Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
57. Dewa Wen


__ADS_3

"Tidak terlalu lama, baru saja kami datang dan wanita ini sudah bertanya tentang tuan pemimpin," ucap dewi Zhou sambil sedikit bercanda.


Lin Lin menatap bingung ke arah pria itu, jujur saja jika boleh dikatakan pria ini tampan, tentu saja tidak setampan Xie Jun Hao di mata Lin Lin, tetapi raut wajah dan ekspresi wajah nya terlalu suram sehingga membuat Lin Lin tidak suak melihat hal itu.


"Siapa dia?" tanya Lin Lin dengan nada suara yang pelan tetapi tetap bisa didengar oleh pria itu.


"Sebelumnya biarkan aku memperkenalkan diriku sendiri. Aku adalah salah seorang dewa yang bertugas untuk mengantar dan membawa jiwa yang telah meninggal dunia, entah itu manusia, hewan ataupun dewa," ucap dewa itu sambil menatap Lin Lin dari atas ke bawah.


Lin Lin menatap heran ke arah pria itu, jadi maksudnya dia tidak akan bertemu dengan pimpinan tertinggi itu? Padahal Lin Lin sudah menyiapkan banyak sekali hal untuk dikatakan kepada pimpinan tertinggi itu. Tetapi mengapa dia malah bertemu dengan dewa kematian?


Oh, ya, tentu saja Lin Lin akan menganggap dewa itu sebagai dewa kematian karena dia yang mengurus arwah makhluk yang telah meninggal. Makanya Lin Lin menyebut dewa itu sebagai dewa kematian. Tentu saja dewa kematian bukan dewa yang membuat makhluk meninggal.


"Kau akan menemui tuan pemimpin, tenang saja. Kasus mu itu istimewa. Jika itu adalah arwah biasa saja maka dia akan langsung masuk ke dalam ruangan reinkarnasi. Tetapi karena itu kau, maka aku tidak berhak membawa mu secara langsung ke ruang reinkarnasi," ucap dewa itu lagi dengan nada suara yang datar.


Lin Lin menjadi lebih yakin bahwa pria yang ada di hadapan nya ini memang sangat cocok dengan sebutan dewa kematian karena aura yang dia keluarkan sangatlah suram.


Tetapi Lin Lin juga agak terkejut mengetahui bahwa pria itu ternyata bisa membaca pikiran nya, berarti sedari tadi dia berpikir, dewa itu memang bisa mengetahui apa isi pikiran nya.


"Jangan kaget, beberapa dewa memang secara alami diberkati dengan kemampuan membaca pikiran. Sedangkan beberapa lagi, mereka diberikan kemampuan membaca pikiran itu karena tugas mereka sangat berhubungan dan sangat membutuhkan kemampuan itu. Jadi mereka diberikan kemampuan itu," ucap dewi Zhou lagi.

__ADS_1


Tentu saja Lin Lin tidak ingin kaget dengan fakta itu, hanya saja rasa kaget itu tidak bisa dihentikan dan muncul secara tiba-tiba sehingga membuat Lin Lin sering kali merasa iri dengan kemampuan itu.


Tentu saja pikiran Lin Lin saat ini sudah diketahui oleh dewa itu, sayangnya dewa itu sama sekali tidak menghiraukan nya dan membiarkan Lin Lin berpikir apapun yang ingin Lin Lin pikirkan.


"Terima kasih banyak atas kerja keras mu, dewi Zhou," ucap dewa itu berterima kasih kepada dewi Zhou.


Hanya saja satu hal yang menurut Lin Lin aneh adalah, dewa itu berterima kasih kepada dewi Zhou dengan raut wajah yang sangat-sangat datar, hal itu bahkan membuat Lin Lin merasa tidak percaya.


"Bukan apa-apa. Lagipula aku menyukai tugas ini. Kalau begitu tugas ku sudah selesai, selanjutnya kau bisa mengikuti dewa Wen untuk menuju kepada tuan tertinggi. Semoga kau bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaan mu, Lin Lin," ucap dewi Zhou dengan senyuman manis di wajah nya.


