Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
35. Berbincang [2]


__ADS_3

"Soal pertanyaan mu yang kedua, apakah aku merasa sedih setelah mendengar mendengar kabar bahwa kau akan segera meninggal. Tentu saja Lin Lin, aku merasa sangat-sangat hancur. Aku bahkan sampai ingin mendatangi orang yang memberikan ku kabar tentang ini dan menyuruh nya mengatakan bahwa semua itu adalah sebuah kebohongan. Sayangnya, tentu saja itu bukan sebuah kebohongan," kata Xie Jun Hao sambil memandang langit malam.


Lin Lin juga ikut memandang langit malam, tetapi ketika dirinya mendengarkan kata-kata yang begitu sedih dari bibir Xie Jun Hao, Lin Lin merasa sangat bersalah.


"Maaf, maafkan aku, Jun Hao. Aku egois dengan merahasiakan ini dari dirimu," kata Lin Lin dengan meneteskan air mata nya, dia merasa sangat sedih.


Xie Jun Hao segera saja menatap ke arah samping di mana Lin Lin sedang berdiri sambil menutup wajah nya untuk menyembunyikan dirinya yang sedang menangis.


Xie Jun Hao menghela nafas nya dengan pelan kemudian tersenyum tipis. Xie Jun Hao memegang tangan yang menutupi wajah Lin Lin kemudian membuat tangan itu terlepas dari wajah Lin Lin.


Xie Jun Hao tersenyum tulus kemudian mengusap air mata Lin Lin yang turun dari mata nya. Lin Lin mendongakkan kepalanya untuk menatap Xie Jun Hao.


"Kau tidak salah, Lin Lin. Jika aku berada di posisi yang sama dengan dirimu, maka aku akan melakukan hal yang sama. Jadi tidak perlu merasa sedih atau merasa bersalah. Kau paham?" ucap Xie Jun Hao dengan senyuman di wajah nya.


Lin Lin menganggukkan kepalanya kemudian segera menatap wajah Xie Jun Hao lagi. "Bagaimana dengan pertanyaan ketiga?" tanya Lin Lin secara tiba-tiba.


Xie Jun Hao terkekeh pelan kemudian menjawab, "Sepertinya kau mengucapkan hal itu dengan nada sebuah pernyataan."


Lin Lin menunduk malu setelah mendengar ucapan dari Xie Jun Hao. Jujur saja, Lin Lin sendiri juga merasa bahwa untuk kalimat ketiga tadi, Lin Lin juga mengucapkan nya dengan nada sebua pernyataan.


"Nyatanya pernyataan mu itu salah, Lin Lin," ujar Xie Jun Hao membuat Lin Lin menatap mata Xie Jun Hao dengan tatapan yang bingung.

__ADS_1


"Lalu siapa kalau bukan dewi Zhou?" tanya Lin Lin tidak bisa memikirkan orang lain yang memberitahukan Xie Jun Hao tentang umur nya yang sudah tidak banyak lagi.


"Naga air. Dia yang memberitahu ku tentang mu. Dan aku sangat bersyukur karena dia telah memberitahukan nya pada ku. Setidaknya aku bisa mempersiapkan diriku untuk segala kemungkinan terburuk. Dan setidaknya aku dapat menghabiskan hal-hal lebih banyak berdua dengan dirimu. Dan kau tahu Lin Lin, ada satu hal yang sangat ingin aku lakukan bersama mu, dan syukurlah bahwa malam ini hal itu sudah terwujud," kata Xie Jun Hao lagi.


Lin Lin menatap wajah Xie Jun Hao tak mengerti dan penasaran. Memangnya hal apa yang ingin dilakukan oleh Xie Jun Hao sejak dulu? Apakah begitu sulit melakukan sesuatu?


"Aku sejak dulu ingin berdua dengan dirimu, tetapi tidak dalam status ku sebagai seorang kaisar. Dan hari ini, aku melakukan sebuah, maksudku beberapa, kenakalan yang menyenangkan. Dan itu berarti bahwa aku sedang tidak menggunakan bayang-bayang seorang kaisar lagi," kata Xie Jun Hao dengan senyuman lebar yang menyenangkan di mata Lin Lin.


