Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
66. dua penjaga


__ADS_3

"Tidak perlu membuat wanita itu menunggu lagi, sebenarnya kami sedari tadi sudah ada di luar dan mendengarkan pembicaraan kalian berdua dari awal. Kita bisa mulai membahas keinginan dari wanita ini," ucap dua orang pria dengan jubah panjang menutupi seluruh tubuh mereka.


Lin Lin tidak tahu siapa mereka, tetapi Lin Lin dapat menebak bahwa kedua orang itu adalah penjaga yang dimaksud oleh pimpinan tertinggi itu. Tetapi baguslah jika mereka berdua mendengarkan pembicaraan nya dengan pimpinan tertinggi itu sedari awal, jadi mereka tidak akan mama mengambil keputusan.


"Jadi kau bilang kau ingin hidup di alam modern dengan ingatan mu saat ini bukan?" tanya salah seorang penjaga itu kepada Lin Lin.


Lin Lin menganggukkan kepalanya dengan mantap. Walaupun jujur saja itu terkesan tidak tahu diuntung dan tidak sopan kepada para dewa, tetapi Lin Lin hanya tidak mau rugi dengan semua itu.


"Kami mungkin bisa mengabulkan hal itu. Tetapi kau harus bisa menepati satu syarat yang kami minta. Apakah kau akan kembali hidup di dunia modern dengan ingatan mu saat ini atau tidak, itu semua adalah keputusan mu mau menerima persyaratan ini atau tidak," ucap penjaga satunya lagi.


Tampaknya ketiga orang itu berdiskusi dengan cara telepati sehingga Lin Lin sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya sedang mereka diskusikan tadi.


Tetapi tentu saja Lin Lin tidak akan memikirkan hal itu lebih lanjut karena Lin Lin merasa bahwa itu sama sekali tidak penting. Yang terpenting adalah, apa syarat untuk membuat nya hidup di dunia modern dengan semua ingatan nya? Itu adalah yang paling penting.


"Kalau begitu, bisakah kau mengatakan kepada ku apa syarat yang dimaksud? Tentu saja aku tidak bisa menerima penawaran ketika penawaran tersebut bahkan sama sekali tidak jelas," ucap Lin Lin dengan menatap ketiga orang di hadapan nya itu secara bergantian.

__ADS_1


Ketiga orang itu saling bertatapan satu sama lain kemudian pimpinan tertinggi memutuskan untuk berbicara.


"Syarat nya mudah, sama seperti yang kau lakukan pada saat kau masuk ke dalam tubuh mu yang ini. Kau hanya perlu memberikan seorang gadis yang tubuh nya kau tinggali sebuah keadilan dan rasa kasih sayang dari orang tua nya. Jika kau berhasil, maka tubuh itu akan menjadi milik mu selama nya. Bahkan aku, dan pemimpin dewa di sana juga tidak akan bisa mengambil nyawa mu sesuka mereka, sama seperti kali ini aku mengambil nyawa mu secara tiba-tiba saja," ucap pimpinan tertinggi itu lagi.


Lin Lin menganggukkan kepala nya paham dengan persyaratan yang diberikan oleh mereka. Tentu saja menurut Lin Lin itu syarat yang tidak sulit, tetapi tetap saja Lin Lin terlalu malas untuk berjuang hanya untuk mendapatkan kasih sayang orang tua yang bahkan tidak bisa merawat anak nya sendiri.


Hal itu sangat membuat Lin Lin muak kepada orang tua yang tidak bisa memberikan kasih sayang pada anak nya sendiri.


"Ya, baiklah, aku setuju dengan syarat kalian bertiga. Tetapi sebelum itu, apakah aku mendapatkan informasi dari pemilik tubuh yang akan aku masuki? Maksudku adalah seluruh informasi mengenai kehidupan nya dan semua rahasia-rahasia nya?" tanya Lin Lin memastikan hal yang paling penting.


Lin Lin menggelengkan kepalanya menolak untuk mengambil jalur reinkarnasi itu. Dia tidak mau menjadi bayi lagi dan kemudian harus belajar berjalan dan lain sebagainya. Memikirkan itu saja sudah membuat Lin Lin merasa sangat sulit.


"Baiklah kalau begitu, kau bisa langsung pergi. Dewa Wen masih menunggu mu di depan, dia yang akan membawa mu ke tempat di mana kau bisa menjalankan misi mu dan memasuki dunia modern itu. Semoga semuanya berjalan dengan baik," ucap pimpinan tertinggi lagi.


Lin Lin menatap ke tiga orang itu kemudian menghela nafas nya, "Ku harap kalian semua dapat menjaga anak ku dengan baik karena dia adalah salah satu dari kalian. Aku memohon kepada kalian saat ini."

__ADS_1


Pimpinan tertinggi dan kedua penjaga itu agak tersentak setelah mendengar keinginan dari Lin Lin. Mereka tidak menyangka bahwa Lin Lin akan berkata seperti itu.


Pimpinan tertinggi itu menghela nafas nya dengan pelan kemudian berkata, "Tenang saja, kami, terutama aku, akan menjaga dengan baik putra mu itu. Bagaimana pun juga dia sudah meringankan tugas kami, tentu saja kami akan selalu menjaga nya dengan baik."


Lin Lin menganggukkan kepala nya setelah mendengar ucapan dari pimpinan tertinggi itu. Setidaknya Lin Lin merasa tenang dengan jawaban dari pimpinan tertinggi.


"Oh aku hanya berpikir mungkin suatu hari salah satu dari anak-anak ku pasti akan mengunjungi kalian, aku percaya dengan itu. Maka dari itu, jika mereka bertemu dengan kalian, tolong sampaikan salam ku dan suruh dia untuk berbuat baik. Jangan melukai atau mengajak para dewa-dewi untuk bertengkar dan bertarung. Aku memohon pada kalian untuk menyampaikan salam tersebut apabila mereka memang naik ke atas untuk balas dendam atas kematian ku," ucap Lin Lin dengan senyuman manis di wajah nya.


Tentu saja, tanpa mereka semua sadari, apa yang dikatakan oleh Lin Lin memang akan terjadi suatu hari nanti. Sayangnya itu belum akan terjadi untuk saat ini.


"Baiklah, akan kami sampaikan. Semoga jalan mu menyenangkan, nona Lin Lin. Jangan khawatirkan mengenai ayah mertua dan ibu mertua mu. Mereka akan membaik dengan sendirinya tanpa campur tangan kami semua," ucap pimpinan tertinggi itu lagi.


Lin Lin agak tersentak ketika mendengar hal itu. Lin Lin pikir bahwa pimpinan tertinggi itu tidak mau ayah mertua dan ibu mertua nya bersatu kembali, tetapi tampaknya Lin Lin yang telah salah menilai pimpinan tertinggi itu.


Lin Lin tersenyum manis sebelum akhirnya dia meninggalkan ruangan tersebut dan melihat dewa Wen ternyata sudah berada di depan pintu dengan raut wajah datar seperti biasanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2