Lin Lin tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya walaupun tidak mengerti apa tugas yang dimaksud oleh dewi Zhou kepada dewa Wen itu.


Lin Lin bahkan sampai kaget ketika dirinya melihat dewa Wen yang mendadak saja berada di samping nya. Tetapi apa yang dikatakan oleh dewa Wen tampaknya memang masuk akal.


"Mengapa bukan anda saja? Bukankah anda yang seharusnya lebih berpengalaman dalam menjemput sebuah arwah?" tanya Lin Lin yang penasaran sekaligus tidak mengerti.


Dewa Wen menatap ke arah Lin Lin dengan tatapan datar kemudian dibalas dengan kedipan mata polos Lin Lin.


"Kau seharusnya sudah bisa menebak jawaban dari pertanyaan yang kau ucapkan sendiri. Itu semua karena aku sama sekali tidak berbakat dalam menghibur seseorang," ucap dewa Wen sambil berjalan mendahului Lin Lin.

__ADS_1


Lin Lin yang sedang mendengar jawaban dari dewa Wen dengan sangat serius mendadak saja langsung berlari mengejar dewa Wen yang telah berjalan mendahului dirinya.


Tentu saja, Lin Lin entah mengapa mendadak berubah menjadi seperti seorang gadis lagi, jiwa-jiwa penasaran dalam dirinya mendadak saja menjadi kembali dan dirinya saat ini malah terlihat seperti anak kecil yang sedang bertanya banyak hal kepada orang tua nya.


"Tapi bukankah kau biasanya menjemput para arwah? Apakah kau menjemput mereka tanpa membiarkan mereka menyampaikan pesan terakhir?" tanya Lin Lin lagi.


Dewa Wen menghela nafas nya, jujur saja dia tidak suka dengan Lin Lin yang banyak sekali bertanya. Tetapi daripada dewa Wen harus mendengar semua pertanyaan yang ditujukan kepada dirinya dari dalam hati Lin Lin, lebih baik menjawab pertanyaan itu agar dirinya tidak frustasi mendengar banyak sekali pertanyaan yang Lin Lin tanyakan di dalam pikiran nya.


"Aku tidak pernah menjemput seseorang dengan lama. Aku akan langsung menjemput mereka karena aku tidak punya banyak waktu. Dunia bawah begitu luas, pasti akan ada seseorang yang meninggal minimal setiap menit nya, mana mungkin aku sempat membiarkan mereka untuk memberikan salam perpisahan," ucap dewa Wen lagi dengan cepat.


Kemudian disaat Lin Lin ingin kembali bertanya kepada dewa Wen, pria itu sudah memotong dan berbicara terlebih dahulu.


"Tidak perlu bertanya, aku sudah dapat mengetahui apa yang akan kau tanyakan. Pada kasus mu itu akan menjadi hal yang berbeda, ada beberapa alasan nya. Tetapi alasan utama mengapa kau diberikan waktu lebih untuk mengucapkan salam perpisahan kepada keluarga mu adalah karena anak mu merupakan salah satu dari kami. Dan juga, sekarang berhentilah bertanya, kita akan segera sampai," ucap dewa Wen sudah merasa jengkel dengan semua pertanyaan dari Lin Lin.


Tetapi sayangnya Lin Lin tetap tidak bisa berhenti bertanya di dalam pikiran nya. Ada banyak sekali pertanyaan yang hadir dan hilang sesaat di dalam pikiran nya. Saking banyaknya pertanyaan yang ada di dalam pikiran nya, Lin Lin bahkan melupakan pertanyaan-pertanyaan itu.


...****************...


Hai, maaf yaa, mulai besok sampai beberapa hari ke depan aku gak up lagi:( soalnya aku lomba lagii, maaf yaa

__ADS_1


__ADS_2