
"Lupakan lah, anggap saja semua pertanyaan ku sudah selesai. Kau bisa pergi dari sini jika kau mau. Aku akan menghabiskan waktu sebentar bersama dengan Ran Ran," ucap Xie Shan Nu
Lin Lin kemudian menatap ayah mertua nya yang kembali fokus kepada putra bungsu nya. Mungkin pertanyaan di benak ayah mertua nya memang sudah selesai. Tetapi pertanyaan di benak Lin Lin sama sekali belum terjawab, mungkin yang sudah terjawab hanyalah apakah Xie Jun Hao sudah mengetahui kabar bahwa Lin Lin akan segera meninggal atau belum, meskipun sebenarnya jawaban itu juga salah.
"Ayah mertua, ayah mertua juga bertanya kepada ku beberapa pertanyaan. Sekarang, apakah aku boleh bergantian dengan ayah mertua, dan menanyakan beberapa pertanyaan yang tersimpan di benak ku kepada ayah mertua?" tanya Lin Lin mencoba memberanikan diri bertanya kepada Xie Shan Nu.
Xie Shan Nu menatap Lin Lin dengan tatapan yang agak kaget ketika mendengar ucapan Lin Lin yang agak berani itu. Harus diakui bahwa Lin Lin harus mengumpulkan keberanian nya yang sangat besar untuk bisa mengucapkan hal itu kepada Xie Shan Nu.
Jadi apabila Xie Shan Nu tidak menyetujui Lin Lin untuk bertanya, mungkin Lin Lin akan merasa sangat tidak adil kepada Xie Shan Nu. Jadi saat ini Xie Shan Nu tidak punya pilihan lain selain menganggukkan kepalanya dan membiarkan Lin Lin bertanya apapun yang menjadi tanda tanya di benak wanita itu.
"Pertanyaan ku masih sama ayah mertua. Dari mana ayah mertua mengetahui semua itu?" tanya Lin Lin dengan tatapan mata yang serius.
Xie Shan Nu menatap Lin Lin dengan tatapan yang bingung, "Bukankah tadi sudah ku sebutkan? Aku mempunyai kenalan seorang dewa."
Lin Lin menganggukkan kepalanya setelah mendengar jawaban dari Xie Shan Nu. Tetapi tentu saja hanya dengan jawaban sependek itu tidak akan membuat Lin Lin merasa puas dengan jawaban itu.
"Bukan jawaban itu yang aku inginkan dari mu, ayah mertua. Ayah mertua sendiri pasti juga sudah mengetahui hal itu," ucap Lin Lin sambil menghela nafas nya.
"Lalu apa yang ingin kau ketahui, Lin Lin? Baiklah, anggap saja aku sedang berbaik hati pada diri mu. Kau bisa bertanya apapun pada ku dan aku akan menjawab nya dengan jawaban yang jujur tanpa ada satupun kebohongan dari apa yang akan ku katakan nanti," ucap Xie Shan Nu menyerah dan memilih untuk mengalah kepada Lin Lin.
__ADS_1
Lin Lin menganggukkan kepalanya dengan sangat senang setelah mendengar hal itu. Tentu saja Lin Lin tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan emas yang hanya akan datang sekali seperti ini. Lin Lin tidak lagi membuang-buang waktu nya dan segera saja bertanya kepada Xie Shan Nu dengan tatapan wajah yang sangat bersemangat.
"Jadi ayah mertua mengatakan bahwa ayah mertua memiliki seorang kenalan dewa. Tetapi ayah mertua tadi juga mengatakan bahwa ayah mertua sangat membenci para dewa. Lalu mengapa ayah mertua bisa memiliki seorang dewa sebagai teman ayah mertua?" tanya Lin Lin dengan penasaran.
Lin Lin saat ini tidak lagi memikirkan tentang masalah umur nya yang sudah tidak panjang lagi. Lin Lin lebih memilih untuk memuaskan rasa penasaran nya dibandingkan dengan memikirkan hal-hal yang akan membuat dirinya merasa sedih.
