Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
15. Tidak terkendali


__ADS_3

Xie Jun Hao terdiam sejenak kemudian menggelengkan kepalanya. Xie Jun Hao hanya merasa terkejut ketika dia mendapatkan panggilan telepati dari seseorang.


Terlebih lagi Xie Jun Hao juga tidak menyangka jika naga air akan muncul dan melakukan telepati dengan dirinya.


Jadi setelah beberapa saat Xie Jun Hao terdiam berusaha untuk mencerna apa yang terjadi, Xie Jun Hao baru sadar kemudian bertanya kepada naga air itu.


"Tidak, aku tidak melupakan mu, aku hanya terkejut karena kau tiba-tiba saja muncul. Lalu mengapa kau menghubungi ku, naga air?" tanya Xie Jun Hao.


Naga air yang berada di seberang telepati terkekeh pelan karena dia yakin bahwa Xie Jun Hao memang sepantasnya terkejut.


Seharusnya dirinya sekarang masih tertidur di dalam tubuh tuan rubah. Tetapi dia tiba-tiba saja mendapatkan sebuah bayangan mengenai hal yang cukup buruk.


Makanya dengan terpaksa naga air terbangun dan mengambil alih tubuh tuan rubah sesaat karena harus melakukan telepati kepada Xie Jun Hao.


"Yang mulia kaisar, hamba hanya ingin mengatakan sesuatu mengenai yang mulia permaisuri. Hanya saja hamba tidak yakin bahwa setelah mendengar kabar ini yang mulia kaisar akan menjadi tenang. Maka dari itu, yang mulia kaisar, mohon berjanji pada hamba," ucap naga air itu dari sinyal telepati.


Xie Jun Hao mengernyitkan dahi nya, "Memangnya apa yang harus aku janjikan? Berita seperti apa yang membuat ku harus berjanji pada mu dan tidak akan tenang setelah mendengar kabar itu?" tanya Xie Jun Hao dengan bingung.


Naga air itu bersikeras untuk tidak mengatakan kabar yang ia tahu kepada Xie Jun Hao sebelum Xie Jun Hao berjanji untuk tetao tenang setelah mendengar kabar yang akan dia beritahukan.

__ADS_1


"Yang mulia kaisar, mohon maaf. Sebelum anda berjanji untuk bersikap tenang tak peduli berita apa yang akan saya sampaikan, saya tidak akan pernah memberitahukan berita yang saya ketahui. Ini semua adalah demi kebaikan yang mulia kaisar sendiri. Hamba tidak bisa membuat yang mulia kaisar bertindak sembarangan," ucap naga air itu lagi.


Xie Jun Hao menghela nafas nya dengan pelan, mengapa hanya untuk mengetahui satu berita saja dia harus berjanji agar bersikap tenang.


Memangnya seberapa mengerikan berita itu sampai akan membuat dia bersikap tidak tenang.


Tetapi untuk dapat bisa mengetahui berita itu, Xie Jun Hao tetap harus berjanji bahwa dia akan bersikap tenang. Jadi Xie Jun Hao memilih untuk mengalah dan tidak akan berkeras kepala untuk berjanji saja.


Memang benar lagipula itu hanyalah sebuah janji saja, tetapi Xie Jun Hao tidak suka ketika ada orang yang menyuruh dirinya untuk berjanji pada hal yang belum diketahui.


Makanya Xie Jun Hao tadi ragu-ragu untuk mengiyakan naga air agar berjanji pada nya. Tetapi setelah rasa penasaran Xie Jun Hao telah mencapai ubun-ubun nya, pria itu dengan terpaksa berjanji.


Naga air itu menghela nafas nya, meskipun Xie Jun Hao telah berjanji akan bersikap tenang, naga air itu sama sekali tidak yakin bahwa setelah mendengar kabar itu, maka Xie Jun Hao akan tetap tenang.


"Sebelum itu tolong sampaikan hal ini kepada kasim yang ada di samping yang mulia kaisar. Katakan pada kasim itu untuk mencegah anda keluar dari aula utama setelah mendengar kabar dari hamba. Katakan pada dia juga untuk menahan yang mulia kaisar jika anda tiba-tiba saja mengamuk atau menangis maka kasim itu harus menenangkan anda. Setelah itu baru hamba akan memberitahukan berita yang saya bawa untuk yang mulia kaisar," ucap naga air itu lagi.


Xie Jun Hao meras sangat kesal, mengapa naga air itu begitu bertele-tele, memangnya kabar seperti apa tentang Lin Lin yang akan dia dengar sampai membuat dirinya lepas kendali?


Tetapi Xie Jun Hao tetap melakukan apa yang disuruh oleh naga air. Meskipun si kasim merasa bingung dengan perintah dari kaisar nya, si kasim tetap menganggukkan kepalanya dan akan melakukan apa yang disuruh oleh Xie Jun Hao tanpa bertanya.

__ADS_1


Xie Jun Hao kemudian kembali melakukan telepati dengan naga air.


"Aku sudah menyuruh kasim untuk melakukan hal yang kau minta. Sekarang bisakah kau memberitahukan pada ku apa yang sebenarnya kau ketahui mengenai Lin Lin?" tanya Xie Jun Hao dengan tak sabar.


Xie Jun Hao sedikit cemas, sedikit gugup, dan sedikit takut. Xie Jun Hao khawatir bahwa kabar yang akan dia dengar takutnya tidak akan baik untuknya. Tetapi sebagian dalam diri Xie Jun Hao juga berharap bahwa ada cara untuk menyembuhkan Lin Lin dan naga air tahu bagaimana caranya.


Tetapi sayangnya yang diberitahukan oleh naga air sendiri bukanlah kabar yang baik. Xie Jun Hao sangat tidak percaya dengan kabar yang diucapkan oleh naga air lewat telepati itu.


"Yang mulia kaisar, saya mendapatkan sebuah mimpi disaat jiwa hamba sedang tertidur. Mungkin anda akan mengatakan bahwa itu hanyalah bunga tidur saja, tetapi itu adalah keistimewaan hamba. Di dalam mimpi hamba, hamba melihat bahwa yang mulia permaisuri akan segera meninggal dunia. Hamba memang bermaksud untuk memberitahukan yang mulia kaisar mengenai ini agar yang mulia kaisar bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama dengan yang mulia permaisuri. Mohon maaf bila hamba datang dengan kabar buruk," ucap naga air itu dengan nada yang sangat menyesal.


Xie Jun Hao yang mendengar itu menjadi sangat terkejut. Dia tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh naga air. Bahkan Xie Jun Hao sampai terdiam dengan sangat setelah mendengar kabar itu.


Xie Jun Hao sampai merenung selama beberapa menit sebelum akhirnya dia mulai meneteskan setetes air mata.


Dan setelah itu, semakin keras pula air mata yang jatuh dari kelopak matanya. Xie Jun Hao dengan cepat berdiri dari duduk nya dan hendak melesat pergi keluar dari aula utama, entah kemana tujuan yang akan Xie Jun Hao tuju.


Sayangnya sebelum sempat pergi dari aula utama, si kasim yang telah mendapatkan perintah telah terlebih dahulu menahan Xie Jun Hao walaupun dia merasa takut.


Si kasim menahan tubuh Xie Jun Hao sekuat yang ia bisa. Tetapi apa daya dia hanyalah seorang kasim yang tengah berhadapan dengan orang terkuat di dunia bawah itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2