shan Nu dan memilih untuk duduk di salah satu kursi yang ada di ruang makan itu dan menatap ayah mertua nya yang sedang mengajak berbicara putra bungsu nya itu.
Tujuan Lin Lin terdiam saat ini adalah untuk menunggu apa yang akan disampaikan oleh Xie Shan Nu yang membuat Xie Shan Nu sampai-sampai harus mengusir Xie Jun Hao dari ruang makan padahal Xie Jun Hao adalah putra nya sendiri.
Tetapi tampaknya sangat sulit untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu karena saat ini Xie Shan Nu lebih fokus kepada putra bungsu nya yang sedari tadi tidak mau berbicara sama sekali.
__ADS_1
Setelah Lin Lin menunggu kurang lebih setengah jam, akhirnya Xie Shan Nu selesai mengajak berbicara Xie Hao Ran karena akhirnya Xie Hao Ran membalas ucapan Xie Shan Nu walaupun itu hanyalah sebuah gumaman kecil.
"Ternyata benar utusan dewa," ucap Xie Shan Nu dengan suara yang pelan. Walaupun Xie Shan Nu mengucapkan hal itu dengan suara yang pelan, Lin Lin tetap bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Xie Shan Nu.
Makanya setelah mendengar hal itu, Lin Lin menjadi tersentak kaget dan menatap Xie Shan Nu dengan mata melotot tak percaya dengan apa yang dia dengar tadi.
"A-Ayah mertua, apa yang kau katakan tadi?" tanya Lin Lin tanpa bisa menyembunyikannya ekspresi terkejut di dalam wajah nya.
"Dia adalah utusan dewa kan? Xie Hao Ran, putra bungsu mu, dan cucu ku, adalah utusan dari para dewa brengs*k itu bukan?" tanya Xie Shan Nu dengan tatapan wajah yang menyelidik ke arah Lin Lin.
Lin Lin agak kaget ketika mendengar Xie Shan Nu menyebut para dewa itu brengs*k, tentu saja Lin Lin belum pernah menemui orang yang menyebut seorang dewa itu adalah brengs*k. Makanya wajar apa bila Lin Lin kaget setelah mendengar ucapan dari Xie Shan Nu.
Tetapi ada satu hal yang lebih diperhatiin oleh Lin Lin selain kata hujatan untuk para dewa itu oleh Xie Shan Nu. Tampaknya Xie Shan Nu sangat membenci para dewa, karena ketika Xie Shan Nu membicarakan tentang dewa, ekspresi wajah nya menjadi sangat jelek.
Lin Lin sebenarnya takut, jika memang benar bahwa Xie Shan Nu membenci seorang dewa, di mana saat ini putra nya adalah utusan dari para dewa. Lin Lin khawatir jika suatu saat Xie Shan Nu mungkin saja akan membenci putra nya juga karena dia adalah utusan dewa.
Seperti nya Xie Shan Nu terlihat mengerti dengan ekspresi wajah Lin Lin yang terlihat aneh. Jadi Xie Shan Nu segera saja berbicara kepada Lin Lin.
"Jangan khawatir, mungkin aku memang membenci para dewa itu, tetapi aku tidak akan pernah membenci cucu ku sendiri hanya karena para dewa itu," ucap Xie Shan Nu ketika menyadari tatapan mata Lin Lin malah menjadi waspada dan bersiap untuk mengambil kembali Xie Hal Ran dari pelukan Xie Shan Nu saat ini.
__ADS_1
Lin Lin kemudian menghela nafas nya dengan lega setelah mendengar hal itu, itu berarti bahwa Xie Shan Nu tidak membenci putra nya. Itu adalah kabar yang sangat melegakan.
"Kau belum menjawab pertanyaan dari ku, Lin Lin. Tetapi jika dilihat dari reaksi mu tadi, tampaknya kau memang sudah tahu ya bahwa putra mu ini adalah utusan dewa?" ucap Xie Shan Nu dengan senyuman di wajah nya.
Lin Lin tentu saja sudah tidak bisa berbohong lagi, jadi Lin Lin segera saja menganggukkan kepalanya tetapi tetap bersikap waspada.
"Yah, sebenarnya itu sudah ku duga," ucap Xie Shan Nu dengan santai seolah-olah tidak ada hal yang mengejutkan sama sekali.
Lin Lin membuka mulut nya setelah beberapa saat terdiam, "Dari mana ayah mertua tau tentang Xie Hao Ran adalah utusan dewa?"
Xie Shan Nu segera saja menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang terkejut setelah mendengar pertanyaan dari Lin Lin.
"Em? Apakah itu penting? Aku juga tahu alasan mengapa kau tiba-tiba saja mengundang kami semua kemari," ucap Xie Shan Nu sekali lagi.
Lin Lin menjadi terkejut setelah mendengar hal ini, ini adalah kabar yang paling mengejutkan. Tetapi Lin Lin berusaha untuk bersikap tenang dan bertingkah seolah-olah Lin Lin tidak sedang menyembunyikan sesuatu dan apa yang ia katakan selalu jujur apa adanya.
"Apa maksudmu, ayah mertua? Tentu saja semua orang sudah tahu apa alasan aku mengundangnya semua orang kemari. Tentu saja karena aku merasa rindu dengan mereka semua jadi aku mengundang mereka semua untuk datang ke istana walaupun itu secara tiba-tiba," ucap Lin Lin berpura-pura tidak ada yang salah dengan sikap nya hari ini.
Xie Shan Nu menatap ke arah Lin Lin dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan kemudian Lin Lin dapat mendengar bahwa saat ini Xie Shan Nu sedang menghela nafas nya kepada Lin Lin.
__ADS_1
Tentu saja Lin Lin bingung dengan Xie Shan Nu yang mendadak menghela nafas nya tanpa peringatan sama sekali. Tetapi Lin Lin tidak bisa banyak bertanya karena takut rahasia nya bisa saja terbongkar di hadapan ayah mertua nya ini.
...****************...