"Sudah aku duga bahwa kau akan bertanya hal itu," ucap Xie Shan Nu diikuti dengan helaan nafas nya yang panjang.
Lin Lin terkekeh pelan. Tampaknya Xie Shan Nu tidak ingin menceritakan tentang itu, tetapi karena tadi Xie Shan Nu sudah berbicara dan mengatakan bahwa Xie Shan Nu akan menjawab dengan jujur semua pertanyaan dari Lin Lin, jadinya Xie Shan Nu sama sekali tidak bisa berbohong di hadapan Lin Lin saat ini.
"Baiklah, aku akan menceritakan hal ini kepada mu. Tapi jangan singgung hal ini di hadapan Jun Hao. Dia paling tidak suka topik pembicaraan ini meskipun dia sudah mengetahui kebenaran nya," ucap Xie Shan Nu dengan tatapan mata yang sangat serius.
"Jadi dari mana kau ingin tahu cerita ini?" tanya Xie Shan Nu dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan oleh Lin Lin.
Tetapi dari tatapan yang ditunjukkan oleh Xie Shan Nu. Lin Lin tahu bahwa sebenarnya Xie Shan Nu saat ini sedikit merasa sedih.
Tetapi sebuah sinar sedih di mata Xie Shan Nu itu secara mendadak menghilang setelah sepersekian detik sehingga hal itu membuat Lin Lin meragukan mata nya.
Lin Lin sempat berpikir apakah dia telah salah melihat rasa sedih yang terpancar di mata Xie Shan Nu ataukah tidak? Tetapi melihat bahwa Xie Shan Nu tampaknya sudah siap untuk menceritakan mengenai hal itu, Lin Lin hanya bisa melanjutkan rasa penasaran yang ada di dalam hati nya.
__ADS_1
"Aku tidak keberatan berada di sini untuk mendengar cerita dari ayah mertua sepanjang malam," ujar Lin Lin dengan jujur.
Tentu saja Lin Lin sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Anggap saja untuk memuaskan rasa penasaran nya disaat-saat terakhirnya.
"Aku tau itu. Kau adalah orang yang mudah penasaran. Tapi aku sendiri tidak mungkin akan menceritakan keseluruhan cerita dalam hidup ku ini bukan?" ucap Xie Shan Nu merasa sedikit kehabisan kesabaran nya.
Lin Lin terkekeh pelan dengan raut wajah meminta maaf, "Kalau begitu, ayah mertua cukup menceritakan awal mula mengapa ayah mertua membenci para dewa itu hingga bagaimana ayah mertua bisa berteman dengan seorang dewa."
Xie Shan Nu menganggukkan kepalanya. Setidaknya dengan kategori seringkas itu Xie Shan Nu dapat memotong banyak cerita yang tidak penting.
"Kalau begitu aku akan mulai dari istri ku. Kau tahu alasan mengapa aku tidak memberitahu Xie Jun Hao mengenai kabar tentang umur mu yang sudah tinggal sedikit?" tanya Xie Shan Nu secara tiba-tiba.
Lin Lin menggelengkan kepalanya, mengapa Xie Shan Nu malah tiba-tiba saja bertanya pada dirinya dibandingkan dengan memulai cerita nya?
"Jangan bingung, pertanyaan ini akan membawa kita ke cerita utama dalam hidup ku," ujar Xie Shan Nu ketika melihat tatapan bingung di mata Lin Lin.
Lin Lin menganggukkan kepalanya seolah mengerti arti dari ucapan Xie Shan Nu padahal sesungguhnya Lin Lin tidak tahu apa hubungan pertanyaan itu dengan topik yang sangat ingin Lin Lin ketahui.
"Karena kejadian yang kau alami juga dialami oleh mendiang istri ku, ibu kandung Jun Hao, dan juga ibu mertua mu," kata Xie Shan Nu langsung membuat Lin Lin terkejut.
__ADS_1
...****************...