
Dewa itu menghela nafas nya, setelah dipikir-pikir memangnya untuk apa lagi mereka berbicara mengenai sesuatu yang tidak penting? Baiklah itu bisa dilupakan karena waktu nya untuk berada di dunia bawah ini sudah tidak banyak lagi.
Jadi mari lupakan masalah perdebatan kecil yang tidak bermakna itu dan mulai melakukan hal yang serius. Itu yang harus dilakukan saat ini.
"Baiklah, lupakan saja hal itu. Kita bisa membahas hal itu nanti jika memang memiliki waktu yang tersisa. Tetapi pertama-tama kita harus segera melaksanakan proses pemutusan kontrak mu dengan Min Xiang. Apakah kau sudah siap Lin Lin? Ataukah kau butuh waktu untuk beristirahat? Aku akan memberikan mu waktu untuk beristirahat jika kau memang memerlukan nya," ucap dewa itu sambil menatap Lin Lin.
Lin Lin terkekeh pelan ketika melihat betapa serius nya dewa itu saat ini. Lin Lin tidak terbiasa ketika melihat dewa itu menjadi serius. Walaupun memang mereka hanya bertemu selama beberapa kali, Lin Lin tidak pernah merasakan suasana begitu serius di antara dirinya dan dewa itu seperti ini. Ini adalah yang pertama kali nya.
"Tidak apa-apa, aku bisa melakukan nya sekarang juga. Tidak perlu beristirahat. Aku tahu bahwa kau juga diburu waktu. Kau hanya bisa bertahan sebentar di tempat yang bukanlah dunia mu. Aku mengerti hal itu. Jadi mari kita lakukan segera, Min Xiang," ucap Lin Lin sambil menolehkan kepala nya ke arah Min Xiang.
Dewa itu hanya menjawab dengan anggukan kepala nya dan dia tidak mengatakan apapun untuk menyangkal perkataan dari Lin Lin karena apa yang dikatakan oleh Lin Lin memang adalah kebenaran dan dia tidak bisa menyangkal nya.
"Baiklah, kalau begitu, mari kita lakukan sekarang juga," ucap dewa itu menatap ke arah Min Xiang seperti sedang meminta persetujuan untuk memulai proses pemutusan kontrak itu.
Min Xiang membalas dengan anggukan kepala nya kemudian mulai duduk bersila mengikuti Lin Lin yang telah duduk terlebih dahulu.
Setelah itu keduanya mulai fokus dengan proses pemutusan kontrak, walaupun sebenarnya di dalam hati, Min Xiang sangat tidak bersedia untuk melakukan pemutusan kontrak itu. Tetapi tentu saja dia tidak bisa melawan perintah dari Lin Lin, jadi Min Xiang dengan terpaksa menerima hal itu.
__ADS_1
Sedangkan dewa itu saat ini hanya mengawasi Lin Lin dan Min Xiang untuk melakukan proses itu sampai jika Lin Lin akan muntah darah lagi, barulah dewa itu akan mengalirkan energi spiritual kepada Lin Lin.
Mengapa dewa itu tidak langsung saja membantu Lin Lin daripada harus menunggu Lin Lin muntah darah dulu? Jawaban nya adalah itu semua karena perintah dari pimpinan tertinggi nya. Dia tidak berhak untuk melawan perintah.
Tentu saja dewa itu tidak mungkin mengatakan hal kejam seperti itu kepada Lin Lin. Tetapi tentu saja, Lin Lin sebenarnya sudah bisa menebak hal itu dari awal tanpa perlu dikatakan oleh dewa itu.
Dewa itu juga sudah tahu bahwa Lin Lin tahu perintah dari pimpinan tertinggi para dewa itu agar membantu Lin Lin hanya jika wanita itu muntah darah dan sudah tidak sanggup lagi. Tetapi dewa itu sama sekali tidak berniat untuk mengatakan apapun untuk menjaga nama baik pimpinan nya. Dewa itu sejujurnya memang sudah tidak suka dengan perilaku pimpinan tertinggi nya kepada para manusia di dunia bawah ini.
