
Xie Shan Nu menggelengkan kepala nya dengan tatapan mata yang lagi-lagi tidak bisa Lin Lin ketahui apa arti nya. Tetapi ketika mata Lin Lin Dan Xie Shan Nu bertemu satu sama lain, Xie Shan Nu dapat melihat setitik rasa panik di dalam hati Lin Lin bahwa Lin Lin khawatir dirinya akan ketahuan.
Lin Lin tentu saja panik saat ini. Ayah mertua nya ini sangat jarang bersikap serius seperti sekarang. Lin Lin khawatir jika ayah mertua nya ini memang sudah tahu apa rahasia yang dia sembunyi-sembunyi kepada semua orang di sini.
"Jangan berbohong pada ku, Lin Lin. Mungkin kau memang bisa menipu semua orang dengan kebohongan bahwa kau merindukan mereka semua jadi kau mengundang mereka semua sekaligus. Nyatanya kau tidak pernah bisa mengetahui bahwa rahasia yang kau sembunyikan selama ini ternyata sudah diketahui oleh seseorang. Dan orang itu adalah aku," ujar Xie Shan Nu dengan ringan.
Disaat Xie Shan Nu mengucapkan hal itu dengan ringan, Lin Lin bahkan semakin merasa gugup dan panik. Apakah ayah mertua nya yang saat ini sedang bersikap serius benar-benar tahu rahasia nya? Ataukah ayah mertua nya itu yanga berpura-pura agar bisa mendapatkan rahasia dari dirinya yang bersikap gugup?
"Berhenti berpikiran buruk, Lin Lin. Aku sudah tahu bahwa hidup mu tidak lama lagi akan diambil oleh para dewa brengs*k itu," kata Xie Shan Nu dengan terang-terangan.
Tentu saja setelah mendengar ucapan dari Xie Shan Nu yang sangat berterus terang Lin Lin menjadi sangat kaget. Lin Lin tidak menyangka bahwa ayah mertua nya itu ternyata memang mengetahui rahasia yang dia sembunyikan beberapa hari ini.
Tetapi ada satu pertanyaan yang saat ni tersembunyi di benak Lin Lin, dari mana Xie Shan Nu dapat mengetahuinya hal itu? Apakah Xie Shan Nu hanya menebak saja? Tetapi hal itu tidak mungkin jika menebak saja.
Lin Lin kemudian kembali menatap Xie Shan Nu dengan pandangan yang ragu. Lin Lin tahu jika dia berpura-pura tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Xie Shan Nu itu semua sudah terlambat. Tetapi Lin Lin sendiri masih bingung dia harus bersikap seperti apa disaat dirinya sudah ketahuan akan meninggal sebentar lagi.
Xie Shan Nu sendiri juga membiarkan Lin Lin terdiam dan sama sekali tidak peduli dengan Lin Lin yang saat ini merasa panik dan cemas. Xie Shan Nu membiarkan Lin Lin berpikir sejenak karena Xie Shan Nu sendiri juga tahu bahwa hal ini pasti akan sangat mengejutkan Lin Lin.
Daripada bosan sampai menunggu Lin Lin untuk berbicara dan membuka suara nya, Xie Shan Nu memilih untuk kembali mengajak berbicara Xie Hao Ran yang saat ini sedang menatap Xie Shan Nu dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
Xie Shan Nu sedikit terkejut dengan tatapan tajam dari Xie Hao Ran. Tampaknya Xie Hao Ran dapat mengerti apa yang dia bicarakan kepada Lin Lin tadi.
Lin Lin saat ini sedang terlihat dalam kondisi terancam. Dan sepertinya Xie Hao Ran dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Lin Lin, makanya Xie Hao Ran menatap Xie Shan Nu sebagai seorang musuh.
Xie Shan Nu terkekeh pelan setelah menyadari dan mengingat bahwa Xie Hao Ran adalah utusan dari dewa yang sangat dia benci. Kemudian Xie Shan Nu tidak lagi menghiraukannya tatapan tajam dari Xie Hao Ran dan memilih untuk mengelus kepala bayi kecil itu.
"Da-dari mana ayah mertua mengetahui semua itu?" tanya Lin Lin setelah terdiam sesaat. Suara nya saat ini masih tercekat dan Lin Lin berbicara dengan terbata-bata saat ini.
"Oh? Apakah Xie Jun Hao tidak mengatakan nya pada mu? Aku punya kenalan seorang dewa. Tetapi daripada mendengar cerita ku yang membosankan, akan lebih baik kau menjawab pertanyaan dari ku, Lin Lin," ujar Xie Shan Nu sekali lagi.
"Aku memang sudah tahu bahwa hidup ku tidak lama lagi, ayah mertua. Makanya aku mengundangnya semua orang untuk datang ke acara makan-makan itu," ujar Lin Lin lagi.
"Jadi apa yang akan kau lakukan untuk menghabiskan waktu mu yang tak banyak lagi Lin Lin?" tanya Xie Shan Nu dengan santai.
Lin Lin menggelengkan kepalanya dengan ekspresi sedih di wajah nya. Lin Lin menundukkan kepalanya kemudian memilih untuk duduk di salah satu kursi di dekat ayah mertua nya sedang duduk.
"Apakah Jun Hao tau tentang hal ini?" tanya Lin Lin dan Xie Shan Nu secara bersamaan.
Kedua orang itu bertanya secara serempak sehingga membuat Xie Hao Ran agak kaget dengan nada suara yang mendadak terdengar tinggi.
__ADS_1
Ketika mendengar pertanyaan yang sama dari Xie Shan Nu, Lin Lin dapat mengetahui bahwa Xie Jun Hao tidak tahu tentang dirinya yang akan segera meninggal, begitu pula Xie Shan Nu yang menganggap hal yang sama.
Sayangnya baik Lin Lin dan Xie Jun Hao bahkan tidak tahu jika Xie Jun Hao sudah tahu bahwa Lin Lin akan segera pergi meninggalkan semua orang yang ada di dunia itu.
Makanya Lin Lin bersikap biasa saja kepada Xie Jun Hao saat ini. Xie Shan Nu menghela nafas nya, berarti keputusan nya untuk mengusir Xie Jun Hao tadi memang sudah benar.
"Kau tidak memberitahu Jun Hao?' tanya Xie Shan Nu.
Lin Lin menggelengkan kepalanya, "Jika aku memberitahu dirinya, aku khawatir dia akan melawan para dewa itu sekaligus. Makanya aku memilih untuk diam dan membiarkan semua nya berjalan apa adanya."
Sebenarnya memang itulah yang Xie Jun Hao inginkan setelah mendapatkan kabar dari naga air. Sayangnya Xie Jun Hao masih memiliki pikiran bersih yang tersisa, jadi Xie Jun Hao tidak akan melakukan hal yang tidak mungkin.
Lin Lin menghela nafas nya sekali lagi, bersamaan dengan Xie Shan Nu yang juga melakukan hal yang sama dengan Lin Lin.
"Ayah mertua sudah mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan di benak ayah mertua?" tanya Lin Lin lagi setelah terdiam sesaat.
Xie Shan Nu menggelengkan kepalanya, jujur saja masih banyak pertanyaan yang ada di kepala nya. Hanya saja Xie Shan Nu tahu bahwa jawaban dari pertanyaan yang masih belum terjawab itu tidak diketahui oleh Lin Lin. Jadi percuma untuk menanyakan hal itu kepada Lin Lin.
...****************...
__ADS_1