Lin Lin tersenyum tipis kemudian mengelus kepala Xie Jun Hao dengan lembut, "Mau apapun statusmu, kau tetaplah selalu menjadi seseorang yang sangat aku cintai. Tidak akan ada yang berbeda di mana pun kau berada. Bahkan jika itu tanpa status kaisar sekalipun, Jun Hao. Kita sudah ditakdirkan bersama, itu tidak akan pernah berubah sekalipun aku jauh dari mu."


Xie Jun Hao menatap Lin Lin dengan tatapan mata terkejut, tetapi setelah beberapa saat Xie Jun Hao mulai tersadar. Xie Jun Hao segera saja tersenyum manis ke arah Lin Lin.


"Ada apa dengan tatapan mata itu, Jun Hao? Apakah kau tidak percaya pada diriku?" tanya Lin Lin dengan senyuman di wajah nya.


Setelah tatapan selama beberapa saat, Xie Jun Hao dengan cepat mendekatkan wajah nya ke wajah Lin Lin. Lin Lin memejamkan matanya setelah melihat hal itu.


Dan kedua bibir mereka saling menempel satu sama lain. Mereka berdua saat ini seolah sedang menikmati dunia mereka berdua sendirian tanpa ada orang lain yang ada di sekitar mereka.


Setelah itu, kedua orang itu duduk dan menatap langit malam dengan tenang. Xie Jun Hao dan Lin Lin saling berpegangan tangan.


"Lin Lin, apakah kau tidak akan memberitahukan hal ini kepada Rara ataupun kedua orang tua mu?" tanya Xie Jun Hao saat ini menolehkan kepalanya ke arah Lin Lin.

__ADS_1


Lin Lin menghela nafas nya tetapi tidak melepaskan pandangan nya dari langit malam yang saat ini terlihat sangat ramai.


"Mereka pasti akan kaget dan terpukul jika aku memberitahukan ini kepada mereka. Makanya aku membiarkan semua berjalan seolah tidak ada yang salah," ucap Lin Lin dengan senyuman di wajah nya yang terlihat sangat terpaksa.


Xie Jun Hao menatap wajah Lin Lin dengan dalam walaupun hanya dapat melihat separuh saja dari wajah cantik wanita itu.


"Jadi, kau tidak akan memberitahukan nya kepada mereka sama sekali?" tanya Xie Jun Hao lagi.


Lin Lin menggelengkan kepalanya dan tidak menjawab lagi. Dengan diamnya Lin Lin, Xie Jun Hao jadi ikut terdiam karena tidak tahu harus mengatakan apa.


Setelah terdiam selama beberapa saat, Lin Lin akhirnya melepaskan tangan nya yang sedang berpegangan dengan Xie Jun Hao. Hal itu membuat Xie Jun Hao merasa sangat terkejut sekaligus merasa sangat panik.


"Ada apa, Lin Lin?" tanya Xie Jun Hao tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajah panik di wajah nya.


Lin Lin tersenyum lembut kemudian menggelengkan kepalanya, "Aku mendadak berpikir untuk membuatkan mereka sebuah surat."


Xie Jun Hao menatap Lin Lin yang saat ini tengah mengeluarkan buku dan sebuah benda panjang dengan ujung yang lancip. Xie Jun Hao tentu saja tidak tahu apa benda yang sedang dipegang oleh Lin Lin karena bentuk nya terlihat aneh.


"Apa itu, Lin Lin?" tanya Xie Jun Hao.


Lin Lin menoleh ke arah Xie Jun Hao dengan wajah kaget setelah mendengar pertanyaan dari pria itu.

__ADS_1


"Oh, ini?" tanya Lin Lin sambil mengangkat pena yang dia pegang ke arah Xie Jun Hao. Xie Jun Hao menjawab dengan anggukan kepala nya.


...****************...


__ADS_2