Dan, setelah Lin Lin akhirnya kembali muntah darah, dewa itu barulah mulai melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan di saat Lin Lin sedang melakukan proses pemutusan kontrak.
Dewa itu mulai mengalirkan energi spiritual untuk Lin Lin agar wanita itu bisa melanjutkan kembali proses pemutusan kontrak dengan Min Xiang.
Lin Lin telah menggunakan seluruh energi spiritual yang dia miliki saat ini. Memang benar bahwa dewa itu masih terus memberikan energi spiritual nya kepada dirinya, tetapi tetap saja itu akan terus habis karena energi spiritual itu bukan murni miliknya.
Jadi Lin Lin hanya bisa menahan energi spiritual itu selama beberapa saat di dalam tubuh nya kemudiannya mengeluarkan energi spiritual yang merupakan pemberian dari dewa itu untuk kembali melanjutkan proses pemutusan kontrak.
Tentu saja itu adalah hal yang sangat sulit. Selama beberapa tahun ini Lin Lin selalu hidup dengan energi spiritual yang banyak di dalam tubuh nya, jadi Lin Lin merasa tubuh nya sangat ringan setiap saat.
__ADS_1
Tetapi ketika energi spiritual nya telah habis, Lin Lin merasa bahwa tubuh nya menjadi sangat berat dan dia tidak mampu untuk menopang tubuh nya sendiri.
Proses pemutusan kontrak itu tidak berlangsung terlalu lama berkat bantuan dari dewa itu. Hanya memakan beberapa jam saja di ruang dimensi. Itu sudah terhitung sangat cepat daripada proses pemutusan kontrak biasanya.
Lin Lin membuka mata nya ketika proses pemutusan kontrak itu telah selesai. Lin Lin menghela nafas nya dengan lega. Syukurlah jika proses itu telah selesai. Setidaknya dirinya tidak perlu lagi menghabiskan energi spiritual nya yang memang hanya tersisa sangat-sangat sedikit.
"Tuan, apakah tuan baik-baik saja?" tanya Min Xiang langsung saja membantu Lin Lin ketika dia hampir saja terjatuh dan terbaring di tanah.
Lin Lin menatapku ke arah Min Xiang yang sedang menopang tubuh nya kemudian Lin Lin tersenyum tipis, "Aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir. Dan lagi, tidak perlu memanggil ku sebagai tuan, kita telah memutuskan kontrak itu. Kau bisa langsung memanggil ku dengan nama ku saja."
Min Xiang menggelengkan kepala nya tak percaya ketika mendengar ucapan dari Lin Lin. Bagaimana mungkin dia percaya bahwa Lin Lin baik-baik saja dengan penampilan nya yang saat ini terlihat sangat pucat?
Hanya orang bodoh dan anak-anak kecil saja yang akan percaya bahwa Lin Lin baik-baik saja sekalipun senyuman nya itu terlihat pucat dan sangat dipaksakan.
"Tuan, apakah tuan ingin beristirahat sebentar di ruang dimensi untuk mengumpulkan energi spiritual tuan?" tanya Min Xiang lagi, menghiraukan apa yang dikatakan oleh Lin Lin.
Lin Lin menggelengkan kepalanya, "Aku baik-baik saja. Aku hanya ingin kembali ke dunia nyata untuk menghabiskan waktu dengan suami ku. Tidak perlu khawatir."
__ADS_1
"Maaf jika aku menyela kalian semua berbicara, sayangnya ada satu hal yang harus aku bicarakan pada Lin Lin. Itu adalah keadaan darurat. Mungkin kalian bisa meninggalkan kami berdua di sini untuk berbicara sejenak?" ujar dewa itu tiba-tiba.
...****************...